Mozaik Islam

Paman dan Bibi Rasulullah SAW

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunyai 11 orang paman, yaitu:

  1. Al-Harits, putera tertua Abdul Muttalib. Sebenarnya al-Harits ini adl nama julukan. Banyak di antara putera & cucunya tergolong Sahabat Rasulullah SAW.
  2. Qutsam, saudara seibu Al-Harits. Ia meninggal ketika masih kecil.
  3. Zubair bin Abdul Muttalib, termasuk pemuka kaum Quraisy. Puteranya yg bernama Abdullah bin Zubair ikut berjihad bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pd Perang Hunain & gugur di Ajnadin. Dia gugur & bersamanya terdapat tujuh orang musuh yg telah dibunuhnya.Dan diantara puteri Zubair adl Dhuba’ah binti Zubair, ia termasuk Sahabiyah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam & Ummul Hakam binti Zubair, termasuk Sahabiyah yg meriwayatkan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
  4. Hamzah bin Abdul Muttalib, yg bergelar asadullah wa asadu rasulih (singa Allah & RasulNya). Saudara sepersusuan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Masuk Islam sejak awal dakwah Rasulullah saw, kemudian hijrah ke Madinah. Turut serta dalam Perang Badar & Perang Uhud. Dan gugur dalam Perang Uhud tersebut. Beliau tdk mempunyai keturunan kecuali seorang puteri.
  5. Abul Fadhl, al Abbas bin Abdul Muttalib. Dia termasuk pemeluk Islam yg taat. Turut serta dalam hijrah ke Madinah. Usianya hanya selisih 3 tahun lbh tua dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Meninggal pd tahun 32 H di Madinah, di saat pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan ra. Dia memiliki 10 orang putera, diantaranya: al Fadhl, Abdullah, & Qutsam. Mereka termasuk Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Diantara paman-paman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya Hamzah & Abbas yg masuk Islam
  6. Abu Thalib bin Abdul Muttalib. Nama aslinya adl Abdu Manaf. Ia saudara Abdullah (ayah Rasulullah saw) seibu. Termasuk saudara mereka seibu adl Atikah yg bermimpi dalam perang Badar. Ibu mereka adl Fatimah binti Amr bin Aidz bin Imran bin Makhzum.Diantara putera Abu Thalib adl Thalib, yg meninggal dalam kekafiran. Sementara putera yg lain, yaitu Aqil, Ja’far, Ali, & Ummi Hani’ termasuk sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Nama asli Ummu Hani’ adl Fakhitah. Ada riwayat lain yg menyebutkan nama aslinya Hindun. Termasuk anak Abu Thalib adl Jumanah.
  7. Abu Lahab bin Abdul Muttalib. Nama aslinya adl Abdul Uzza. Diberi julukan Abu Lahab karena tampan paras wajahnya. Diantara puteranya adl Utbah & Muattab. Keduanya turut serta bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Perang Hunain. Putera yg lain, yaitu Durrah juga termasuk sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Sementara putera yg lain, yaitu Utaibah meninggal diterkam Singa di Zarqa, daerah Syam lantaran kekufurannya menolak dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
  8. Abdul Ka’bah
  9. Hijl, nama aslinya al Mughirah
  10. Dhirar, saudara seibu al Abbas
  11. Al-Ghaidaq (sang Dermawan), disebut demikian karena ia adl orang Quraiay yg paling dermawan & sering memberi makan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki 6 orang bibi, yaitu:

  1. Shafiyyah binti Abdul Mutthalib. Ia masuk Islam di Makkah kemudian hijrah ke Madinah. Ia adl saudara seibu dari Hamzah (paman Rasulullah SAW) & ibu Zubair bin Awwam, seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Wafat di Madinah pd saat pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab ra
  2. Atikah binti Abdul Muthtalib. Dalam sebuah riwayat disebutkan beliau adl seorang muslimah. Bermimpi pd Perang Badar. Ia adl istri Abu Umayyah bin Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Diantara puteranya adl Abdullah, termasuk sahabat Rasulullah saw, & Zuhair & Qaribah al Kubra
  3. Arwa binti Abdul Mutthalib. Istri Umair bin Wahb bin Abdi Dar bin Qushayy. Dari pernikahan ini lahirlah Thulaib bin Umair, salah seorang Muhajirin senior, turut dalam Perang Badar & gugur di Ajnadin sbg syahid.
  4. Umaimah binti Abdul Mutthalib, istri Jahsy bin Riab. Dari pernikahan ini lahirlah Abdullah (yang gugur di Uhud), Abdun yg dikenal dgn Abu Ahmad al A’ma si Penyair, Zaenab (istri Rasulullah saw), Habibah, Hamnah. Mereka semua adl sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Demikian pula Ubaidullah bin Jahsy pd mulanya masuk Islam, tetapi kemudian masuk Kristen & meninggal di Etheopia dalam keadaan kafir.
  5. Barrah binti Abdul Mutthalib, istri Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Dari pernikahan ini lahirlah Abu Salamah yg nama aslinya adl Abdullah. Ia adl suami Ummi Salamah sebelum diperistri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Setelah Barrah diperistri Abdul Asad, ia dinikahi Abu Rahm bin Abdul Uzzabin Abu Qois. Dari pernikahan ini lahirlah Abu Abrah bin Abu Rahm.
  6. Ummu Hakim al Baidha’ binti Abdul Mutthalib, istri Quraisy bin Rabiah bin Habib bin Abdu Syams bin Abdu Manaf. Dari pernikahan ini lahirlah Arwa binti Quraiz, ibu dari Utsman bin Affan ra.

Al-Hafiz Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al-Maqdisy, Penerjemah: Team Indonesia

Penulis-penulis Wahyu dan Utusan-utusan Rasulullah SAW

Di antara penulis-penulis wahyu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adl Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Amir bin Fuhairah, Abdullah bin Arqam az-Zuhri, Ubay bin Kaab, Tsabit bin Qais bin Syammas, Khalid bin Said al-Ash, Hanzhalah bin Rabi’, al-Asadi, Zaid bin Tsabit, Muawiyah bin Abu Sofyan, & Syurahbil bin Hasanah. Muawiyah bin Abu Sofyan & Zaid bin Tsabit adl yg paling sering & khusus dalam menulis wahyu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus:

  1. Amr bin Umayyah ad-Dhamri ke raja Najasyi bernama Ashamah yg berarti pemberian. Najasyi menerima surat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam & meletakkannya diantara kedua matanya lalu turun dari singgasananya & duduk di atas lantai. Ia pun masuk Islam dihadapan Ja’far bin Abi Thalib & para sahabatnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat gaib ketika ia wafat. Diriwayatkan bahwa kuburannya selalu memancarkan cahaya.
  2. Dihyah bin Khalifah diutus ke Kaisar Romawi Heraklius. Ia bertanya tentang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam & meyakini kebenaran risalahnya. Ia pun ingin memeluk Islam tapi orang-orang Romawi tdk menyetujuinya lalu ia mengurungkan niatnya karena takut kehilangan kekuasaannya.
  3. Abdullah bin Huzafah as-Sahmi diutus ke Kisra Raja Persia. Setelah menerima surat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ia merobek-robek suart itu. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berdoa; “Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menghancurkan kerajaannya.” Allah Subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa tersebut & menghancurkan kerjaannya & kaumnya.
  4. Hatib bin Abi Baltaah al-Lahkmi diutus ke Muqauqis Raja Alexandria & Mesir. Ia pun menerima & berkata baik tetapi tdk masuk Islam. Ia memberi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam hadiah budak yaitu Maria al-Qibtiyah & saudarinya Sirin. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan Sirin kpd Hassan bin Tsabit & melahirkan anaknya yg bernama Abdurrahman bin Hassan.
  5. Amr bin al-Ash diutus ke Raja Oman Jaifar & Abd putera Julandi dari Azd. Keduanya pun beriman & memeluk Islam serta membiarkan Amr mengambil zakat & mengatur pemerintahan. Dan Amr menetap disana sampai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat.
  6. Salith bin Amr bin al-Amiri diutus ke Yamamah menemui Haudzah bin Ali al-Hanafi. Ia pun memuliakannya & menulis kpd Nabi saw: “Alangkah mulia & indahnya ajaran yg kau serukan. Saya adl penyeru & penyair kaumku. Berikanlah aku sebagian kekuasaan”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tdk mau mengabulkan keinginannya & ia pun tdk masuk Islam & wafat ketika fathu mekah.
  7. Syuja bin Wahb al-Asadi diutus ke Harits bin Abi Syamr al-Ghassani raja Balqa sesuatu daerah di Syam. Syuja berkata:”Setibanya aku disana ia sedang berada didataran renda Damaskus lalu membaca surat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam & membuangnya seraya berkata: Saya akan datang kepadanya. Tapi Kaisar mencegahnya.
  8. Abu Umayyah al-Makhzumi diutus ke al-Harits al-Himyari salah seorang pembesar Yaman.
  9. Al-Ala’ bin al-Hadromi diutus ke Munzir bin Sawa al-Abdi raja Bahrain & membawa surat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg menyerukan kpd agama Islam, ia pun masuk Islam.
  10. Abu Musa al-Asyari & Muadz bin Jabal al-Anshari diutus ke Yaman menyeru kpd Islam. Penduduk Yaman & para penguasanya pun masuk Islam tanpa pertempuran.

Al-Hafiz Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al-Maqdisy, Penerjemah: Team Indonesia

Budak-Budak yang dibebaskan Rasulullah SAW

  1. Zaid bin Haritsah bin Surahbil al Kalbiy,
  2. Usamah bin Zaid, putra Zaid bin Haritsah, sehingga Usamah disebut kekasih putra kekasih.( Usamah putra Zaid, & keduanya disayangi Rasulullah saw).
  3. Tsauban bin Bujdad, dia keturunan Yaman
  4. Abu Kabsyah, lahir di Mekah. Dalam riwayat lain, disebutkan namanya Sulaim, & lahir di Daus. Beliau gugur dalam Perang Badar.
  5. Anasah, lahir di Suroh
  6. Shaleh
  7. sukron
  8. Rabah
  9. Aswad
  10. Yusar
  11. Nubiy
  12. Abu Rafi, ada yg menyebut Ibrahim. Sebelumnya dia adl budak al-Abbas, lalu dihadiahkan kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam & beliau bebaskan
  13. Abu Muwaihibah, yg lahir di Muzainah
  14. Fadhalah, tinggal di Syam
  15. Rafi’. Dahulu dia adl budak Said bin al-As yg diwariskan kpd putera-puteranya. Di antara mereka ada yg membebaskan, ada pula yg menahannya. Lalu datanglah Rafi kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta pertolongan utk dibebaskan, lalu beliau bebaskan. Sehingga dia berkata: “Saya adl budak yg dibebaskan RasulullahSAW.”
  16. Mid’am,
  17. Aswad, yg diperoleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Rifa’ah bin Zaidal Judzami. Dia lahir di Hisma & terbunuh di Lembah Qura.
  18. Kirkirah, dahulu ia adl pelayan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila beliau dalam perjalanan
  19. Zaid, kakek Hilal bin Yasar bin Zaid
  20. Ubaid
  21. Thahman alias Kaisan alias Mihran alias Dzakwan alias Marwan
  22. Ma’bur al Qibti, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkannya dari al Muqouqis
  23. Waqid, Abu Waqid, Hisyam, Abu Dhumairah, Hunain, Abu ‘Ashib( nama aslinya Ahmar), & Abu Ubaid.
  24. Safinah, dulu ia budak Umi Salamah, istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Lalu oleh Umi Salamah ia dibebaskan dgn syarat ia harus menjadi pelayan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selama hidupnya.Ia pun berkata kpd Umi Salamah: “Sekalipun Engkau tdk memeberi syarat tersebut, aku tdk ingin berpisah dgn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamItu para budak yg dikenal dalam sejarah, bahkan ada yg menyebutkan jumlah mereka mencapai 40 orang.

    Sementara dari kalangan budak wanita yg beliau bebaskan, diantaranya adalah:

  25. Salma Ummu Rafi,
  26. Barakah Ummu Aiman, dia diperoleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sbg warisan dari ayah beliau. Dia adlah ibu Usamah bin Zaid
  27. Maimunah binti Saad
  28. Khadirah
  29. Radwa

Al-Hafiz Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al-Maqdisy, Penerjemah: Team Indonesia

Beberapa Hewan Tunggangan Rasulullah SAW

  1. Kuda RasulullahKuda pertama yg dimiliki Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bernama as-Sakb. Beliau membelinya dari seorang Arab Baduwi dari Bani Fazarah seharga 10 uqiyah (mata uang zaman dahulu). Saat dimiliki penjualnya, ia bernama ad Dharis, lalu oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diganti dgn as-Sakb. Kuda tersebut memiliki warna putih di kaki & kepalanya sebelah kanan. Itu adl kuda pertama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg digunakan di medan perang.Ia memiliki pakaian dari kulit. Suatu saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lomba pacuan kuda, & beliau mengendarainya lalu beliau menang. Karena itu beliau senang padanya.

    1. Al Murtajaz. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membelinya dari seorang Arab Baduwi yg disaksikan oleh Khuzaimah bin Tsabit. Baduwi tersebut dari Bani Murrah.Sahl bin Saad as Saidi berkata:”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki 3 ekor kuda yg kupelihara, yaitu: Lizaz, Dharib, & Luhaif. Adapun Lizaz adl hadiah dari al Muqoiqis; sedangkan Luhaif hadiah dari Rabiah bin Abi Bara, yg dibalas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dgn beberapa baju kulit dari Bani Kilab; & Dharib adl hadiah dari Farwah bin Amr al Judzami.
    2. Al Wardu. Ini adl hadiah dari Tamim ad Dari. Lalu diberikan kpd Umar. Beberapa saat kemudian oleh Umar kuda tersebut dijual
  2. Bagal & Himar RasulullahDisamping kuda, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki bagal yg beliau kendarai saat bepergian. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menumbuk gandum sbg makanan bagal tersebut.Bagal yg bernama Duldul tersebut masih hidup sepeninggal Rasulullah saw, hingga tanggal gigi-giginya.Hingga akhirnya ia meninggal di Yanbu’.

    Adapun Himar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg bernama Ufair meninggal saat haji Wada’.

  3. Unta perahan RasulullahRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memiliki 20 Unta perahan yg dibiarkan berkeliaran di hutan. Setiap malam diperah susunya hingga terkumpul 2 geriba (tempat susu dari kulit) yg besar. Diantara unta-unta tersebut ada beberapa unta yg deras susunya, yaitu: al-Hanna, as-Samra’, al-Urais, as-Sa’diyah, al-Baghum, al-Yasirah, & ar-Rayya. Ada unta yg bernama Burdah, hadiah dari ad-Dahhak bin Sofyan, yg juga deras perahan susunya. Adapula yg bernama Mahrah & as-Saqra’ merupakan kiriman dari Sa’d bin Ubadah. Dua unta tersebut adl kendaraan terbagus dari Bani Uqail.

    Adapula yg bernama al’Adhba’ yg dibeli oleh Abu Bakar dari Bani Harisy seharga 800 dirham. Lalu oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dibeli dgn 400 dirham. Unta tersebut dikendarai saat hijrah ke Madinah. Saat beliau tiba di Madinah, unta itu merupakan tunggangan yg terbaik. Itulah yg disebut al-Qoswa, terkadang disebut al-Jad’a. Karena menyusahkan kaum muslimin, maka diikat agar tdk berontak lari.

  4. KambingRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki tujuh ekor kambing pemberian orang, yg bernama: Ujrah, Zamzam, Suqya, Barakah, Warsah, Athlal, & Athraf.

    Disamping itu beliau memiliki 100 ekor kambing yg lain.

Al-Hafiz Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al-Maqdisy, Penerjemah: Team Indonesia

Ciri-Ciri Rasulullah SAW

Anas bin malik ra berkata: “Abu Bakar as-Shiddik ra jika melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, ia melantunkan sair:

  1. Orang jujur, pilihan Allah, mengajak pd kebaikan
  2. Habis gelap, terbitlah terang
  3. Abu Hurairah ra berkata: Umar bin Khattab melantunkan syair Zuhair bin Abi Salma, (seorang Penyair Jahiliah) berisi tentang pujian pd Harim bin Sinan: Andai boleh kuserupakan dgn benda Kau adl penerang di bulan purnama. Lalu Umar & teman-teman duduknya berkata: “Itulah Rasulullah saw, tiada seorang pun menyerupainya”
  4. Ali bin Abi Thalib berkata: “Warna kulit Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam putih kemerah-merahan; matanya sangat hitam; rambut & jenggotnya sangat lebat; halus bulu dadanya; lehernya bagai teko dari perak; dari dada atas hingga pusarnya terdapat bulu yg memanjang seperti pedang, tdk terdapat bulu lain di perut & dadanya selain itu; telapak tangan & kakinya tebal;bila berjalan, melakukannya dgn cepat seakan-akan menuruni sebuah bukit; bila menoleh, menoleh dgn seluruh badannya; keringatnya bagai mutiara & baunya lbh harum dari wangi minyak kasturi; tdk tinggi & tdk pendek; tdk berkata buruk & jahat; tdk pernah aku menjumpai orang sepertinya.”Dalam riwayat lain: di antara pundaknya terdapat tanda kenabian yg juga dimiliki nabi-nabi yg lain; sangat dermawan, pemaaf, jujur tutur katanya, menepati janji, lembut perangainya, mulia pergaulan, orang yg melihatnya pasti akan segan padanya, & siapa yg bergaul dengannya pasti akan mencintainya. Yang pernah melihatnya mengatakan: tdk pernah aku menjumpai orang sepertinya.”Al-Barra’ bin Azib berkata: Postur tubuh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang, dadanya bidang; rambutnya panjang hingga telinga bawah; aku melihatnya mengenakan pakaian merah, tdk pernah kulihat orang setampan dia”
  5. Ummu Ma’bad al Khuzai berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adl sesosok lelaki yg tampan; bersinar wajahnya; baik akhlaknya; perutnya tdk gendut; tdk kecil kepalanya; hitam matanya sangat hitam; bulu matanya lebat & lentik; suaranya berwibawa; lehernya bersih bersinar; jenggotnya lebat; alisnya tipis memanjang & bersambung satu dgn yg lain; jika diam berwibawa; jika berbicara, tutur katanya indah; sedap dipandang dari jauh maupun dari dekat; manis bicaranya, jelas, tdk terlalu singkat & tdk bertele-tele; bahkan seperti untaian mutiara. Postur tubuhnya sedang; tdk terlalu tinggi, atau terlalu pendek sehingga diremehkan orang lain, paling tampan diantara siapapun. Cabang diantara 2 cabang; paling tampan diantara siapapun, & terhormat. Dia memiliki para sahabat yg senantiasa bersamanya, mereka diam bila beliau berbicara, & segera bergerak bila dia memerintahkan sesuatu. Dia tdk pernah terlihat cemberut atau menampakkan muka sbg orang bodoh.
  6. Anas bin Malik al Anshari ra menyebutkan ciri-ciri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dgn perkataannya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam perawakannya sedang. Tidak terlalu tinggi & tdk terlalu pendek. Mukanya bercahaya tdk putih sekali & tdk coklat. Rambutnya tdk keriting & tdk lurus tetapi bergelombang.”
  7. Hind bin Abi Halah berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulia & dimuliakan. Mukanya bersinar seperti bulan purnama. Lebih tinggi dari orang yg sedang tingginya & lbh pendek dari orang yg jangkung. Kepalanya besar, rambutnya bergelombang, jika disisir akan tertata bagus jika dibiarkan rambutnya tdk melebihi daun telinganya. Mukanya bercahaya, keningnya lebar, alisnya tipis memanjang, lebat tdk menyambung, diantara alisnya urat yg mengeluarkan keringat ketika beliau marah. Hidungnya mancung bercahaya. Jenggotnya tebal. Hitam bola matanya sangat pekat. Pipinya rata & halus. Mulutnya lebar, giginya putih bagus & renggang. Memiliki bulu halus yg memanjang dari dada sampai pusar. Lehernya seperti leher boneka yg berkilau bagaikan perak. Perawakannya sedang, berbadan besar & berisi, dada & perutnya rata, dadanya bidang. Badannya putih terdapat bulu halus yg memanjang seperti garis dari dada sampai pusarnya, tdk terdapat bulu lain di dada & perutnya selain itu. Tangan & pundaknya berbulu lebat. Dadanya lebar, lengan tangannya panjang, telapak tangannya lebar. Kulit telapak tangan & kakinya tebal. Jari-jarinya bagus, ruas jarinya lurus. Lekukan telapak kakinya dalam, bagian atas telapak kakinya sangat rata & halus. Melangkah & berjalan tdk cepat & tdk pelan. Kadang berjalan cepat seakan-akan sedang menuruni bukit. Jika menoleh, menoleh dgn seluruh badannya. Selalu menundukkan pandangan, lbh sering memandang ke bawah dari pd ke atas, tatapannya lbh byk tatapan yg memperhatikan. Menggiring para sahabatnya & memulai salam kpd siapa saja yg ditemuinya.”

Al-Hafiz Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al-Maqdisy, Penerjemah: Team Indonesia

Akhlak Rasulullah SAW

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adl manusia yg paling pemberani. Ali bin Abi Thalib bertutur: “Bila perang tengah berkecamuk, kami berlindung kpd Rasulullah saw“.

Beliau orang yg paling dermawan. Tak pernah menolak permintaan orang lain.

Orang yg paling lembut. Orang yg pemalu, lbh pemalu dari seorang gadis yg dipingit. Pandangan tdk tertuju hanya pd satu orang. Tidak pernah balas dendam saat disakiti orang lain, atau marah atas perbuatan jelek orang padanya; kecuali jika hukum-hukum Allah Subhanahu wa ta’ala dilanggar, maka balas dendam yg dia lakukan semata-mata karena Allah SWT. Bila marah karena Allah Subhanahu wa ta’ala tiada seorang pun yg berani membantah.

Siapa pun, baik yg kuat, lemah, jauh maupun dekat diperlakukan sama olehnya.

Tidak pernah mencela makanan; bila menghendaki, beliau makan; bila tdk suka, beliau tinggalkan. Tidak pernah makan dgn bersandar, atau pun di meja makan. Tidak pernah menolak makanan yg boleh utk dimakan; bila hanya menjumpai kurma, atau hanya roti kering, atau daging panggang beliau makan, atau hanya roti dari gandum, beliau makan seadanya. Bila ada susu, cukup beliau minum itu saja.Pernah makan semangka basah. Beliau menyukai manisan & madu.

Abu Hurairah ra berkata: “Sampai wafatpun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tdk merasa pernah kenyang, meski hanya dgn roti gandum”

Pernah terjadi pd keluarga Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 3 bulan, tiada nyala api di rumahnya (memasak) makanan mereka hanya kurma & air.

Menerima & makan hadiah, serta membalasnya; & tdk menerima sedekah.

Tidak berlebihan dalam berpakaian & makanan; berpakaian & makan seadanya.

Menambal sandal & baju sendiri, membantu aktifitas rumah tangganya. Menjenguk orang sakit.

Sangat tawadhu’. Menghadiri undangan siapa saja baik kaya, fakir, orang berada maupun orang rendahan.

Mencintai orang-orang miskin; menjenguk mereka yg sakit & melayat jenazah mereka. Tidak menghina orang fakir karena kefakirannya & tdk takut pd penguasa karena kekuasaannya. Mengendarai kuda, onta, keledai, & bagal. Memboncengkan budak atau yg lainnya. Tidak membiarkan orang lain berjalan di belakangnya seraya berkata:”Biarkan di belakangku utk para Malaikat”

Mengenakan kain wol, memakai sandal yg ditambal. Pakaian yg amat beliau sukai adl jubah yg terdapat warna merah & putih, terbuat dari kain Yaman

Cincin & matanya terbuat dari Perak.Dipakai di jari manis kanan, & terkadang di sebelah kiri. Pernah mengganjal perutnya dgn batu karena menahan lapar, padahal Allah telah memberikan kunci -kunci pembendaharaan langit & bumi, tetapi beliau enggan menerimanya & lbh memilih akherat. Ia byk berdzikir & sedikit main-main. Memanjangkan shalat & menyingkat khutbah. Paling murah senyum, berseri-seri wajahnya padahal ia selalu sedih & byk pikiran. Menyukai wangi-wangian, membenci bau yg tdk sedap. Bersahabat & menghormati orang-orang mulia, tdk pernah bermuka masam & ramah pd siapapun. Mentolerir permainan yg tdk dilarang, bergurau, & tetap berkata benar dalam gurauannya, memaafkan orang-orang yg meminta maaf.

Waktunya hanya dihabiskan utk ibadah pd Allah, atau memenuhi kebutuhan diri & keluarganya.Menggambalakan kambing, & berkata:”Seluruh nabi melakukan gembala kambing”

Aisah ra pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah saw, maka dia pun menjawab:”Akhlak beliau adl alQur’an”. Marah & ridhanya berpijak padanya.

Dalam riwayat yg shahih dari Anas bin Malik ra berkata:

Tidak pernah aku menyentuh sutera yg lbh halus dari telapak tangan Rasulullah saw, & tdk pernah aku mencium bau yg lbh harum dari aroma tubuh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Setelah aku melayaninya selama 10 tahun, tdk pernah sekalipun ia berkata:”cih”. Dan tdk pernah mengatakan terhadap apa yg kulakukan:”Kenapa kau lakukan itu?”.Dan tdk pernah mengatakan terhadap apa yg tdk kulakukan:”Mengapa tdk kau lakukan itu?

Allah telah mengumpulkan dalam dirinya kesempurnaan akhlak, keindahan perilaku. Allah memberikan padanya ilmu orang-orang terdahulu & yg akan datang1, yg di dalamnya terdapat keberuntungan & keselamatan.Padahal ia adl ummi, tdk bisa membaca & menulis & tdk memiliki guru dari kalangan manusia. Tumbuh di negeri yg tandus & terbelakang. Allah memberikannya sesuatu yg tdk diberikan pd siapapun dari makhluknya, & telah memilihnya diantara makhluk-makhlukNya, baik yg lalu maupun yg akan datang.Semoga Allah selalu memberikan shalawat kepadanya hingga hari akhir.

Al-Hafiz Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al-Maqdisy, Penerjemah: Team Indonesia

Mukjizat-Mukjizat Rasulullah SAW

  1. Mukjizat teragung & kejelasannya telah terbukti adl al-Qu’ar al-Karim; yg tdk datang padanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yg diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji; yg menjadikan para ahli Bahasa & orang-orang yg fasih harus bertekuk lutut; mereka tdk mampu membuat kalimat-kalimat serupa dgn alQur’an walau hanya 10 surat, atau 1 surat, bahkan hanya 1 ayat. Orang-orang musyrik pun mengakui kemukjizatannya, bahkan para penentang Islam orang-orang atheis pun meyakini kebenarannya.
  2. Orang-orang musyrik pernah meminta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam utk menunjukkan satu mukjizat, maka beliau pun menunjukkan dengan terbelahnya bulan hingga hampir terpisah menjadi 2 bagian.itulah maksud ayat Allah di surat alQomar ayat 1: Telah dekat datangnya saat itu & telah terbelah bulan.
  3. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:”Sesungguhnya Allah Ta’ala menghimpun bumi untukku, hingga aku melihat bagian timur & baratnya. Dan kekuasaan umatku akan mencapai apa yg telah dihimpun Allah itu”. Dan Allah membuktikan kebenaran perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, dgn tercapainya kekuasaan umatnya yg meliputi ujung timur & ujung barat, & tdk tersebar ke utara & selatan.
  4. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa berkhutbah di atas potongan batang kurma, sesuatu ketika beliau membuat mimbar, & berdiri di atasnya, maka terdengarlah tangisan dari batang kurma seperti tangisan
  5. Diantara mukjizat yg lain adl terpancarnya air dari sela-sela jemarinya, terjadi tdk hanya sekali.
  6. Bertasbihnya kerikil di telapak tangannya, lalu beliau menaruhnya di telapak Abu Bakar, lalu Umar, lalu Usman, & kerikil itu tetap bertasbih
  7. Para Sahabat mendengar makanan bertasbih pd saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama mereka, sementara makanan tersebut sedang disantap.
  8. Bebatuan & pepohonan mengucapkan salam pd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pd malam beliau diangkat jdi Rasul.
  9. Paha kambing yg beracun berbicara pd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Orang-orang yg makan kambing beracun bersamanya meninggal dunia, sementara beliau tdk meninggal.
  10. Serigala bersaksi atas kenabian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
  11. Suatu ketika, beliau dalam perjalanan, & melewati seekor unta yg kehausan & minta minum padanya. Maka tatkala melihat onta tersebut berjalan dgn menyeret kaki & meletakkan leher depannya, beliau bersabda: “sesungguhnya dia mengeluh karena terlalu byk kerja & diberi makan sedikit”
  12. Di saat yg lain beliau masuk sebuah tembok yg dibalik tembok itu terdapat onta. Tatkala onta tersebut dilihat Rasulullah saw, ia merintih & menangis. Maka beliau pun berkata pd pemiliknya:”Sesungguhnya ia mengadu padaku, bahwa engkau membuatnya kelaparan, & menjadikannya letih (karena byk kerja).
  13. Suatu saat beliau masuk sebuah tembok yg lain, & dibalik tembok itu terdapat 2 ekor onta jantan. Sementara pemiliknya kesulitan utk menggiring keduanya (karena berontak). Ketika salah satu onta tersebut melihat Rasulullah saw, tiba-tiba duduk menderum di hadapannya. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menenangkannya & membawanya pd pemiliknya. Onta kedua pun melakukan hal yg sama.
  14. Suatu saat beliau tidur dalam sebuah perjalanan, tiba tiba datanglah sebuah pohon, membelah bumi & tegak menaungi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Tatkala beliau bangun, diceritakanlah kejadian tersebut padanya. Maka beliau pun bersabda: “Pohon tersebut telah minta ijin pd Tuhannya utk mengucapkan salam pd Rasulullah saw, lalu Tuhan pun mengijinkannya.
  15. Beliau menyuruh 2 batang pohon utk berkumpul, maka keduanya pun berkumpul. & menyuruh keduanya utk berpisah kembali, maka keduanya pun berpisah.
  16. Seorang Arab Badui minta pd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam utk menunjukkan sebuah mukjizat, maka beliau pun memanggol sebatang pohon. Pohon tersebut langsung memotong akarnya & datang kehadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Tatkala beliau menyuruhnya utk kembali, kembalilah pohon tersebut ke tempatnya semula.
  17. Beliau ingin memotong 6 ekor onta gemuk. Tiba-tiba keenam ekor onta tersebut mendekat padanya, hingga beliau dpt dgn mudah menyembelihnya satu demi satu.
  18. Beliau mengusap tetek kambing betina yg tdk hamil, & tdk dikawini pejantan, maka mengalir deraslah susu dari tetek kambing tersebut. Beliau pun meminumnya & memberikannya juga pd Abu Bakar.Kisah semacam ini juga terjadi di kemah Umi Ma’bad al Khuzaiyah.
  19. Kedua mata Ali bin Abi Thalib ra pernah sakit, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun meludahinya. Maka sembuhlah saat itu juga. Dan tdk pernah sakit mata lagi. Dia juga didoakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat sakit, lalu sembuhlah ia. Dan setelah itu tdk pernah lagi mengeluh kesakitan.
  20. Kaki Abdullah bin Atik al Anshari pernah sakit, lalu diusaplah oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Saat itu juga kakinya sembuh.
  21. Kematian Ubay bin Khalaf al Jumahi pd perang Uhudtelah dikabarkan sebelumnya oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
  22. Sa’ad bin Muadz berkata pd Umayyah bin Khalaf, saudara Ubay bin Khalaf: “Saya mendengar Muhammad sesumbar bahwa dia yg akan membunuhmu.”Maka pd Perang Badar terbunuhlah dia dalam keadaan kafir.Sebelum terjadi perang Badar beliau mengkabarkan tempat-tempat yg akan menjadi letak tewasnya orang-orang musyrik. Beliau berkata: “Ini tempat tewasnya Fulan besok insya Allah, ini tempat tewasnya Fulan besok insya Allah.” Hal itu pun terbukti

    Beliau mengkabarkan bahwa, ada beberapa kelompok umatnya yg akan berjihad mengarungi lautan, & Umi Haram binti Milhan termasuk diantara mereka. Dan terbuktilah perkataan Beliau

    Beliau berkata pd Usman:”Engkau akan ditimpa musibah besar. Ternyata Usman mati terbunuh.

    Dan beliau berkata pd Hasan bin Ali: “Sesungguhnya cucuku ini seorang tokoh, semoga Allah mendamaikan 2 kelompok orang-orang mukmin yg bertikai melalui perantaraannya.” Dan terbuktilah perkataan beliau.

    Kematian al Aswadal Ansi al Kadzdzab dikabarkan pd Malam ia terbunuh, & siapa pembunuhnya, padahal ia di San’a Yaman. Demikian pula kematian Kisra.

    Beliau memberitahukan tentang Syaima’ binti Buqailah al Azadiyah, bahwasanya ia diangkat dgn mengenakan kerudung hitam di atas bagal kelabu, kemudian hal ini terbukti pd zaman Abu Bakar asSiddik ra pd tentara Khalid bin Walid.

    Perkataan Beliau pd Tsabit bin Qois bin Syimas: “Engkau akan hidup mulia & mati syahid.” Maka hal itu terbukti, dia hidup mulia & mati syahid dalam perang Yamamah.

    Perkataan beliau tentang seseorang yg mengaku dirinya Islam, & ikut terjun di medan perang:”Sesungguhnya ia termasuk ahli neraka”. Maka Allah pun membuktikan perkataannya, orang tersebut mati bunuh diri.

    Doa beliau utk Umar bin Khatab sebelum islamnya. Maka keesokan harinya, ia pun masuk Islam.

    Doa beliau utk Ali bin Abi Thalib agar Allah menghilangkan panas & dingin darinya. Maka Ali pun tdk merasa panas & dingin lagi setelah itu.

    Doa beliau utk Abdullah bin Abbas agar dipahamkan oleh Allah ilmu-ilmu agama & tafsir. Hal itu terbukti hingga dijuluki Lautan Ilmu karena byk nya ilmu yg ia kuasai.

    Doa beliau utk Anas bin Malik agar panjang umur, byk anak & harta, serta diberkahi Allah. Terbukti dgn lahirnya 120 anak kandungnya, memiliki kebun kurma yg berbuah 2 kali dalam setahun, & hidup hingga mencapai usia 120 tahun atau sekitar angka itu.

    Utaibah bin Abu Lahab merobek baju & menyakiti beliau. Maka berdoalah beliau memohon pd Allah agar ia mendapat bencana dgn ulah seekor anjing diantara anjing-anjingnya. Dia pun dibunuh oleh singa di Zarqa, daerah Syam.

    Beliau mendapat pengaduan atas kemarau yg berkepanjangan, & tiada turun hujan, sementara saat itu beliau berkhutbah jum’at di atas mimbar. Maka beliau pun berdoa, sementara di langit tdk ada gumpalan awan. Secara tiba-tiba datanglah mendung yg bergulung-gulung sebesar gunung, & turunlah hujan yg berkepanjangan hingga hari jum’at berikutnya. Dan muncullah pengaduan pd beliau atas byk nya hujan tersebut, sehingga beliau pun berdoa kembali. Dan hujan pun terhenti, hingga orang-orang keluar dari rumah mereka berjalan di bawah terik matahari.

    Beliau memberi makan pasukan perang Khandak yg berjumlah ribuan, juga hewan ternak dari sebuah wadah kecil yg biasa utk menakar gandum atau lbh kecil dari itu. Mereka pun kenyang & ketika beranjak pergi, sisa makanan pun masih seperti semula.

    Dan beliau memberi makan pasukan perang Khandak juga dgn sedikit kurma yg dibawa oleh putri Basir bin Sa’ad. Sebenarnya kurma tersebut utk ayah & pamannya, Abdullah bin Rawahah.

    Beliau menyuruh Umar bin Khatab utk memberikan bekal pd 400 orang pasukan berkuda dgn sedikit kurma. Setelah hal tersebut dilaksanakan, sisa kurma tetap seperti semula, seakan tdk berkurang sedikitpun.

    Beliau memberi makan 80 orang di rumah Abu Thalhah dgn beberapa potong roti dari gandum yg jumlahnya sangat sedikit, bahkan Anas yg menghidangkannya, membawa roti yg sedikit tersebut cukup diapit dibawah ketiaknya. Namun mereka merasa kenyang seluruhnya.

    Beliau memberi makan para pasukan dgn makanan dari sebuah wadah milik Abu Hurairah hingga mereka kenyang seluruhnya. Lalu beliau mengembalikannya & masih ada sisa. Beliau pun mendoakannya. Maka Abu Hurairah pun senantiasa makan makanan dari wadah itu selama hidup Rasulullah, Abu Bakar, Umar & Usman. Tatkala Usman terbunuh, wadah tersebut ia hadiahkan pd seseorang. Dan dalam riwayat darinya(Abu Hurairah), wadah tersebut mampu menampung 3000 gantang makanan tatkala dibawa jihad fi sabilillah.

    Ketika menikah dgn Zaenab, beliau memberi makan para tamu dari sebuah mangkuk buatan yg merupakan hadiah dari Ummu Sulaim utk Zaenab. Makanan yg diambil dari mangkuk tersebut senantiasa tetap, tdk berkurang.

    Pada saat Perang Hunain, beliau melempar pasukan musuh dgn segenggam pasir. Dengan pertolongan Allah, musuh dpt dikalahkan. Diantara mereka ada yg berkata:”tak seorang pun diantara kami yg luput dari siraman pasir, semua mata terkena siraman tersebut. Allah berfirman dalam peristiwa ini: Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yg membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yg membunuh mereka, & bukan kamu yg melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yg melempar. (surat al Anfal:17)

    Seratus orang kafir Qurais menunggu beliau di luar rumah, & bermaksud membunuhnya. Namun begitu beliau keluar, & menyiramkan pasir ke kepala mereka, mereka tdk sanggup melihat Rasulullah yg berlalu di hadapan mereka.

    Suraqah bin Malik bin Ju’sam mengejar beliau saat perjalanan hijrah ke Madinah. Pengejaran itu dia lakukan karena ingin membunuh atau menawannya. Tatkala jarak antara dia & Rasulullah telah dekat, Rasulullah pun berdoa & Allah mengabulkan dgn terperosoknya kaki kuda Suraqah ke dalam tanah. Dia pun berteriak minta tolong pd Rasulullah. Maka tatkala Rasulullah berdoa kembali, kaki kuda Suraqah pun dpt keluar dari himpitan tanah kembali.

    Mukjizat-mukjizat beliau yg lain masih byk, sbg bukti kenabian & akhlaq beliau yg suci tetapi kami cukup menyebutkan sebagiannya saja.

Al-Hafiz Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al-Maqdisy, Penerjemah: Team Indonesia

Sepuluh Sahabat yang dijamin Masuk Surga

  1. Abu Bakar as Siddiq raNama aslinya adl Abdullah bin abi Quhafah.

    1. Ayahnya, Abu Quhafah yg nama aslinya adl Usman bin Amir bin Amr bin Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ai bin Ghalib atTaimiy al Qurosy bertemu silisilah/ keturunan dgn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Murrah bin Ka’b.
    2. Ibu Abu Bakar adl Ummul Khair Salma binti Shokhr bin Amir bin Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murrah
    3. usia beliau 63 tahun, sama seperti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Dia termasuk orang yg pertama masuk islam. Manusia terbaik setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Mengemban kekhilafahan selama 2,5 tahun. Riwayat-riwayat lain menyebutkan 2 tahun 4 bulan kurang 1 hari; 2 tahun;20 bulan
    4. Putera-puterinyanya

      1. Abdullah, awal masuk islam sehingga termasuk sahabat. Diasaat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam & Abu Bakar bersembunyi di dalam goa menghindari kejaran kafir Quraisy, ia pernah masuk goa itu juga. Dia terkena anak panah di Thaif, meninggal di saat ayahnya mengemban khilafah.
      2. Asma’, pemilik 2 ikat pinggang. Istri Zubeir bin Awwam. Hijrah ke Madinah di saat mengandung Abdulllah bin Zubeir. Sehingga Abdullah merupakan orang islam pertama yg lahir setelah hijrah. Ibu Asma’ adl Qutailah binti Abdul Uzza berasal dari Bani Luay meninggal dalam keadaan kafir.
      3. Aisyah binti as-Siddiq, istri NabiIa memiliki saudara seayah & seibu yaitu Abdurrahman bin Abu Bakar, yg berada di barisan kaum musyrikin pd perang Badar, namun setelah itu ia masuk islam. Ibu Aisyah adl Ummu Ruman binti Amir bin Uaimir bin Abdu Syams bin Attab bin Udzinah bin Subai’ bin Duhman bin al Harits. Masuk islam, & ikut hijrah ke madinah & wafat di zaman Rasulullah sawCucu Abu Bakar: Abu Atik Muhammad bin Abdurrahman lahir di zaman Rasulullah saw,termasuk sahabat. Sehingga kami tdk tahu keluarga lain (selain Abu Bakar) yg dgn 4 keturunan, semuanya tergolong sahabat (ayah Abu Bakar-Abu Bakar-Abdurrahman-Abu Atik)
      4. Muhammad bin Abu Bakar. Lahir pd zaman haji wada’. Meninggal di Mesir & dikuburkan disana.Ibunya adl Asma’ binti Umais al Khots’amiyyah.
      5. Ummu Kultsum binti Abu Bakar.Lahir setelah Abu Bakar wafat. Ibunya adl Habibah, riwayat lain menyebutkan Fakhitah binti Kharijah bin Zaid bin Abu Zuhair al Anshari. Ia dinikahi Thalhah bin UbaidillahKeenam putera-puteri Abu Bakar adl sahabat Nabi, kecuali Ummu Kultsum. Sementara Muhammad lahir masih zaman Nabi. Abu Bakar wafat pd tanggal 27 Jumadil Akhir 13H.
  2. Abu Hafs Umar bin Khatab ra

    1. Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdil Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razakh bin Adiyy bin Ka’b bin Lu’ai bin Ghalib.Bertemu silisilah/ keturunan dgn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Murrah bin Ka’b.
    2. Ibunya adl Khantamah binti Hasyim. Riwayat lain menyebutkan binti Hisyam bin al Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.
    3. Umar masuk islam di Mekah, & mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah saw
    4. Putera-puteri Umar

      1. Abu Abdurrahman AbdullahMasuk Islam pd awal datangnya Islam. Berhijrah bersama ayahnya. Dan dia termasuk sahabat pilihan.
      2. Hafshah, istri Nabi sawIbu Hafshah adl Zaenab binti Math’un
      3. Ashim bin UmarLahir pd zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Ibunya adl Ummu Ashim Jamilah binti Tsabit bin Abi al Aqlah
      4. Zaid al Akbar bin Umar, & Ruqayyah putri Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib.
      5. Zaid al Ashghar & Abdullah, keduanya putera Ummu Kultsum binti Jarwal al Khuzza’i
      6. Abdurrahman al Akbar bin Umar & Abdurrahman al Ausath, Abu Syahmah yg didera akibat minum khomr. Ibunya adl Ummu Walad yg juga disebut Lahyah.
      7. Abdurrahman al Ashghar bin Umar. Ibunya adl Ummu Walad yg juga disebut Fakihah.
      8. Iyadh bin Umar. Ibunya adl Atikah binti Zaid bin Amr bin Nufail.
      9. Abdullah al Ashghar bin Umar. Ibunya adl Saidah binti Rafi’ al Anshariyyah. Dari Bani Amr bin Auf
      10. Fathimah binti Umar. Ibunya adl Ummul Hakim binti Harits bin Hisyam
      11. Ummul Walid binti Umar. Tetapi kebenaran masih perlu diteliti lagi.
      12. Zaenab binti Umar. Saudara Abdurrahman al Ashghar bin Umar.

      Umar mengemban kekhalifahan selama 10 tahun 6,5 bulan. Terbunuh pd akhir DzulHijjah 23 Hijriyah, pd usia 63 tahun sesuai dgn usia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Akan tetapi ada perselisihan pendapat tentang usia beliau ini.

  3. Abu Abdullah Ustman bin Affan raIa adl cucu dari Abu al Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf. Nasab keturunannya bertemu dgn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Abdu Manaf, yg merupakan kakek ke lima.Nam ibunya adl Arwa binti Kuraiz bin Rabiah bin Habib bin Abdi Syams bin Abdu Manaf. Sementara Ibnya adl putri Ummul Hakim al Baidha’ binti Abdul Muthalib.

    Utsman masuk islam pd awal datangnya islam di Mekah. Melakukan hijrah 2 kali (Habasayah & Medinah). Menikahi 2 puteri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Mengemban kekhilafahan selama 12 tahun kurang 10 hari. Ada riwayat menyebutkan kurang12 hari.Terbunuh pd 18 Dzul Hijjah tahun ke-35 Hijriah ba’da Ashar. Saat itu ia sedang puasa. Ia meninggal pd usia 82 tahun.

    Putera-puteri Beliau:

    1. Abdullah al akbar, dilahirkan oleh Ruqayyah, puteri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Meninggal dunia pd usia 6 tahun. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ikut masuk liang lahat saat penguburannya.
    2. Abdullah al Ashghar, dilahirkan oleh Fakhitah binti ‘Azwan, saudari Utbah
    3. Umar, Khalid, Aban & Maryam. Mereka dilahirkan oleh Ummu Amr binti Jundab bin Amr bin Humamah dari kabilah Azd daerah Daus
    4. al Walid, Said & Ummu Amr. Mereka dilahirkan oleh Fatimah binti Walid bin Abdu Syams bin Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.
    5. Abdul Malik. Dia tdk mempunyai keturunan. Meninggal dunia tatkala telah dewasa. Dia dilahirkan oleh Ummul Banin binti Uyainah bin Hisn bin Hudzaifah bin Zaid
    6. Aisyah, Ummu Aban & Ummu Amr. Mereka dilahirkan oleh Ramlah binti Syaibah bin Rabiah
    7. Ummu Khalid, Arwa & Ummu Aban as Sughra. Mereka dilahirkan oleh Nailah binti Farafishah bin Ahwas bin Amr bin Tsa’labah bin Harits bin Hisn bin Dhamdham bin Adyy bin Janab bin Kalb bin Wabrah
  4. Abu al Hasan Ali bin Abi Thalib raDia adl cucu Abdul Mutthalib, sepupu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamDia dilahirkan oleh Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf. Fatimah adl wanita Bani Hasyim pertama yg melahirkan keturunan dari Bani Hasyim. Masuk Islam di Mekah lalu hijrah ke Madinah & wafat pd zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

    Ali bin Abi Thalib menikah dgn Fatimah puteri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Kemudian lahirlah hasan, Husein & Muhassin dari pernihan ini. Tetapi Muhassin wafat tatkala masih kecil.

    -Putera-Puteri yg lain

    1. Muhammad bin Hanafiah. Ia dilahirkan oleh Khaulah binti Ja’far, dari Bani Hanifah.
    2. Umar bin Ali & saudirnya Ruqayyah al Kubro
    3. Al Abbas al Akbar bin Ali, disebut juga asSaqa. Ia terbunuh bersama Husein
    4. Usman, Ja’far, Abdullah & Banu Ali. Mereka saudara seayah & seibu al Abbas al Akbar. Adapun ibu mereka adl Ummul Banin al Kilabiyah.
    5. Ubaidullah & Abu Bakar. Mereka tdk punya keturunan. Mereka dilahirkan oleh Laila binti Mas’ud anNahsyaliyyah
    6. Yahya bin Ali. Meninggal saat masih kecil. Lahir dari Asma’ binti Umais
    7. Muhammad bin Ali alAshghar ibumya adl seorang budak yg bernama Daraj.
    8. Ummul Hasan & Ramlah. Mereka dilahikan Ummu Sa’d binti Urwah bin Mas’ud ats Tsaqofi.
    9. .Zaenab as Sughra, Ummu Kultsum as Sughra, Ruqayyah as Sughra, Ummu Hani’, Ummul Kiram, Umu Ja’far (nama aslinya Jumanah), Ummu Salamah, Maimunah, Khadijah, Fatimah, & Umamah. Mereka ini dilahirkan dari para ibu yg berbeda-beda.Ali mengemban kekhilafahan selama 4 tahun 7 bulan lbh beberapa hari. Ada beberapa pendapat berbeda mengenai hari. Ia mati terbunuh saat usianya 63 tahun. Ada beberapa riwayat lain menyebutkan 53tahun, 58 tahun, 57 tahun. Pada saat itu disebut tahun Jama’ah, tahun 40 H.
  5. Abu Muhammad Thalhah bin Ubaidillah raIa cucu Usman bin Amr bin Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’b bin Luayy bin Ghalib. Bertemu silisilah / keturunan dgn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Murrah bin Ka’b.-Ibu Thalhah

    Adalah Sha’bah binti Khadrami, saudari al Ala’ bin Khadrami. Nama asli al Khadrami adl Abdullah bin Abbad bin Akbar bin Auf bin Malik bin Uwaif bin Khazraj bin Iyadh bin Sidq. Ibunya masuk islam & wafat dalam islam.

    Thalhah masuk islam pd awal datangnya islam di Mekah. Turut serta dalam Perang Uhud & peperangan setelahnya. Dia tdk turut dalam Perang Badar karena saat itu ia di Syam utk berdagang. Tetapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikannya harta rampasan perang Badar & menetapkannya sbg ahli Badar.

    Diantara Putera-Puterinya:

    • Muhammad asSajjad,dan ImranMuhammad asSajjad terbunuh bersama ayahnya.Kedua putera tersebut dilahirkan Hamnah binti Jahsy
    • Musa bin Thalhah. Dilahirkan Khaulah binti Qo’qo’ bin Ma’bad bin Zurarah.
    • Ya;kub, Ismail, Ishaq.mereka dilahirkan Ummu Aban binti Utbah bin Rabiah
    • Zakaria & Aisyah. Dilahirkan Ummu Kultsum binti Abu Bakar as Shiddik ra
    • Ummu Ishaq binti Thalhah. Dilahirkan Ummul Haris binti Qasamah bin Handzalah at Thaiyyah.Seluruh Putera puteri Thalhah 11 orang. 2 anak yamg lain ada riwayat yg menyebutkan Usman & Shalih, namun riwayat kurang kuat.Thalhah terbunuh pd Perang Jamal pd tahun 36 H. Saat itu ia berusia 62 tahun.
  6. Abu Ubaidillah Zubair bin Awwam raIa cucu Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushayy bin Kilab. Nasab keturunannya bertemu dgn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Qushayy bin Kilab, yg merupakan kakek ke lima.-Ibunya:

    Shafiyyah binti Abdul Mutthalib, bibi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Masuk Islam & Hijrah ke Madinah.

    Zubeir berhijrah 2 kali (Habasayah & Medinah).dan ia shalat 2 kiblat (sebelum dirubah menghadap ka’bah, dahulu kaum muslimin shalat menghadap masjidil Aqsa). Ia adl orang yg pertama kali menghunus pedangnya di perang fi sabilillah. Ia disebut hawaryy Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

    Diantara Putera-Puterinya:

    1. Abdulllah, ia merupakan orang islam pertama yg lahir setelah hijrah.
    2. Al Mundzir,Urwah,Ashim, al Muhajir, Khadijah al Kubro, Ummul Hasan, AisyahKedelapan anak tersebut dilahirkan Asma’ binti Abu Bakar ra.
    3. Khalid, Amr, Habibah, Saudah, Hindun. mereka dilahirkan Ummu Khalid binti Khalid bin Said bin al Ash.
    4. Mush’ab, Hamzah, Ramlah. mereka dilahirkan Rabbab binti Unaif al Kalbiyyah.
    5. Ubaidah, Ja’far, Hafshah mereka dilahirkan Zaenab binti Bisyr dari Bani Qais bin Tsa’labah.
    6. Zaenab binti Zubair. ia dilahirkan Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abi Mu’aith
    7. Khadijah asShughra. ia dilahirkan alJalal binti Qais dari Bani Asad bin Khuzaimah.Seluruh putera puteri Zubeir 21 orang.Ia terbunuh pd Perang Jamal pd tahun 36 H. Saat itu ia berusia 67 tahun.Riwayat lain 66 tahun.
  7. Sa’ad bin Abi Waqas raNama Abi Waqas adl Malik bin Uhaib bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Bertemu silisilah/ keturunan dgn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Kilab bin Murrah.-Ibunya: Hamnah binti Sufyan bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdi Manaf

    Sa’ad masuk islam pd awal datangnya Islam di Mekah. Ia berkata: “Saya adl orang ketiga yg masuk Islam”

    Turut serta dalam Perang Badar & seluruh peperangan setelahnya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Ia adl orang yg pertama kali melontarkan anak panahnya di perang fi sabilillah. Adapun lontaran anak panahnya diarahkan pd sebuah pasukan yg di dalamnya terdapat Abu Sofyan. Pertemuan 2 pasukan itu terjadi dekat Rabigh di awal tahun pertama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang di Madinah.

    Diantara Putera-Puterinya:

    1. Muhammad, ia dibunuh al Hajjaj
    2. Umar, dibunuh al Muhtar bin Abi Ubaid
    3. Amir da Mus’ab. Mereka berdua meriwayatkan hadis
    4. Umair, Shalih, Aisyah mereka Bani Sa’dWafat di istananya di Aqiq, yg jaraknya 10 mil dari Madinah. Lalu jenazahnya dipikul ke Madinah. Itu terjadi tahun 55 H. saat itu ia berusia 70 tahun lebih. Ia merupakan orang yg terakhir meninggal diantara 10 orang yg mendapat kabar gembira masuk surga.
  8. Abu al ‘Awar Said bin Zaid bin Amr raIa cucu Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Razah bin Adyy bin Ka’b bin Luayy bin Ghalib. Bertemu silisilah/ keturunan dgn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Ka’b bin Luayy.Ibunya: Fatimah binti Ba’jah bin Umayyah bin Khuwailid, dari Bani Mulaih dari Khuzaah.

    Said bin Zaid adl sepupu Umar bin Khatthab ra, & menikah dgn saudara Umar, Ummu Jamil binti Khattab.

    Ia masuk islam pd awal datangnya islam di Mekah.Namun ia tdk turut dalam Perang Badar.

    Diantara Puteranya adl Abdullah, seorang penyair.

    Zubeir bin Bakkar berkata: Said anaknya sedikit, & diantar mereka tinggal di luar Madinah.

    Said meninggal tahun 51 H. saat itu ia tengah berusia lbh dari 70 tahun

  9. Abu Muhammad Abdurrahman bin Auf bin Abdi Auf raIa cucu Ibnu Abd bin al Haris bin Zuhrah bin Kilab. Bertemu silisilahnya dgn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Kilab bin Murrah.Ibunya bernama as Syifa’. Riwayat lain menyebutkan al’Anqa’binti Auf bin Abdul Harits bin Zuhrah.ia masuk Islam & hijrah

    Abdurrahman bin Auf masuk Islam pd awal datangnya Islam di Mekah. Turut serta dalam Perang Badar & seluruh peperangan setelahnya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamDalam riwayat sahih disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjadi makmum shalat padanya saat Perang Tabuk.

    Diantara Putera-Puterinya:

    1. Salim al Akbar, meninggal sebelum datangnya Islam
    2. Ummul Qasim, lahir pd zaman Jahiliyah
    3. Muhammad, lahir setelah datangnya Islam. Dengan nama ini Abdurrahman dijuluki (abu Muhammad)
    4. Ibrahim, Humaid & Ismail. mereka dilahirkan Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abi Mua’ith bin Abi Amr bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdi ManafUmmu Kultsum termasuk wanita yg hijrah & salah seorang yg telah baiat pd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Dan seluruh putera Abdurrahman yg lahir darinya, menjadi perawi hadis.Urwah bin Abdurrahman, terbunuh di Afrika. Ia dilahirkan Nuhairah binti Hani’ bin Qabishah bin Mas’ud bin Sya’ban

      Halim al Asghar, terbunuh di Afrika.Ia dilahirkan Sahlah binti Suhail bin Amr. Ia saudara seibu Muhammad bin Abu Hudhaifah bin Utbah

      Abdullah al Akbar, terbunuh di Afrika. Ibunya dari bani Abdil Ashal. Abu Bakar bin Abdurrahman & Abu Salamah al Fakih, ia Abdullah al Ashghar. Ibunya adl Tumadhir binti al Ashbagh alKalbiyyah. Ia wanita dari Bani Kalbiy pertama yg dinikahi lelaki Quraisy.

      Abdurrahman bin Abdurrahman & Mus’ab bin Abdurrahman. Mush’ab pernah menjadi tawanan polisi Marwan bin Hakam di Madinah.

      Abdurrahman meninggal di Madinah, & dimakamkan di Baqi’ tahun 32 H saat kekhalifahan Usman bin Affan.Usman ikut menyolati jenazahnya. Ia wafat pd usia 72 tahun.

  10. Abu Ubaidah Amir bin Abdullah bin al Jarrah raIa cucu Hilal bin Uhaib bin Dhabbah bin al Harrits bin Fihr bin Malik.Dilahirkan Ummu Ghanm binti Jabir bin Abdul Uzza bin Amir bin Umairah bin Wadi’ah bin Al Harits bin Fihr. Dalam riwayat lain: Umaimah binti Ghanm bin Jabir bin Abdul Uzza. Bertemu silisilah/ keturunan dgn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Fihr bin Malik.

    Abu Ubaidah masuk islam pd awal datangnya islam di Mekah, sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk Darul Arqam. Turut serta dalam Perang Badar & beberapa peperangan setelahnya bersama Rasulullah SAW. Pada saat Perang Uhud, ia mencabut 2 gelang (dari rajutan baju besi) yg menancap di wajah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dgn gigi depannya.Akibatnya, tanggallah 2 giginya

    Keturunan Abu Ubaidah ra:

    Hanya 2 putera, yaitu Yazid & Umar. Namun mereka meninggal, & tdk terdapat lagi penerus generasi Abu Ubaidah.

    Wafatnya:

    Abu Ubaidah ra wafat karena wabah penyakit tha’un amwas pd tahun 18 H. Ia dimakamkan di Ghour Baisan di Desa Amta’. Saat itu usianya 58 tahun. Muadz bin Jabal ra ikut menshalati jenazahnya. Ada riwayat lain menyebutkan Amr bin A’sh pun ikut.

    Pada saat Perang Badar Abu Ubaidah membunuh ayahnya yg saat itu masih kafir. Karena peristiwa ini Allah menurunkan ayat:

    Kamu tdk akan mendapati kaum yg beriman pd Allah & hari akhirat, saling berkasih-sayang dgn orang-orang yg menentang Allah & Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah orang-orang yg telah menanamkan keimanan dalam hati mereka & menguatkan mereka dgn pertolongan yg datang daripada-Nya. & dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yg mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, & merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah golongan Allah. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adl golongan yg beruntung. [58. Al Mujaadilah]

Al-Hafiz Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al-Maqdisy,
Penerjemah:
Team Indonesia

Keteguhan Hati (Tsabat)

ياَمُقَلِّبَ الْقًُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ

Ya (Allah) Yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu

Banyak sekali kita menemukan pemuda yg merindukan saat-saat pertama yg terpancar padanya gairah hidup, memiliki semangat yg menggebu-gebu, sangat bersungguh-sungguh melaksanakan sunnah, sangat jauh dari lingkaran yg haram & syubhat. Kemudian apa? Jiwa menjadi tumpul, semangat menjadi kendur, & setiap pemuda sudah cukup sbg salah satu individu di tengah-tengah kaum muslimin. Ini lbh baik kondisinya dari pd yg berbalik ke belakang memusuhi dakwah, mengolok-olok para du’at & mengancam jalannya. Sesungguhnya ia adl pertarungan akhir di antara mundur ke belakang & tetap teguh.

Yang kami maksudkan tsabat (teguh) adl tetap berada di jalur petunjuk, konsisten di atas jalan ini, istiqamah di atas kebaikan & terus berusaha utk menambah. Setiap kali seseorang mulai melemah, di sana ada tingkatan penolong yg tdk menerima penurunan darinya atau kurang padanya. Dan jika tergelincir tumitnya maka dia langsung bertaubat. Bisa jdi setelah taubat menjadi lbh baik dari sebelumnya. Itulah kondisi orang yg bersifat dgn akhlak tsabat.

Tsabat memiliki beberapa gambaran yg mencakup sisi-sisi kehidupan seorang muslim, di antaranya tsabat di dalam peperangan sebagaimana tsabatnya golongan yg byk bersama para nabi mereka, & ucapan mereka adalah:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا:”Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami & tindakan-tindakan kami yg berlebih-berlebihan dalam urusan kami, & tetapkanlah pendirian kami,…“. (Al Qur’an Surat: Ali Imran:147)

Dan kelompok yg sabar dgn kepemimpinan Thaluth yg Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman tentang mereka:

وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا

Tatkala Jalut & tentaranya telah tampak oleh mereka, merekapun berdo’a:”Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, & kokohkanlah pendirian kami…”. (Al Qur’an Surat: al-Baqarah:250)

Dalam hal itu merupakan bimbingan bagi setiap mukmin agar berlindung kpd Allah Subhanahu wa ta’ala seraya memohon keteguhan dari-Nya.

Dan Umat ini (kaum muslimin) diseru dgn firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا

Hai orang-orang yg beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu…(Al Qur’an Surat: al-Anfal:45)

Dan termasuk dosa besar dalam agama kita adl berlari (kabur) dari peperangan, karena itulah ia termasuk sepuluh wasiat yg diberikan Rasulullah  kpd Mu’adz bin Jabal :…إِيَّاكَ وَالْفِرَارَ مِنَ الزَّحْفِ وَإِنْ هَلَكَ النَّاسُ. وَإِذَا أَصَابَ الناسَ مَوْتَان وَأَنْتَ فِيْهِمْ فَاثْبُت

“Hindarilah berlari dari medan perang sekalipun manusia telah binasa, sekalipun kematian menimpa manusia & engkau berada di tengah mereka maka berteguh hatilah.“

  1. Karena teguh hati menambah kekuatan kpd orang-orang yg beriman & memberikan rasa takut di hati musuh, serta membuat musuh kecewa. Rasulullah  telah menanamkan pengertian ini di hari perang Ahzab sambil mengangkat tanah, sedangkan tanah mengotori perutnya, dia bersabda:لَوْلاَ أَنْتَ مَااهْتَدَيْنَا وَلاَتَصَدَّقْنَا وَلاَصَلَّيْنَا, فَأَنْزِلِ السَّكِيْنَةَ عَلَيْنَا وَثَبِّتِ اْلأَقْدَامَ إِنْ لاَقَيْنَا إِنَّ الألى قَدْ بَغَوْا عَلَيْنَا إِذَا أَرَادُوْا فِتْنَةً أَبَيْنَا

    “Jika bukan karena Engkau niscaya kami tdk mendapat petunjuk, kami tdk bersedakah & tdk shalat, maka turunkanlah ketenangan kpd kami, teguhkanlah pendirian kami jika kami bertemu (musuh), sungguh mereka berbuat aniaya kpd kami, apabila mereka ingin berbuat fitnah (kekacauan) kami enggan.”

  2. Sesungguhnya tsabat di atas agama cukup menyibukkan seorang muslim, maka ia byk berdoa dengannya. Rasulullah  memperbanyak do’anya:ياَمُقَلِّبَ الْقًُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ

    Ya (Allah) Yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu.

  3. Sungguh Rasulullah  merasa khawatir terhadap dirinya dalam menghadapi kaum jahiliyah bahwa dia bersikap mudahanah (menjilat/berpura-pura) atau lemah, karena itulah Rabb kita Subhanahu wa ta’ala berseru kepadanya  dgn karunia-Nya kepadanya agar dia  memurnikan loyalitasnya kpd Allah Subhanahu wa ta’ala:وَلَوْلآَ أَن ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدتَّ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيلاً. إِذًا َّلأَذَقْنَاكَ ضِعْفَ الْحَيَاةِ وَضِعْفَ الْمَمَاتِ…

    Dan kalau Kami tdk memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kpd mereka.* kalau terjadi demikian, benar-benarlah, Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini & begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, (Al Qur’an Surat: al-Isra`:74-75)

    Hendaklah para du’at berhati-hati saat menghadapi orang-orang zhalim dari tergelincirnya pendirian & goncangnya sikap loyal (kepada Allah Subhanahu wa ta’ala ).

    Huzaifah  mengingatkan para ulama karena mereka adl panutan: ‘Wahai para qari (maksudnya: ulama), istiqamahlah, jika kamu mengambil jalan kanan & kiri (menyimpang dari kebenaran), sungguh kamu telah berada dalam kesesatan yg jauh.

  4. Jika kesesatan orang yg berbolak-balik kanan & kiri hanya terbatas pd dirinya niscaya perkaranya ringan, akan tetapi orang lain terpengaruh dgn kesesatannya.Di antara sarana ahli kitab dalam mengacaukan barisan kaum muslimin bahwa mereka berpura-pura masuk Islam, kemudian mereka murtad agar orang lain menjadi murtad bersama mereka:

    وَقَالَتْ طَآئِفَةُُ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ ءَامِنُوا بِالَّذِي أُنزِلَ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُوا ءَاخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

    Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya):”Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kpd apa yg diturunkan kpd orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pd permulaan siang & ingkarilah ia pd akhirnya, supaya mereka (orang-orang mu’min) kembali (kepada kekafiran). (Al Qur’an Surat: Ali Imran:72)

    Maka orang yg beruntung adl orang yg diberi Allah Subhanahu wa ta’ala taufik utk tsabat, diakhiri dgn kebaikan & wafat saat melakukan amal penghuni surga, hingga Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan keteguhan padanya saat ditanya.

    Jika engkau merenungkan hadits-hadits haudh (telaga) dari shahih Muslim niscaya engkau mendapatkan bahwa segolongan manusia dihalangi darinya, sedangkan Rasulullah  bersabda: ‘Wahai Rabb-ku, para sahabatku.’ Dikatakan kepadanya: ‘Sesungguhnya engkau tdk mengetahui apa yg mereka perbuat sesudahmu.’ Maka Rasulullah  berdoa atas mereka: ‘Jauh, jauh, bagi orang yg merubah sesudahku.’ Dalam riwayat yg lain dikatakan kepadanya: ‘Demi Allah Subhanahu wa ta’ala mereka senantiasa kembali di atas tumit mereka (murtad).’ Ibnu Abi Mulaikah -salah seorang perawi hadits ini- berkata: ‘Ya Allah, kami berlindung kepadamu bahwa kami kembali ke belakang kami (murtad) atau difitnah agama kami.”

  5. Kalimat yg berbunyi: ‘mereka senantiasa kembali di atas tumit mereka (murtad)‘ mengisyaratkan mundur perlahan serta terus menerus yg membawa kpd kejatuhan. Kemungkinan susah kembali setelah lama berlalu. Selamatlah bagi orang yg menemukan dirinya agar tdk tergelincir kakinya setelah teguhnya.Kita byk menemukan do’a-do’a yg mengfokuskan pengertian tsabat, di antaranya do’a Abdullah bin Mas’ud :

    اللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لاَيَرْتَدّ وَنَعِيْمًا لاَيَنْفَدُ

    “Ya Allah, aku aku memohon kepadamu iman yg tdk kembali (kepada keyakinan sebelumnya) & nikmat yg tdk sirna…”

  6. Syaddad bin Aus  berkata: ‘Rasulullah  mengajarkan kpd kami beberapa kalimat yg kami berdoa dengannya di dalam shalat kami: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu keteguhan hati dalam perkara, & aku memohon petunjuk yg kuat.
  7. Di antara gambaran tsabat di dalam fitnah: sabar di hari-hari yg pahit yg digambarkan oleh Rasulullah  dgn sabdanya:الصَّبْرُ فِيْهِنَّ مِثْل الْقَبْضِ عَلَى الْجَمْرَةِ

    “Sabar padanya seperti menggenggam bara api.”

    Dalam riwayat yg lain: ‘Akan datang sesuatu masa, orang yg sabar padanya di atas agamanya bagaikan orang yg menggenggam bara api.

  8. Siapakah yg bisa teguh pendiriannya sambil memegang bara api? Karena itulah Rasulullah  memberikan kabar gembira bahwa orang yg teguh dari mereka sama dgn pahala 5 puluh (50) orang sahabat:إِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامُ الصّبْرِ, لِلْمُتَمَسِّكِ فِيْهِنَّ يَوْمَئِذٍ بِمَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرُ خَمْسِيْنَ مِنْكُمْ

    “Sesungguhnya di belakangmu ada hari-hari yg pahit, bagi yg berpegang padanya di hari itu sama dgn pahala 5 puluh (50) orang darimu.

  9. Fitnah terberat yg dihadapi kaum muslimin adl saat keluarnya Dajjal & berbuat kerusakan di kanan & kiri, maka wasiat utama Rasulullah  yg diberikan kpd umatnya saat itu adalah: ‘Wahai hamba-hamba Allah, teguhkanlah pendirianmu.
  10. Dan di antara gambaran tsabat yg terpenting adl kontinyu dalam taat ibadah, maka yg diminta dalam sebagiannya adl terus menerus atasnya. At-Tirmidzi meriwayatkan:مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

    “Barangsiapa yg menekuni shalat sunnah 2 belas (12) rekaat niscaya Allah Subhanahu wa ta’ala membangun rumah untuknya di surga.”

  11. Dalam riwayat Muslim, Ummu Habibah (yang meriwayatkan hadits) berkata: Amr bin Aus & Nu’man bin Tsabit (termasuk yg meriwayatkan hadits) berkata: ‘Aku tdk pernah meninggalkannya sejak mendengarnya.
  12. Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita tentang Rasulullah : ‘Agama (ibadah) yg paling disukai beliau adl yg ditekuni oleh pelakunya.
  13. Dan dalam riwayat Muslim juga: ‘Apabila Aisyah radhiyallahu ‘anha melakukan satu ibadah, ia menekuninya.
  14. Ketika Rasulullah  ditanya: ‘Ibadah apakah yg paling disukai Allah Subhanahu wa ta’ala? Beliau menjawab, ‘Yang paling ditekuni, sekalipun sedikit.
  15. Dan apabila keluarga Muhammad  melakukan satu ibadah, mereka menetapkannya.
  16. An-Nawawi berkata: ‘Maksudnya mereka menekuninya & istiqamah atasnya.
  17. Tsabat adl bentuk nyata bagi istiqamah, karena orang yg bingung lagi berbolak-balik tdk mampu bersikap tsabat & tdk kuat istiqamah. Salah seorang sahabat berkata: ‘Ya Rasulullah , ceritakanlah kepadaku satu amal ibadah yg aku istiqamah atasnya & mengamalkannya. Maka beliau menjawab dgn yg paling wajib pd waktunya: ‘Kamu harus hijrah, maka ia tdk ada bandingnya.
  18. Di antara perhatian serius sahabat terhadap fenomena tsabat dalam tingkah laku setiap orang, sesungguhnya Buraidah bin Hushaib  menemui Salamah bin Akwa’ yg datang dari desa, maka ia mengira bahwa ia memutuskan hijrahnya ke Madinah & tinggal di luar kota Madinah, ia berkata kepadanya: ‘Kamu kembali dari hijrahmu wahai Salamah? Salamah berkata, ‘Aku berlindung kpd Allah Subhanahu wa ta’ala, sesungguhnya aku mendapat ijin dari Rasulullah .
  19. Termasuk yg dikutuk lewat lisan Rasulullah : (Orang yg kembali menjadi arab badawi setelah hijrahnya.)
  20. Inilah gambaran generasi percontohan, sangat bersemangat di atas keteguhan hati & saling berpesan dengannya serta khawatir kembali lagi (ke masa lalu). Di tahun haji wada` (perantunan), Rasulullah  mengajak sahabatnya utk tetap teguh di atas hijrah mereka ke Madinah agar negara yg baru tumbuh menjadi kuat: ‘Ya Allah, teruskanlah hijrah para sahabatku & janganlah Engkau mengembalikan mereka ke belakang (maksudnya; kembali tinggal di Makkah, pent.).
  21. Dan ucapan jami’ Rasulullah  dalam menjelaskan hakikat Islam adalah: Iman & tsabat: ‘Katakanlah kepadaku satu kata di dalam Islam yg aku tdk bertanya lagi kpd seseorang sesudahmu.’ Beliau bersabda: Katakanlah: Aku beriman kpd Allah Subhanahu wa ta’ala kemudian istiqamah.”22

Ringkasan:

Kebanyakan pemuda tdk bisa meneruskan semangatnya di permulaan.

Di antara gambaran tsabat:

  1. tsabat dalam menghadapi musuh.
  2. tsabat di atas agama Allah Subhanahu wa ta’ala.
  3. tsabat di atas istiqamah.
  4. tsabat di hari-hari fitnah.
    orang yg tdk teguh bisa mengacaukan manusia karena tdk tsabatnya.

Hakikat islam adl iman & tsabat.

Mahmud Muhammad al-Khazandar, Terjemah: Muhammad Iqbal Ghazali, Editor: Eko Haryanto Abu Ziyad

Tatakrama Bertamu (Adab Tamu dan Tuan Rumah)

  1. Memuliakan tamu hukumnya wajib, sebagaimana sabda Rasulullah :مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

    “Barang siapa yg beriman pd Allah & hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya”.

    Adapun masa penjamuannya ialah sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi :

    الضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ وَجَائِزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيَْلَةٌ وَلاَيَحِلُّ لِرَجُلٍ مُسْلِمٍ أَنْ يُقيْمَ عِنْدَ أَخِيْهِ حَتَّى يُؤْثِمَهُ قاَلُوْا يَارَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يُؤْثِمَهُ؟ قَالَ:يُقِيْمُ عِنْدَهُ وَلاَ شَيْئَ لَهُ يقْرِيْهِ بِهِ

    “Menjamu tamu itu 3 hari adapun memuliakannya sehari semalam & tdk halal bagi seorang muslim tinggal di saudaranya sehingga ia menyakitinya, para sahabat berkata: ya Rasulallah bagaimana menyakitinya? Bersabda Rasulullah : Tinggal bersamanya sedangkan ia tdk mempunyai apa-apa utk menjamu tamunya“.

  2. Disunahkan mengucapkan selamat datang kpd para tamu sebagaimana hadits yg diriwayatkan dari Ibnu Abbas  ia berkata:لَمَّا قَـدِمَ وَفْدُ أَبِي اْلقَيْسِ عَلىَ النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَرْحَبًا بِاْلوَفْدِ الَّذِيْنَ جَاءُوْا غَيْرَ خَزَابَا وَلاَ نَدَامَى

    “Tatkala utusan Abi Qais datang kpd Nabi , Beliau bersabda: Selamat datang kpd para utusan yg datang tanpa merasa terhina & menyesal”.

  3. Wajib memenuhi undangan sebagaimana sabda Rasulullah :وَمَنْ تَرَكَ الدَّعْـوَةَ فَقَدْ عَصَى اللهَ وَرَسُوْلَهُ

    “Barang siapa yg tdk memenuhi undangan maka ia telah bermaksiat kpd Allah & Rasul-Nya.”4

    Beliau juga bersabda:

    حَقُّ اْلمُسْلِمِ عَلىَ اْلمُسْلِمِ خَمسْ ٌ- وَذَكَرَ مِنْهَا – وَإِجَابَةُ الدَّعْـوَةِ

    “Kewajiban seorang muslim kpd muslim yg lainnya ada lima-diantaranya disebutkan-Memenuhi undangan”.

  4. Sebagian para ulama menyebutkan utk menghadiri undangan maka harus memenuhi syarat sbg berikut:

    1. Orang yg mengundang bukan orang yg harus dihindari & dijauhi.
    2. Tidak ada kemungkaran pd tempat undangan tersebut.
    3. Orang yg mengundang adl muslim.
    4. Penghasilan orang yg mengundang bukan dari penghasilan yg diharamkan, sementara ulama yg lain mengatakan dosanya bagi orang yg mengundang, berbeda dgn jika sesuatu yg diharamkan itu zatnya, seperti minuman keras.
    5. Tidak menggugurkan sesuatu kewajiban tertentu ketika menghadiri undangan tersebut.
    6. Tidak ada madharat bagi orang yg menghadiri undangan.
  5. Sebagian ahli fiqh berkata: Wajib bagi tamu memenuhi 4 syarat:

    1. Pertama: Duduk di mana dia ditempatkan.
    2. Kedua: Ridho dgn apa-apa yg dihidangkan.
    3. Ketiga: Tidak beranjak meninggalkan tempat duduk melainkan setelah meminta izin dari tuan rumah.
    4. Keempat: Berdo’a bagi tuan rumah bila hendak pamitan pulang.Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Dan di antara adab orang yg bertamu adl tdk melirik-lirik makanan dgn matanya, bila diberi pilihan di antara 2 makanan, maka hendaklah dia memilih yg lbh kiri (darinya) kecuali ia mengetahui bahwa orang yg menghidangkan itu senang jika dia mengambil makanan yg ada di sebelah kanan”.
  6. Puasa tdk menghalangi seseorang utk menghadiri undangan, sebagaimana sabda Rasulullah :إذَا دُعِىَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجِبْ فَإِنْ كَانَ صَاِئمًا فَلْيُصَِلِّ وِإِنْ كَانَ مُفْـطِرًا فَلْيُطْعِمْ

    “Bilamana salah seorang di antara kalian di undang, maka hadirilah, bilamana ia puasa maka berdo’alah & bilamana tdk maka makanlah”.

  7. Nabi  bertamu kpd Abdullah bin Amr,’ kemudian ia mengambil karpet utk beliau yg terbuat dari kulit di mana ujung-ujungnya lembut sekali, lalu beliau duduk di atas tanah & karpet tersebut berada diantara Nabi & Abdullah bin Amr’.
  8. Bilamana seorang tamu datang bersama orang yg tdk diundang, maka ia harus meminta izin kpd tuan rumah sebagaimana hadits riwayat Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu:كَانَ مِنَ اْلأَنْصَارِ رَجـُلٌ يُقَالُ لُهُ أَبُوْ شُعَيْبُ وَكَانَ لَهُ غُلاَمٌ لِحَامٌ فَقَالَ اِصْنَعْ لِي طَعَامًا اُدْعُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ فَدَعَا رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ فَتَبِعَهُمْ رَجُلٌ فَقَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ دَعَوْتَنَا خَامِسَ خَمْسَةٍ وَهذَا رَجُلٌ قَدْ تَبِعَنَا فَإِنْ شِئْتَ اْذَنْ لَهُ وَإِنْ شِئْتَ تَرَكْتُهُ قَالَ بَلْ أَذْنْتُ لَهُ.

    “Ada seorang laki-laki di kalangan Ansor yg biasa di panggil Abu Syuaib, Ia mempunyai seorang anak tukang daging kemudian ia berkata kepadanya: Buatkan aku makanan di mana aku bisa mengundang 5 orang bersama Rasulullah . Kemudian Rasulullah  mengundang 4 orang di mana orang yg kelimanya adl beliau, kemudian ada seseorang yg mengikutinya, maka Rasulullah  berkata: Engkau mengundang kami 5 orang & orang ini mengikuti kami, bilamana engkau ridho izinkanlah ia, & bilamana tdk maka aku akan meninggalkannya, Kemudian Abu Suaib berkata: Aku telah mengizinkannya”.

  9. Pelayan orang besar (terpandang) hendaknya mengikuti undangan tersebut sesuai dgn perkataan Anas . Seseorang mengundang Nabi  kemudian aku berangkat bersamanya, orang itu menghidangkan kuah yg didalamnya ada dhuba (Semacam mentimun besar), Rasulullah menyukai & memakan kuah tersebut, tatkala aku melihat hal itu, aku tdk mengambil makanan tersebut & tdk pula memakannya, Anas berkata: Aku senantiasa senang dgn makanan dhuba.
  10. Tidak selayaknya berlebih-lebihan dalam menjamu tamu, sehingga keluar dari kewajaran & standar berlebih-lebihan itu dilihat dari kebiasaan. Rasulullah  bersabda:”Janganlah memaksakan diri berlebih-lebihan menjamu tamu”.
  11. Masuk dgn seizin tuan rumah, begitu juga berpaling setelah beres memakan hidangan, kecuali tuan rumah menghendaki tinggal bersama mereka, hal ini sebagaimana di jelaskan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:يَاأََيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَدْخُـلُوْا بُيُـوْتَ النَّبِي ِّإِلاَّ أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَى طَـعَامٍ غَيْرَ نَاظِـرِيْنَ إِنهُ وَلِكنْ إِذَا دُعِيْتُمْ فَادْخُلُوْا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِـرُوْا وَلاَ مُسْتَئْنِسِيْنَ لِحَدِيْثٍ إَنَّ ذلِكُمْ كَانَ يُؤْذِى النَّبِيَّ فَيَسْتَحِي مِنْكُمْ وَاللهُ لاَ يَسْتَحِي مِنَ اْلحَقِّ

    “Wahai orang-orang yg beriman janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizikan utk makan dgn tdk menunggu-nunggu waktu masak maknannya, tetapi jika kamu diundang maka masuklah & bila kamu selesai makan maka keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yg demikian itu akan mengganggu Nabi. Lalu Nabi malu kepadamu utk menyuruh kamu keluar. Dan Allah tdk malu menerangkan yg benar”

  12. Oleh karena itu berusahalah utk tdk memberatkan tuan rumah.Mendahulukan yg lbh tua dari yg muda serta mendahulukan yg lbh kanan dari yg kiri, sebagaimana Rasulullah  tatkala beliau memberikan minuman pd sesuatu kaum beliau berkata: اِبْدَؤُوْا بِاْلَكبِيْرِ “Mulailah dari yg tua”.
  13. Beliau juga berkata:مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُجِلَّ كَبِيْرَنَا فَلَيْسَ مِنَّا

    “Barang siapa yg tdk mengasihi yg lbh kecil dari kami serta tdk menghormati yg lbh tua dari kami bukanlah golongan kami”.

  14. Hadits ini merupakan penghormatan kpd orang tua.Al-Albani rahimahullah berkomentar setelah membawakan hadits Ibnu Umar  dia berkata: Rasulullah  bersabda:

    أَمَرَنِي جِبْرِيْلُ أَنْ أُقَدِّمَ اْلأَكَابِرَ

    “Jibril memerintahkanku utk mendahulukan yg lbh tua”. Dan hadits Rofi’ bin Khudaij serta hadits Suhail bin Abi Hasmah keduanya berkata (dalam hadits al Qosamah) Berangkatlah Abdul Rahman bin Suhail sedangkan ia orang yg paling muda yg ada di kelompok tersebut. Dia mendahului berbicara sebelum kedua temannya, maka Rasulullah  menegurnya: “Dahulukan orang tua, orang tua adl orang yg lbh tua usianya”. Juga hadits Aisyah radhiallahu anha, ia berkata: “Rasulullah  bersiwak sedangkan disampingnya ada 2 orang laki-laki maka turunlah wahyu kepadanya, supaya memberikan siwak kpd orang yg lbh tua”.

    Al Muhallibi berkata: Hal ini apabila kaum tersebut tdk duduk secara tertib, namun bilamana duduknya tertib maka disunahkan mendahulukan yg kanan.

  15. Kemudian Al-Albani rahimahullah menyebutkan sebuah hadits dari Abdullah bin Abi Habibah radhiallahu anhu dia ditanya apakah engkau mendapatkan sesuatu dari Rasulullah ? Abdullah bin Abi Habibah  menjawab: “Rasulullah  mendatangi masjid kami (masjid Quba), kemudian aku datang, waktu itu aku masih kecil & aku duduk di samping kanannya (Rasulullah) & Abu Bakr duduk di sebelah kirinya. Beliau meminta minuman lalu minum dari air tersebut, kemudian beliau memberikan minuman tersebut kepada-ku, di mana aku berada di samping kanannya, kemudian aku meminumnya lalu berdiri melaksanakan sholat & beliau sholat dgn memakai kedua sendalnya”. Al-Albani rahimahullah berkata: “Hadits ini merupakan dalil bahwasannya yg memberi minum itu dimulai dari sebelah kanan & bukan orang yg paling tua dari kaum tersebut atau orang yg paling alim atau paling mulia”.Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwasannya Rasulullah  tatkala minum, di samping kanannya terdapat orang badui & di samping kirinya Abu Bakr, & Umar berada di hadapannya. Umar  berkata: Wahai Rasulallah! Berikan kpd Abu Bakr & Ia takut kalau Rasulullah  memberikan minuman tersebut kpd orang baduy tersebut, akan tetapi Rasulullah  enggan memberikannya kpd Abu Bakr kemudian beliau memberikannya kpd orang baduy sambil berkata:

    اَْلأَيْمَنُوْن َاَْلأَيْمَنُوْنَ, اَْلأَيْمَنُوَْن

    “Dahulukan yg sebelah kanan, dahulukan yg sebelah kanan, dahulukan sebelah kanan”.

  16. Seorang tamu hendaknya mendo’akan orang yg memberi hidangan kepadanya setelah selesai mencicipi makanan tersebut dgn do’a:أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ, وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ اْلأَبْرَارَ,وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ اْلمَلاَئِكَةُ

    “Telah berbuka di samping kalian orang-orang yg puasa & memakan makanan kalian yg paling bagus semoga malaikat mendo’akan kalian semuanya”.

  17. اَللّهُـمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي, وَاْسقِ مَنْ سَقَانِي:”Ya Allah berilah makanan kpd orang telah yg memberikan makanan kepadaku & berilah minum kpd orang yg telah memberikan kepadaku minuman”.
  18. اَللّهُـمَّ اغْـفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ:”Ya Allah ampuni dosa mereka & kasihanilah mereka serta berkahilah rizki mereka”.19

    Disunahkan tdk mengarahkankan pandangan kpd teman duduknya & mengutamakan orang yg lbh butuh dari pd dirinya, bilamana di belakangnya ada orang yg berdiri, perintahkan dia supaya duduk & bilamana menolak maka biarkanlah. Ataupun orang yg berdiri itu seorang hamba sahaya & pelayannya, karena ingin sesuatu maka berilah dia minum & ambilkan dari makanan yg terbaik kemudian menyuapkannya, bilamana dia makan bersama orang buta beri tahukan tentang makanan yg ada dihadapannya.

    Tidak mengapa saling memberi makanan satu sama lainnya, akan tdk boleh berpindah-pindah dalam menyantap satu hidangan ke hidangan yg lain. Bagi orang yg menyediakan makanan atau salah seorang keluarganya diperbolehkan menyediakan makanan yg khusus bagi tamu tertentu yaitu makanan yg baik bagi sebagian tamu selama hal tersebut tdk menyakiti yg lainnya, sebab hal itu diperbolehkan bagi orang-orang khusus atau di sunahkan memberikan (ke-khususan) kepadanya.

    Menghidangkan apa yg ada tanpa berlebih-lebihan & tdk meminta izin mereka ketika mau menghidangkan makanan tersebut.

    Dari adab orang yg memberikan hidangan ialah melayani para tamunya & menampakkan kpd mereka kebahagiaan serta menghadapi mereka dgn wajah yg ceria & berseri-seri.

    Di antara adab orang yg memberikan hidangan ialah mengajak mereka berbincang-bincang dgn pembicaraan yg menyenangkan, tdk tidur sebelum mereka tidur, tdk mengeluhkan dgn kehadiran mereka, bermuka manis ketika mereka datang, merasa kehilangan tatkala pamitan pulang, tdk berbicara dgn sesuatu masalah yg dpt mengagetkan mereka, tdk marah pd seseorang di hadapan mereka bahkan berusaha memberikan kegembiraan pd hati-hati mereka semaksimal mungkin & menanyakan ketidakhadiran anak-anak mereka secukupnya.

    Tidak menunggu kehadiran sahabat karibnya bilamana jamuan telah dihidangkan.

    Mengundang mereka utk menyantap makanan dgn bahasa yg paling indah. Allah Subhanahu wa ta’ala telah berfirman yg mengisahkan tamunya Nabi Ibrahim Alaihissalam:

    فَرَاغَ إِلىَ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍ. فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ آلاَ تَأْكُلُوْنَ

    “Dan Ibrahim datang pd keluarganya dgn membawa daging sapi (26) kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pd mereka sambil berkata: Tidakkah kalian makan”.

  19. Mendekatkan makanan kpd tamu tatkala menghidangkan makanan tersebut sebagaimana Allah ceritakan tentang Ibrahim Alaihissalam: فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِم ْ”Kemudian Ibrahim mendekatkan hidangan tersebut pd mereka”.
  20. Tamu meminta persetujuan pelayan utk menyantap makanan & tdk menanyakan kpd tuan rumah tentang keadaan rumah kecuali kiblat & WC. Tamu juga tdk melihat-lihat ke arah tempat keluarnya perempuan, tdk menolak tempat duduk yg telah disediakan utk menghormatinya, & tdk menahan diri utk mencuci ke 2 tangan. Bilamana dia melihat tuan rumah bertindak dgn sautu tindakan maka dia tdk menghalanginya utk melakukan hal seperti itu.Diperbolehkan memakan makanan yg ada di rumah kerabat & teman karib bilamana makanan itu berada pd tempat yg tdk terjaga, apabila dia mengetahui atau menduga kerelaan orang yg memiliki memakan tersebut menurut adat kebiasaan yg ada.

    Tidak byk melihat pd arah datangnya makanan.

    Mempercepat utk menghidangkan makanan bagi tamu sebab hal tersebut merupakan penghormatan bagi mereka.

  21. Imam Ibnu Jauzi rahimahullah berkata: Dan janganlah dia memberatkan temannya utk mengatakan kpd tamu “makanlah” bahkan berusaha utk selalu bermuka manis & tdk bermuka masam. Tidak membuat hal yg menjijikan orang lain, tdk mengibaskan tangannya di atas piringnya, juga tdk mendekatkan wajahnya ke piring makanan tatkala dia menyuap makanan ke dalam mulutnya, bilamana ia mengeluarkan sesuatu dari mulutnya utk dibuang maka hendaklah dia memalingkan wajahnya dari makanan & memegang wajahnya dgn tangan kirinya, tdk memasukan sisa suapan ke dalam kuah, & tdk memasukan makanan yg berlemak ke dalam cuka, serta tdk mencelupkan cuka ke dalam makanan yg berlemak sebab hal tersebut membuat tamu yg lain tdk senang.Termasuk adab (bertamu), tdk byk melirik-lirik kpd wajah orang-orang yg sedang makan.

    Seyogyanya tuan rumah tdk mengangkat tangan dari hidangan sampai mereka selesai menyantap hidangan kecuali dia mengetahui kerelaan mereka dgn hal tersebut.

    Makan diatas sufroh (seperai makan) lbh diutamakan daripada makan diatas meja makan. Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Anas r.a beliau berkata: “Bahwasannya Rasulullah  tdk makan di atas meja makan juga tdk makan roti yg lembut hingga akhir hayatnya”.

  22. Di sunnahkan mengiringi tamu hingga pintu rumah. Tatkala Abu Abdul Qosim bin Abdus Salam berkunjung kpd Imam Ahmad bin Hambal semoga Allah merahmati mereka berdua. Abu Ubaid berkata: Tatkala aku hendak berdiri diapun berdiri, aku berkata kepadanya: “Jangan engkau lakukan itu wahai Abu Abdallah, As Sya’bi berkata: “Dari kesempurnaan sikap berkunjung adl berjalan bersamanya ke pintu rumah hingga mengambilkan tali kendaraannya.
  23. Hendaknya orang yg berkunjung mendo’akan tuan rumah yg bertaqwa & tdk fasik dgn do’a dibawah ini sesuai dgn sabda Rasulullah :لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا,وَلاَ يَأْكُلُ طَعَامَك َإِلاَّ تَقِيٌّ

    “Janganlah engkau berteman melainkan dgn orang mu’min, & jangan memakan makanan kalian melainkan orang yg bertaqwa”.

  24. Tidak mengkhususkan jamuan hanya utk orang kaya saja & menghiraukan orang miskin sebagaimana Abu hurairah berkata : “Sejelek-jeleknya makanan adl makanan orang hajatan, di mana yg di undang hanya orang-orang kaya sedangkan orang-orang miskin di biarkan saja, barang siapa yg tdk menghadiri undangan maka ia telah berbuat dosa kpd Allah & Rasul-Nya”.
  25. Seorang tamu hendaknya pulang dgn memperlihatkan budi pekerti yg mulia & meminta maaf pd tuan rumah atas segala kekurangannya.Dari Abu Abdur Rahman bin Abu Bakr As Siddiq semoga Allah merido’i mereka berdua beliau berkata: Datang kpd kami sekelompok tamu, sementara ayahku ingin menghadap Rasulullah dari sejak malam. Abu Abdurrahman bercerita: Maka ayahku pergi (menuju Rasulullah ), kemudian berpesan: Wahai Abdur Rahman selesaikanlah urusan tamumu. Abdur Rahman bercerita: Tatkala malam tiba aku menjamu mereka. Abdul Rahman berkata: “Mereka menolak sambil berkata: (Kami tdk menyantap hidangan ini) sampai datang tuan rumah kami & makan bersama kami”. Abdul Rahman berkata: Aku berkata pd mereka: Dia (Abu Bakr) adl orang yg keras, bilamana kalian tdk makan aku takut terkena amarahnya. Abdul Rahman berkata: “Mereka tetap menolak”, Maka tatkala dia datang, dia tdk memulai menyantap makanan mendahului mereka. Abu Bakr bertanya: “Apakah kalian telah selesai menyantap hidangan kalian?”, Mereka menjawab: “Demi Allah belum”, Abu Bakr berkata: “Tidakkah aku perintahkan Abdur Rahman?” Abdul Rahman berkata: “Kemudian aku berpaling darinya” lalu dia berkata: “Hai Abdul Rahman!” Aku tetap berpaling darinya.

    Maka ia berkata: “Hai bodoh aku bersumpah padamu bilamana engkau mendengar suaraku kemarilah!”. Abdul Rahman berkata: “Kemudian aku menghadap kepadanya, & berkata: Demi Allah, aku tdk berdosa, mereka itu tamu-tamumu, tanyakan kpd mereka!, aku telah membawakan kpd mereka hidangan & mereka menolak utk menyantapnya hingga engkau datang”. Abdul Rahman berkata: “Abu Bakr bertanya: “Mengapa kalian menolak hidangan dari kami?” Abdul Rahman berkata: Berkata Abu Bakr: Aku tdk akan memberi makan padanya malam ini. Mereka menjawab: “Demi Allah kami tdk akan makan hingga engkau memberikan makanan kepadanya”. Abdul Rahman berkata: “Aku tdk pernah mengalami keburukan seperti apa yg menimpaku pd malam ini, celaka kalian mengapa kalian menolak hidangan bagi kalian”, kemudian Abu Bakr berkata: “Adapun yg pertama adl dari syetan, makanlah hidangan kalian. Kemudian mereka membaca basmalah & memulai menyantap makanan. Abdur Rahman berkata: Tatkala hari sudah siang dia pergi kpd Rasulullah , kemudian berkata: Wahai Rasulullah mereka berbuat baik sedangkan aku menyia-nyiakannya, maka dia menceritakan peristiwanya, kemudian Rasulullah mengabarkannya & bersabda: (Engkau orang yg paling baik & terpilih diantara mereka) Abu Bakr berkata: Engkau tdk mengabarkan padaku utk menebus dosanya”.26

Kesimpulan hadits

  1. Tidak menghiraukan tamu karena sibuk dgn sesuatu pekerjaan & kemaslahatan, hal itu boleh dilakukan apabila ada orang yg bisa melayaninya.
  2. Bagi tamu tdk dianjurkan menahan dirinya utk memenuhi keinginan tuan rumah dalam masalah yg berhubungan dgn hidangan, & tdk pula menghalanginya utk menyediakan hidangan tersebut baginya. Namun, bilamana ia mengetahui bahwa tuan rumah memaksakan diri menyediakan hidangan tersebut dgn susah payah karena malu darinya, maka hendaklah dia menolaknya dgn lembut, sebab bisa jdi tuan rumah bermaksud lain di mana dia merasa berat baginya menampakkan maksud tersebut & merasa berat pula menolak kehendak tamunya.
  3. Bercakap-cakap dgn tamu & keluarga, sebagaimana Imam Bukhari menulis sebuah bab dalam kitabnya (Bab Fi Qaulid Dhaif Li Shahibihi Laa Akulu Hatta Ta’kulu/ Bab perkataan tamu pd temannya saya tdk akan makan hingga engkau makan) sebab para tamu menolak hidangan itu karena ada kemaslahatan yaitu mungkin Abu Bakr tdk mendapatkan makan malam.
  4. Bersembunyi karena khawatir akan sesuatu yg menyakitkan, perbuatan tersebut boleh dilakukan oleh seorang anak terhadap ayahnya.
  5. Hendaknya seseorang berusaha semaksimal mungkin agar tdk memberatkan tuan rumah, sebagaimana firman Allah Swt:فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوْا”Bila kamu selesai makan maka keluarlah”.27
  6. Abu Bakr bin Abi Dunya meriwayatkan, beliau berkata: Berkata Abu Abdul Qosim bin Salam: Suatu ketika aku berkunjung kpd Ahmad bin Hanbal, saat aku memasuki rumahnya ia berdiri & memelukku, kemudian mendudukkanku di tempat duduknya, aku berkata: “Wahai Abu Abdallah! bukankah di katakan bahwasanya tuan rumah lbh berhak utk duduk di depan rumahnya atau di tempat duduknya”. Beliau berkata: “Benar, dia boleh duduk & mendudukkan siapa saja yg diinginkannya”. Aku berkata dalam hatiku: “Wahai Abu Ubaid! Ambillah hal ini sbg pelajaran untukmu”, kemudian aku berkata: “Wahai Abu Abdallah!, seandainya aku mendatangimu sebatas keberhakanmu, maka aku akan mendatangimu setiap hari”, ia berkata: “Janganlah berkata seperti itu, sesungguhnya aku mempunyai beberapa saudara yg tdk pernah aku temui di selama satu tahun melainkan setahun sekali saja, & aku percaya akan kecintaan mereka dari pd orang yg temui setiap hari”, Aku berkata dalam hati: “Ini sebuah pelajaran yg lain wahai Abu Ubaid”, Lalu tatkala aku hendak berdiri ia berdiri bersamaku. Aku berkata: “Wahai Abu Abdallah! janganlah engkau lakukan hal itu”, Kemudian ia berkata: Berkata As Sya’bi: Dari kesempurnaan pelayanan bagi orang yg sedang berkunjung adl berjalan bersamanya sampai pintu rumah & mengambil (tali) kendaraannya”, Aku berkata: “Wahai Abu Abdallah! dari siapa As Sya’bi meriwayatkan adab seperti ini? beliau berkata: Ibnu Abi Za’idah dari Mujalid dari As Sya’bi. Aku berkata dalam hatiku: Wahai Abu Ubaid ini adl pelajaran yg ketiga bagimu.

Majid bin Su’ud al-Usyan, Terjemah: Muzafar Sahidu bin Mahsun Lc