Menjaga Akidah Islam dan Menghargai Kebhinekaan demi Masyarakat yang Harmonis dan Sejahtera dalam Bingkai NKRI
📚 Iman Adalah Perkataan, Perbuatan dan Keyakinan yang Bisa Bertambah dengan Ketaatan dan Bisa Berkurang dengan Kemaksiatan (Prinsip kedua)
Iman itu perkataan, perbuatan, & keyakinan yg bisa bertambah dgn ketaatan & bisa berkurang dgn kemaksiatan, maka iman itu bukan hanya perkataan & perbuatan tanpa keyakinan sebab yg demikian itu merupakan keimanan kaum munafiq, & bukan pula iman itu hanya sekedar ma’rifah (pengetahuan) & meyakini tanpa ikrar & amal. Sebab yg demikian itu merupakan keimanan orang-orang kafir yg menolak kebenaran. Allah berfirman:
“Dan mereka mengingkarinya karena kadzoliman & kesombongan (mereka), padahal hati-hati mereka meyakini kebenarannya.” (Al Qur’an Surat: Al An’am: 14).
“Karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, akan tetapi orang-orang yg dzalim itu menentang ayat-ayat Allah”. (Al Qur’an Surat: Al An’aam: 33).
“Dan kaum ‘Aad & Tsamud, & sungguh telah nyata bagi kamu kehancuran tempat-tempat tinggal mereka. Dan syetan menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka sehingga menghalangi mereka dari jalan Allah padahal mereka adl orang-orang yg berpandangan tajam.” (Al Qur’an Surat: Al Ankabut: 38).
Bukan pula iman itu hanya satu keyakinan dalam hati atau perkataan & keyakinan tanpa amal perbuatan, karena yg demikian adl keimanan golongan Murjiah, Allah sering kali menyebut amal perbuatan termasuk iman sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya orang-orang yg beriman hanyalah meraka yg apabila ia disebut nama Allah bergeter hatinya, & apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambahlah imannya & kpd Allah-lah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yg mendirikan shalat & yg menafkahkan apa-apa yg telah dikaruniakan kpd mereka, merekalah orang-orang mukmin yg sebenarnya“. (Al Qur’an Surat: Al Anfaal: 2-4).
“Dan Allah tdk akan menyia-nyiakan iman kalian”. (Al Qur’an Surat: Al Baqarah: 143).
Yaitu: shalatmu dgn menghadap ke baitul Maqdis, maka shalat di sini dinamakan iman.
Shaleh Al Fauzan, صالح بن فوزان الفوزان, Penerjemah: Rahmat al-‘Arifin Muhammad bin Ma’ruf