Hadist tentang Keutamaan Shalat Tepat Waktu, Berbakti Kepada Kedua Orang Tua dan Jihat di Jalan Allah

Advertisement

وَعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ  قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ : أَيُّ اْلأَعْمَالِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: (اَلصَّلاَةُ عَلىَ وَقْتِهَا) قلت: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: (بِرُّ اْلوَالِدَيْنِ) قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: (اَلْجِهاَدُ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ) قَالَ حَدَّثَنِي بِهِنَّ رَسُوْلُ اللهِ  وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Ibnu Mas`ud  berkata : “Aku bertanya kepada Rasulullah : “Apakah amalan yg paling afdhal?”, beliau bersabda: “Shalat pd waktunya”, aku berkata kembali: “Kemudian apa?”, beliau bersabda: “Berbakti kepada kedua orang tua”, kemudian apa?”, beliau bersabda: “Berjihad fi sabilillah”. Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah  telah menyampaikannya kepadaku secara langsung, jikalau aku meminta tambahan nasehat lagi niscaya beliau menambahnya. Muttafaq ’alaih. [Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :527 & Muslim no hadist: 85]

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Informasi kontak Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *. Notifikasi akan dikirim ke telegram untuk mempercepat tanggapan komentar