Mozaik Islam

Mengenal Diinul Haq – Agama yang Benar

Jika anda telah mengenal bahwa Allah ta’ala Rabbmu yg telah menciptakan & memberimu rizki. Dialah satu-satu-Nya sesembahan yg haq yg tiada sekutu bagi-Nya, & anda wajib beribadah kepada-Nya saja. Dan anda mengenal bahwa Muhammad adl utusan Allah kpd anda serta kpd seluruh manusia. Maka ketahuilah bahwa keimananmu kpd Allah ta’ala & kpd Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tdk sah melainkan jika anda juga mengenal agama Islam, mengimani serta mengamalkannya. Sebab itulah agama yg Allah ta’ala ridhai & agama yg dititahkan-Nya kpd seluruh rasul, yang juga diembankan kpd penutup para rasul (Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) utk seluruh manusia & mereka wajib mengamalkannya.

Pengertian Islam

Penutup para utusan Allah kpd seluruh manusia bersabda:

(( الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِن اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً )) متفق عليه.

“Islam adl engkau bersaksi bahwa tiada ilah yg berhak disembah secara haq melainkan Allah & Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pd bulan Ramadhan & haji ke Baitullah jika engkau mampu.” (Muttafaq ‘Alaih)

Islam adl agama universal, Allah perintahkan kpd seluruh manusia berislam & para rasul telah mengimaninya. Mereka telah menyatakan keislaman mereka kpd Allah. Allah telah nyatakan bahwa Islam adl agama yg benar & Allah tdk akan menerima dari siapapun agama selainnya. Allah ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS.Ali Imran: 19)

Allah ta’ala berfirman:

“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya. Dan dia di akhirat termasuk orang-orang yg rugi.” (QS.Ali Imran: 85)

Makna global 2 Ayat diatas:

Allah ta’ala mengabarkan bahwa agama yg diterima di sisi-Nya hanyalah Islam. Pada ayat lain Allah mengabarkan bahwa Dia tdk akan menerima dari siapapun agama selain agama Islam. Orang-orang yg bahagia setelah mati hanyalah orang-orang Islam saja. Sedang orang-orang yg mati dalam keadaan tdk beragama Islam merugi di kampung akhirat serta disiksa di neraka.

Oleh karena ini, seluruh para Nabi menyatakan keislaman mereka kpd Allah sekaligus mereka menyatakan berlepas diri dari siapa saja yg tdk mau masuk Islam. Siapa saja dari kalangan Yahudi & Nasrani yg ingin selamat & bahagia maka silahkan masuk Islam & mengikuti Rasul agama Islam, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga ia benar-benar menjadi pengikut Musa & Isa ‘alaihimassalam. Karena Musa, Isa, Muhammad & seluruh utusan Allah adl orang Islam. Mereka semua menyeru kpd Islam, karena itulah agama yg diembankan Allah kpd mereka.

Tidak sah -bagi siapa saja yg hidup setelah diutusnya penutup para rasul, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga dunia berakhir- menamakan diri sbgseorang muslim (menyerah) kpd Allah & tdk akan Allah terima pengakuannya ini melainkan jika ia mengimani Muhammad sbgutusan (rasul) yg datang dari Allah, mengikutinya & mengamalkan Al Qur’an yg diturunkan oleh Allah kepadanya. Allah ta’ala berfirman:

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi & mengampuni dosa-dosamu” Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Ali Imran: 31)

Makna Global Ayat:

Allah memerintahkan Muhammad  supaya mengatakan kpd orang yg mengaku mencintai Allah: “Jika kalian benar-benar mencintai Allah maka ikutilah aku niscaya Allah mencintai kalian. Sebab Allah tdk akan mencintai kalian & mengampuni dosa-dosa kalian melainkan jika kalian mengimani & mengikuti rasul-Nya, Muhammad .

Agama Islam -yang Allah embankan kpd rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam utk seluruh manusia- adl agama Islam yg sempurna, universal lagi penuh toleran, yg telah Allah sempurnakan & Allah ridhai sbgagama bagi hamba-Nya & tdk Dia terima dari mereka agama apapun selainnya. Agama Islam inilah yg diberitakan sbgkabar gembira & diimani oleh para Nabi.

Allah ta’ala beriman:
“Pada hari ini telah Kusempurnakan utk kamu agamamu, & telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, & telah Kuridhai Islam itu jdi agama bagimu.” (QS.Al Maidah: 3)

Makna Global Ayat:

Allah Ta’ala memberitahukan pd ayat mulia yg diturunkan kpd penutup para rasul, Muhammad  disaat beliau bersama kaum muslimin sedang wukuf di Arafah di Makkah pd haji Wada’, (mereka sedang bermunajat & berdoa kpd Allah). Peristiwa tersebut terjadi di akhir kehidupan Rasulullah Muhammad  setelah Allah memenangkan beliau, Islam tersebar luas & Al Qur’an telah turun sempurna.

Allah mengabarkan bahwa Dia telah menyempurnakan utk kaum muslimin agamanya, & telah menyempurnakan atas mereka nikmat-Nya yaitu dgn diutusnya Muhammad  & diturunkan-Nya Al Qur’an yg agung kpd beliau. Allah mengabarkan bahwa Dia telah meridhai Islam, agama mereka yg tdk akan Dia murkai selamanya & tdk akan Dia terima dari siapapun agama selainnya.

Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Islam yg dibawa Rasul-Nya Muhammad utk seluruh manusia merupakan agama yg sempurna, universal, relevan utk setiap masa, tempat & masyarakat. Islam merupakan agama yg penuh ilmu, kemudahan, keadilan & kebaikan. Islam merupakan konsep yg jelas, sempurna & lurus utk segala bidang kehidupan. Islam mengatur kehidupan beragama & bernegara, didalamnya terdapat konsep yg benar utk perundang-undangan, pengadilan, politik, sosial, ekonomi & apa saja yg dibutuhkan manusia dalam kehidupan mereka di dunia. Hanya Agama Islam yg didalamnya terdapat kebahagian di kehidupan akhirat setelah mati.

Abdurrahman bin Hammad Al Umar, Penerjemah: Muhammad Saifudin, DR.Muh.Mu’inudinillah Basri, MA

Bukti Aqli dan Dalil dari Kalam Allah Ta’ala Bahwa Al Qur’an Kalam Allah dan Muhammad hanyalah seorang Utusan Allah

Diantara bukti-bukti rasio yg membuktikan Al Qur’an kalam Allah ta’ala & Muhammad utusan Allah; bahwa Allah menantang kaum kafir Quraisy ketika mereka mendustakan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana orang-orang yg mendustakan Nabi-Nabi yg lain pd umat-umat dahulu. Mereka menyatakan: “Al Qur’an bukan kalam Allah“. Maka Allah menantang mereka supaya membuat kitab serupa Al Qur’an.

Mereka tdk sanggup kendati Al Qur’an dgn bahasa mereka, kendati mereka manusia paling fasih, dan kendati diantara mereka terdapat juru pidato, ahli-ahli bahasa, para pujangga. Kemudian Allah menantang mereka utk membuat sepuluh surat buatan semisal Al Qur’an, merekapun tdk mampu. Kemudian Allah menantang mereka utk membuat satu surat saja yg serupa Al Qur’an, mereka pun menyerah. Kemudian Allah mengungkapkan ketidak-sanggupan mereka.

Seluruh bangsa jin & manusia tdk akan sanggup membuat yg serupa Al Qur’an sekalipun mereka saling bahu membahu. Allah ta’ala berfirman:

“Katakanlah sesungguhnya jika manusia & jin berkumpul utk membuat yg serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tdk akan dpt membuat yg serupa dgn dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian lain.” (Al Isra’: 88)

Sekiranya Al Qur’an berasal dari ucapan Muhammad atau manusia lain, tentu para ahli bahasa yg lain mampu membuat yg serupa Al Qur’an. Akan tetapi Al Qur’an itu kalam Allah ta’ala. Keutamaan & ketinggian kalam Allah atas perkataan manusia seperti keutamaan Allah atas manusia.

Disaat tdk ada satupun tandingan Allah maka tdk ada kalam yg sebanding dgn kalam-Nya. Berdasarkan hal ini jelaslah bahwa Al Qur’an adl kalam Allah ta’ala & Muhammad hanya sbgpenyampai (utusan). Karena yg mampu mengemban kalam Allah hanyalah utusan dari sisi-Nya. Allah ta’ala berfirman:

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adl Rasulullah & penutup para Nabi. Dan adl Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.Al Ahzab: 40).

Allah ta’ala berfirman:

“Dan Kami tdk mengutus kamu, melainkan kpd umat manusia seluruhnya sbgpembawa berita gembira & sbgpemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tdk mengetahui.” (Al Qur’an Surat: Saba’: 28).

Allah ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an:
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan utk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al Qur’an Surat: Al Anbiya’: 107)

Makna global Ayat:

Pada ayat pertama, Allah ta’ala mengabarkan bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adl sbgutusan-Nya kpd seluruh manusia sekaligus penutup Nabi-Nabi-Nya sehingga tdk ada lagi Nabi sepeninggalnya. Allah mengabarkan bahwa Dia memilih Muhammad utk mengemban risalah-Nya & menjadi penutup bagi rasul-rasul-Nya. Karena Allah mengetahui bahwa Muhammad lah yg paling layak di antara manusia utk mengemban tugas itu.

Pada ayat lain Allah ta’ala mengabarkan bahwa Dia mengutus rasul-Nya, Muhammad kpd seluruh lapisan manusia, baik kulit putih atau kulit hitam, Arab maupun non Arab. Dia mengabarkan bahwa mayoritas manusia tdk mengetahui kebenaran. Oleh karenanya mereka sesat & kafir karena tdk mengikuti Muhammad.

Pada ayat ketiga Allah berbicara kpd Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah mengabarkan kpd beliau bahwa Dia mengutusnya utk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Jadi beliau adl sbgmanifestasi rahmat Allah yg dikaruniakan-Nya kpd manusia berkat kemurahan-Nya. Siapa mengimani & mengikutinya berarti ia telah menerima rahmat Allah & baginya surga. Sedang siapa yg tdk mengimani Muhammad & tdk mau mengikutinya, berarti ia telah menolak rahmat Allah & berhak mendapat siksa pedih di neraka.

Abdurrahman bin Hammad Al Umar, Penerjemah: Muhammad Saifudin, DR.Muh.Mu’inudinillah Basri, MA

Mukjizat-Mukjizat Rasulullah

Para ulama sirah nabawiyah telah menghitung mukjizat-mukjizat beliau yg membuktikan kebenaran risalahnya, mencapai lbh seribu mukjizat. Diantaranya

  1. Tanda keNabian yg ditumbuhkan oleh Allah di antara kedua pundaknya, yaitu tulisan:محمد رسول الله

    Tulisan ini terbentuk dari kulit keras mirip kutil.

  2. Awan menaunginya ketika berjalan di panas terik matahari musim panas.
  3. Batu bertasbih di tangannya & pohon mengucapkan salam kepadanya.
  4. Dia mengabarkan perkara-perkara ghaib yg akan terjadi di akhir zaman. Dan sekarang satu persatu telah terjadi sesuai dgn yg dia kabarkan.Perkara-perkara ghaib yg terjadi sepeninggalnya penutup para rasul Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga hari akhir nanti serta Allah perlihatkan & kabarkan kepadanya ini tertulis di kitab-kitab hadits, kitab-kitab tentang tanda-tanda hari Kiamat. Seperti; kitab “An Nihayah” karangan Ibnu Katsir, kitab “Al Akhbar Al Musya’ah fi Asyrathi Saa’ah“, serta “Abwaabul Fitan wal Malahim” di kitab-kitab hadits.

Mukjizat-mukjizat ini serupa dgn mukjizat Nabi-Nabi sebelumnya. Hanya saja Allah mengistimewakan beliau dgn mukjizat yg bisa diterima akal & akan tetap langgeng sepanjang masa hingga usainya dunia, yg belum pernah Allah berikan kpd Nabi selainnya. Mukjizat tersebut adl Al Qur’an yg maha agung (kalam Allah), yg Allah telah jamin akan menjaganya. Sehingga tdk ada satu tanganpun yg coba-coba hendak merubahnya dpt menyentuhnya.

Sekiranya seseorang berusaha merubah satu huruf saja dari Al Qur’an pasti terbongkar. Inilah ratusan juta cetakan Al Qur’an ada di tangan kaum muslimin tdk ada perbedaan satu dgn yg lain sekalipun satu huruf. Adapun cetakan Taurat & Injil beraneka ragam & satu sama lain saling berbeda. Karena kaum Yahudi & Nasrani telah mempermainkan & mengubah-ubah keduanya ketika Allah menugaskan mereka utk menjaganya. Sedangkan Al Qur’an Allah tdk menyerahkan kpd seorangpun selain-Nya utk menjaganya. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Kami-lah yg menurunkan Al Qur’an, & sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.” (QS.Al Hijr: 9)

Abdurrahman bin Hammad Al Umar, Penerjemah: Muhammad Saifudin, DR.Muh.Mu’inudinillah Basri, MA

Rasul

Wahai orang yg berakal, jika anda telah mengenal bahwa Allah, Dialah Rabbmu yg telah menciptakanmu & Dia akan membangkitkanmu utk memberikan kepadamu balasan atas amal perbuatanmu. Maka ketahuilah bahwa Allah telah mengutus kepadamu & kpd seluruh manusia seorang Rasul yg memerintahkan kepadamu utk taat & mengikutinya. Dia mengabarkan bahwa jalan mengenal ibadah kepada-Nya secara benar hanyalah dgn mengikuti Rasul-Nya & beribadah kpd Allah dgn syariat yg dibawa oleh Rasul-Nya.

Rasul mulia yg wajib bagi seluruh manusia mengimani & mengikutinya ini adl penutup para rasul sekaligus utusan Allah bagi seluruh umat manusia, yaitu Muhammad seorang Nabi yg tdk pandai membaca & menulis yg telah diberitakan sbgkabar gembira oleh Musa & Isa lbh dari 40 tempat di Taurat & Injil yg dibaca orang Yahudi & Nasrani sebelum mereka mempermainkan & merubah kedua kitab tersebut.

Nabi mulia yg Allah jadikan sbgpenutup para rasul & diutus utk semua umat manusia ini adl Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib Al Hasyimy Al Qurasyi, seorang laki-laki paling mulia & paling jujur di kabilah termulia di muka bumi, yg merupakan keturunan Nabiyullah Ismail bin Nabiyullah Ibrahim. Muhammad  dilahirkan di Mekah pd tahun 570 Masehi. Pada malam kelahirannya & pd saat-saat keluarnya dari rahim ibunya, alam semesta tersinari oleh cahaya agung yg membuat manusia terheran-heran & ditulis di buku-buku sejarah, berhala-berhala Quraisy di sekeliling Ka’bah yg mereka sembah di Mekkah berjungkiran, istana Kisra raja Persia goncang, sepuluh beranda istananya rubuh & api Parsi yg mereka sembah tiba-tiba padam. Padalah api tersebut belum pernah padam sejak 2 ribu tahun silam.

Semua ini merupakan pertanda dari Allah ta’ala bagi penduduk bumi akan lahirnya penutup para rasul yg akan menghancurkan semua berhala yg disembah selain Allah & akan menyeru bangsa Persia & Romawi utk menyembah Allah semata & masuk ke dalam agamanya yg benar. Apabila mereka menolak akan ia perangi bersama para pengikutnya. Lalu Allah memenangkannya atas mereka & ia sebarkan agama-Nya sbgcahaya-Nya di bumi. Dan ini benar terjadi setelah Allah mengutus Rasul-Nya Muhammad .

Allah telah mengaruniakan bagi penutup para rasul Muhammad  beberapa keistimewaan yg tdk dimiliki oleh rasul sebelumnya. Diantaranya:

  1. Pertama: dia sbgpenutup para rasul sehingga tdk ada lagi seorang rasulpun setelahnya.
  2. Kedua: keumuman risalahnya utk semua umat manusia. Maka seluruh manusia adl umat Muhammad. Siapa yg mentaati & mengikutinya masuk surga & siapa yg durhaka kepadanya masuk neraka. Begitu juga orang Yahudi & Nasrani, diwajibkan mengikutinya. Siapa yg tdk mau mengikuti & beriman kepadanya maka ia telah kafir kpd Musa, Isa & seluruh Nabi alaihimussalam. Sedang Musa, Isa & seluruh para Nabi berlepas diri dari setiap orang yg tdk mau mengikuti Muhammad . Karena Allah memerintahkan mereka utk menyampaikan sbgkabar gembira & menyeru umatnya utk mengikuti Muhammad  kelak jika Allah telah mengutusnya. Dan juga, karena agama yg dibawa oleh Muhammad dgn agama yg dibawa oleh para Nabi adl satu. Allah jadikan kesempurnaan & kemudahan agama pd masa rasul mulia penutup para rasul ini. Sehingga tdk boleh seorangpun setelah diutusnya Muhammad, memeluk agama selain Islam. Karena ia merupakan agama sempurna yg membatalkan seluruh agama & dikarenakan ia agama yg haq yg akan terus terjaga.

Abdurrahman bin Hammad Al Umar, Penerjemah: Muhammad Saifudin, DR.Muh.Mu’inudinillah Basri, MA

Amal Perbuatan dan Perkataan Manusia Dicatat

Allah ta’ala telah memberitakan bahwa Dia mengetahui apa yg akan diucapkan & diperbuat setiap manusia -baik maupun buruk-, sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Allah mengabarkan bahwa Dia telah mencatat semua itu di Lauh Mahfudz di sisi-Nya sebelum diciptakan-Nya langit & bumi, manusia serta lainnya. Allah mengabarkan bahwa selain itu Dia juga telah menugaskan kpd setiap manusia 2 malaikat; salah seorang berada di sebelah kanan guna menulis amal perbuatan baik, dan yg lainnya berada di sebelah kiri guna menulis amal perbuatan buruk. Tidak ada sedikitpun yg luput.

Allah ta’ala mengabarkan bahwa di hari penghitungan kelak setiap manusia akan dibagikan buku yg tercatat didalamnya semua perkataan & amal perbuatannya. Lalu ia membacanya tanpa mengingkarinya sedikitpun. Siapa yg coba-coba mengingkari maka Alllah perintahkan pendengaran, penglihatan, tangan, kaki & kulitnya utk berbicara tentang seluruh apa yg dia perbuat.

Di dalam Al Qur’an hal itu dijelaskan secara rinci. Allah ta’ala berfirman:

“Tiada satu ucapanpun yg diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yg selalu hadir.” (QS.Qaff: 18)

Allah Ta’ala berfirman: “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yg mengawaasi (pekerjaanmu), yg mulia (di sisi Allah) & yg mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yg kamu kerjakan.” (QS.Al Infithar: 10-12)

Uraian Ayat: Allah subhaanahu wa ta’ala mengabarkan bahwa Dia menugaskan utk setiap manusia 2 malaikat. Seorang berada disebelah kanan menulis amal perbuatan baik, sedang yg lain berada di sebelah kiri menulis amal perbuatan buruk.

Allah mengabarkan dalam 2 ayat terakhir bahwa Dia menugaskan utk manusia malaikat-malaikat mulia yg menulis seluruh perbuatan mereka & mengabarkan bahwa Dia menciptakan bagi mereka kemampuan mengetahui seluruh perbuatan manusia berikut menulisnya sebagaimana yg telah diketahui & ditulis di Lauh Mahfudz sebelum mereka diciptakan.

Abdurrahman bin Hammad Al Umar, Penerjemah: Muhammad Saifudin, DR.Muh.Mu’inudinillah Basri, MA

Kebangkitan Setelah Mati, Hisab, Pembalasan Amal Perbuatan, Surga dan Neraka

Jika anda telah mengenal bahwa Allah menciptakan anda supaya beribadah kepada-Nya maka ketahuilah bahwa Allah memberitahukan dalam seluruh kitab yg Dia turunkan kpd para Rasul-Nya bahwa Dia akan membangkitkan anda setelah mati. Lalu memberi ganjaran amal perbuatan anda di akhirat setelah mati.

Hal ini dikarenakan, lewat kematian, manusia berpindah dari negeri tempat beramal nan fana’ menuju negeri pembalasan nan abadi, yaitu kehidupan setelah mati. Jika masa yg Allah tentukan utk manusia hidup telah sempurna maka Allah menitahkan malaikat maut utk mencabut ruhnya sendiri dari jasadnya, lalu iapun mati setelah sebelumnya merasakan sakitnya kematian di saat ruh keluar dari jasad.

Adapun ruh, maka Allah menempatkannya di negeri penuh kenikmatan (surga) jika ruh tersebut beriman & taat kpd Allah. Dan jika ruh itu kafir kpd Allah, mendustakan hari kebangkitan & pembalasan, maka Allah menempatkan ruh tersebut di negeri azab (neraka). Sampai tiba masa akhir dunia yg dijanjikan lalu terjadilah Kiamat. Maka semua makhluk yg ada mati & yg tinggal hanyalah Allah semata. Kemudian Allah membangkitkan seluruh makhluk & dikembalikan semua ruh kpd jasadnya masing-masing. Setelah Allah mengembalikan jasad dgn sempurna sebagaimana

Dia ciptakan pd awal mula. Hal itu dalam rangka Allah menghisab manusia, lalu memberikan balasan kpd mereka atas amal perbuatannya, baik laki maupun perempuan, pemimpin maupun rakyat, yg kaya & yg miskin tanpa menzalimi seorangpun. Dia mengqishash (hukum balas) bagi yg terzalimi terhadap yg mendzalimi. Sampai-sampai hewan dibalaskan dari yg menzaliminya. Dia balaskan bagi sebagian terhadap sebagian yg lain kemudian berfirman kpd hewan: “Jadilah kamu tanah” karena hewan tdk masuk surga maupun neraka.

Allah memberikan balasan bagi manusia & jin masing-masing sesuai amal perbuatannya. Lalu Dia memasukkan orang-orang mukmin yg mentaati-Nya & mengikuti Rasul-Nya ke dalam surga sekalipun mereka itu orang paling fakir. Dan memasukkan orang-orang kafir yg ingkar ke dalam neraka, sekalipun mereka itu orang kaya & berkedudukan di dunia. Allah ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang yg paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yg paling bertaqwa di antara kamu.” ( QS.Al Hujurat: 13)

Surga adl tempat yg penuh kenikmatan. Didalamnya terdapat berbagai macam kenikmatan yg tdk seorangpun mampu menggambarkannya. Di dalam surga terdapat seratus derajat. Setiap derajat mempunyai penghuni menurut kadar keimanan & ketaatan mereka kpd Allah. Derajat terendah di surga ialah penghuninya diberi kenikmatan 70 kali lipat melebihi kenikmatan raja termewah di dunia.

Neraka -semoga Allah melindungi kita darinya- ialah tempat penuh azab di akhirat setelah mati. Di dalamnya terdapat berbagai macam siksaan & hukuman yg bisa menimbulkan rasa takut yg dahsyat di hati & mata menangis jika dikisahkan.

Sekiranya kematian didapati di kampung akhirat niscaya matilah penghuni neraka dgn sekedar melihatnya. Akan tetapi kematian itu hanya sekali saja sbgsarana manusia pindah dari kehidupan dunia menuju akhirat. Di dalam Al Qur’an disebutkan secara rinci tentang kematian, kebangkitan & hisab (penghitungan amal perbuatan), pembalasan, surga & neraka serta semua yg kami sebutkan tadi.

Dalil-dalil adanya kebangkitan setelah mati, hisab & pembalasan teramat byk. Allah ta’ala berfirman di dalam Al Qur’an:

“Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu & kepadanya Kami akan mengembalikan kalian & daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pd kali yg lain.” (QS.Toha: 55)

Allah ta’ala berfirman:

“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; & dia lupa kpd kejadiaannya; ia berkata: “Siapakah yg dpt menghidupkan tulang belulang, yg telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Rabb yg menciptakannya kali pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (QS.Yasin: 78-79)

Allah ta’ala berfirman:

“Orang-orang yg kafir menyangka, bahwa mereka sekali-kali tdk akan dibangkitkan. Katakanlah: “Tidak demikian, demi Rabbku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yg telah kamu kerjakan”. Yang demikian itu adl mudah bagi Allah.” (QS.At Taghabun: 7).

Makna global Ayat:

Pada ayat pertama Allah ta’ala memberitakan bahwa Dia menciptakan manusia mulanya dari tanah. Yaitu ketika menciptakan bapak mereka, Adam dari tanah. Kemudian Dia memberitakan akan mengembalikan manusia ke dalam tanah setelah mati yakni di dalam kubur sbgkemuliaan bagi mereka. Lalu Dia memberitakan akan mengeluarkan mereka pd waktu yg lain sehingga manusia keluar hidup-hidup dari kuburnya dari manusia pertama hingga yg paling akhir. Kemudian Allah menghitung amal perbuatan mereka & memberinya balasan.

Pada ayat kedua Allah membantah orang kafir yg mendustakan adanya kebangkitan setelah mati dimana menganggap mustahil tulang belulang bisa hidup kembali setelah hancur luluh. Allah membantah orang kafir tersebut dgn memberitakan bahwa Dia akan menghidupkan tulang belulang itu karena Dialah yg telah menciptakannya kali pertama dari sebelumnya tdk ada.

Pada ayat ketiga Allah membantah orang-orang kafir yg mendustakan adanya kebangkitan setelah mati bahwa mereka telah salah sangka. Dia memerintahkan Rasul-Nya supaya bersumpah kpd mereka dgn nama Allah utk menunjukkan keseriusan bahwa Allah pasti akan membangkitkan mereka & akan memberitakan kpd mereka apa yg telah mereka perbuat, lalu memberi balasan kpd mereka atas perbuatan tersebut. Dan semua itu amatlah mudah bagi Allah.

Pada ayat lain Allah memberitakan bahwa apabila Dia telah membangkitkan orang-orang yg mendustakan adanya kebangkitan setelah mati & adanya neraka, Dia akan siksa mereka di neraka Jahanam seraya dikatakan kpd mereka: “Rasakanlah siksa neraka yg dahulu kamu mendustakannya.” (QS.Sajdah: 20)

Abdurrahman bin Hammad Al Umar, Penerjemah: Muhammad Saifudin, DR.Muh.Mu’inudinillah Basri, MA

Tujuan Allah Menciptakan Manusia dan Jin

Jika anda telah mengenal (wahai orang berakal) bahwa Rabbmu yg telah menciptakanmu. Maka ketahuilah bahwa Allah tidaklah menciptakan anda sia-sia begitu saja. Akan tetapi Dia menciptakan anda supaya anda beribadah kepada-Nya. Dalilnya adl firman Allah ta’ala: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin & manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tdk menghendaki rizki sedikitpun dari mereka & Aku tdk menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS.Adz Dzariat: 56-58)

Makna Global Ayat:

Allah ta’ala memberitahukan pd ayat pertama bahwa Dia menciptakan jin1 & manusia supaya mereka menyembah-Nya semata. Lalu pd ayat kedua & ketiga Allah memberitahukan bahwa Dia Maha Kaya tdk membutuhkan hamba-Nya. Tidak menghendaki sedikitpun rizki maupun makanan dari mereka. Karena Dia Maha Pemberi rizki lagi Maha Kuat dimana tdk ada rizki bagi manusia maupun selainnya melainkan berasal dari-Nya. Dialah yg menurunkan hujan & mengeluarkan rizki dari bumi.

Adapun makhluk lain tdk berakal yg terdapat di bumi, maka Allah Ta’ala memberitahukan bahwa Dia menciptakan mereka demi manusia, supaya manusia menggunakannya sbgsarana ketaatan kepada-Nya & mengolahnya sesuai syariat Allah. Jadi setiap makhluk, setiap gerakan maupun diam di alam semesta ini, maka Allah lah yg mengadakannya karena sesuatu hikmah yg Dia terangkan dalam Al Qur’an serta dikenal oleh para ulama melalui syariat Allah. Masing-masing menurut kadar ilmunya. Bahkan sampai perbedaan umur, rizki, berbagai peristiwa & musibah semua itu berlaku atas izin Allah utk menguji hamba-Nya yg berakal.

Siapa yg ridha dgn takdir Allah, berserah diri disertai kesungguhan dalam melakukan amal yg diridhai-Nya maka ia mendapatkan ridha Allah serta kebagiaan di dunia & akhirat setelah mati. Sebaliknya siapa yg tdk ridha dgn ketentuan Allah, tdk mau berserah diri & tdk mentaati-Nya maka ia mendapatkan murka Allah & celaka dunia & akhirat. Kita memohon kpd Allah akan ridha-Nya & berlindung dari murka-Nya.

Abdurrahman bin Hammad Al Umar, Penerjemah: Muhammad Saifudin, DR.Muh.Mu’inudinillah Basri, MA

Mengenal Allah, Sang Pencipta yang Maha Agung

Ketahuilah -wahai manusia yg berakal- sesungguhnya Rabb yg menciptakan anda dari mulanya tdk ada & telah memelihara anda dgn nikmat-Nya adl (Allah) Rabb semesta alam. Dan orang-orang yg berakal mereka beriman kpd Allah Yang Maha tinggi, mereka tdk melihat-Nya dgn mata kepala mereka, namun mereka telah melihat bukti-bukti yg menunjukkan akan keberadaan-Nya, & bahwa Dia adl Pencipta yg Mengurus semua yg ada, mereka mengenal-Nya dgn bukti-bukti itu. Diantara bukti-bukti itu adl:

  1. Bukti pertama:Keberadaan manusia & kehidupan: adl sesuatu yg baru yg memiliki permulaan & akhir, membutuhkan pd yg lain. Sedangkan sesuatu yg baru & butuh kpd yg lain adl makhluk, & makhluk tentu ada yg menciptakannya, & Pencipta (Khalik) yg Maha Agung ini adl ( Allah ).Dan Allah sendiri telah mengabarkan akan Dzat-Nya yg Suci, bahwasanya Dialah Pencipta (Khalik), Yang Mengurus semua yg ada, & kabar ini datangnya dari Allah Ta’ala dalam kitab-kitab-Nya, yg telah diturunkan kpd para Rasul-Nya.

    Dan Rasulullah telah menyampaikan Firman-Nya kpd manusia, mengajak mereka utk beriman & beribadah hanya kepada-Nya.

    Allah Ta’ala telah berfirman dalam kitab-Nya yg Agung:

    “Sesungguhnya Rabb kalian semua adl Allah yg telah menciptakan langit & bumi dalam masa enam hari, kemudian Dia bersemayam diatas Arsy.Dia menutupkan malam pd siang yg mengikutinya dgn cepat, & (diciptakannya pula( matahari, bulan & bintang-bintang (masing-masing) tunduk pd perintah-Nya, Ingatlah menciptakan & memerintah itu hanyalah hak Allah, Maha suci Allah Rabb semesta alam.” (Al Qur’an Surat: Al A`raaf:;54)

    Makna global ayat yg mulia ini: “Allah mengabarkan kpd seluruh manusia bahwa Dia adl Rabb yg telah menciptakan mereka & menciptakan langit & bumi dalam enam hari & mengabarkan bahwa Dia Bersemayam diatas Arsy-Nya.

    Arsy berada diatas langit, & Arsy itu merupakan makhluk yg tertinggi & terluas, Dan Allah berada diatas Arsy ini, Allah bersama seluruh makhluk dgn Ilmu, Pendengaran & Penglihatan-Nya.

    Tidak ada sesuatu urusan makhlukpun yg tersembunyi dari-Nya, & Allah yg Maha Perkasa mengabarkan bahwa Dia menjadikan malam menutup siang dgn kegelapannya, kemudian siang mengikutinya dgn cepat, Diapun mengabarkan bahwa Dia menciptakan matahari, bulan & bintang-bintang, semuanya tunduk & berjalan diatas peredarannya dgn perintah Allah, & Allah mengabarkan juga bahwa hanya bagi-Nya urusan penciptaan & pengaturan alam semesta ini, Dia yg Maha Sempurna; Dzat & sifat-sifat-Nya, yg memberikan kebaikan yg byk & terus-menerus, & Dialah Rabb alam semesta yg menciptakan & memelihara mereka dgn nikmat-Nya.

    Allah Ta’ala Berfirman:

    ” Dan sebagaian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya adl malam, siang, matahari & bulan. Janganlah bersujud kpd matahari & janganlah (pula) kpd bulan,tapi bersujudlah pd Allah, yg menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya berserah diri.” (QS, Fushshilat:37)

    Makna global ayat yg mulia:

    Allah Ta’ala mengabarkan bahwa diantara tanda yg menunjukkan akan kekuasaan-Nya adl: malam & siang, matahari & bulan & Allah melarang utk sujud kpd matahari, & bulan karena keduanya adl makhluk sebagaimana makhluk yg lainnya, makhluk itu tdk layak utk diibadahi, sedangkan sujud termasuk jenis ibadah. Dan pd ayat ini Allah memerintahkan manusia, sebagaimana memerintahkan yg lain, supaya mereka hanya bersujud kepada-Nya saja, karena Dialah Pencipta, Pengatur yg berhak diibadahi.

  2. Bukti kedua:Bahwa dia telah menciptakan laki-laki & perempuan: keberadaan perempuan & lelaki adl sbgbukti akan adanya Allah.
  3. Bukti ketiga:Perbedaan bahasa & warna kulit: tdk pernah didapati 2 orang yg suaranya satu atau warna kulitnya sama, tapi pasti ada perbedaan antara keduanya.
  4. Bukti keempat:Perbedaan nasib: Yang ini kaya, yg ini miskin, yg ini pemimpin & yg itu yg dipimpin (rakyat) padahal mereka semuanya sama-sama memiliki akal, pikiran & ilmu. Manusia menginginkan sesuatu yg tdk bisa dicapai, seperti; kaya, kemuliaan, istri yg cantik, namun tdk ada seorangpun yg mampu mencapai sesuatu kecuali yg telah di takdirkan Allah untuknya, hal itu karena hikmah yg besar yg telah dikehendaki Allah Subahanahu wa taala. Dan diantara hikmah perbedaan nasib; adl menguji sebagian manusia dgn sebagian yg lain & agar sebagian manusia menjdai pelayan bagi sebagian yg lain sehingga tercipta keseimbangan hidup bagi semua manusia.Dan bagi yg tdk ditakdirkan oleh Allah bernasib baik didunia, Allah mengabarkan bahwa Dia akan memberikan kpd mereka keberuntungan yg lbh baik, yaitu; kenikmatan di surga jika ia mati dalam keadaan beriman kpd Allah, sungguhpun demikian Allah telah memberi orang fakir sesuatu keistemewaan yg bisa dinikmati jiwa & kesehatan, yg kebanyakan tdk didapatkan oleh orang-orang yg kaya & ini merupakan kebijaksanaan & keadilan Allah
  5. Bukti kelima:Tidur & mimpi benar yg Allah tampakkan didalamnya kpd orang yg tidur sesuatu perkara ghaib sbgberita gembira atau peringatan.
  6. Bukti keenam:Keberadaan ruh dimana tdk ada yg mengenal hakikatnya selain Allah saja.
  7. Bukti ketujuh:Manusia, berikut anggota tubuhnya berupa panca indra, urat saraf, otak, alat pencernaan & selainnya.
  8. Bukti kedelapan:Allah menurunkan hujan pd tanah yg tandus lalu muncul tumbuh-tumbuhan serta pepohonan beraneka ragam bentuk, corak, manfaat & rasanya. Ini merupakan sedikit diantara ratusan bukti yg Allah Ta’ala sebutkan dalam Al Qur’an & yg Dia kabarkan bahwa semua itu merupakan bukti kuat akan eksistensi Allah & bahwa Dialah Pencipta sekaligus Pengatur seluruh makhluk yg ada.
  9. Bukti kesembilan:Fitrah yg Allah ciptakan pd manusia mengakui akan eksistensi Allah sbgPencipta & Pengaturnya. Siapa yg mengingkari hal itu berarti dia hanya mencelakakan dirinya sendiri. Orang atheis misalnya, hidup di dunia ini dalam keadaan celaka sedang tempat kembalinya kelak setelah kematian adl neraka sbgbalasan mendustakan Rabbnya yg telah menciptakan dirinya dari awalnya tdk ada & memeliharanya dgn berbagai nikmat. Kecuali kalau dia mau bertaubat & beriman kpd Allah, agama serta Rasul-Nya.
  10. Bukti kesepuluh:Keberkahan, yaitu: pertambahan yg cepat pd sebagian makhluk, seperti; kambing. Sebaliknya kegagalan reproduksi pd sebagian binatang, seperti; anjing & kucing.Diantara sifat Allah Ta’ala adl ada-Nya tanpa permulaan, Hidup terus menerus, tdk akan mati & tdk akan berakhir, Maha Kaya, berdiri sendiri, tdk membutuhkan yg lain serta Maha Esa tanpa sekutu. Allah Ta’ala berfirman:

    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adl Dzat yg bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak & tdk pula diperanakkan. Dan tdk ada seorangpun yg setara dgn Dia.” (QS.Al Ikhlas:1- 4)

    Makna ayat:

    Tatkala orang-orang kafir bertanya kpd Rasulullah  tentang sifat Allah maka Allah menurunkan surat ini seraya memerintahkan kpd beliau utk menyatakan kpd mereka: Allah itu Esa tdk ada sekutu bagi-Nya. Allah itu Dia-lah Yang Maha Hidup Abadi lagi Maha Mengatur. Bagi-Nya semata kekuasaan mutlak atas alam semesta, manusia & segala sesuatu. Hanya kepada-Nya saja seluruh manusia wajib kembali dalam rangka memenuhi segala kebutuhan mereka.

    Dia tdk beranak & tdk pula diperanakkan. Tidak benar Dia mempunyai putra atau putri, ayah atau ibu. Bahkan Dia sangat menafikan itu semua dari diri-Nya dalam surat ini demikian pula pd surat yg lain. Sebab berketurunan & beranak pinak merupakan sifat makhluk. Allah telah membantah ucapan kaum Nasrani: “Al Masih itu anak Allah” & ucapan kaum Yahudi: “Uzair itu anak Allah. Serta ucapan yg menyatakan: “Malaikat putri Allah” & Dia mengecam keras ucapan bathil ini.

    Allah mengabarkan bahwa Dia menciptakan Al masih Isa  dari seorang ibu tanpa ayah dgn kuasa-Nya sebagaimana Dia menciptakan Adam bapak manusia dari tanah. Sebagaimana pula Dia menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam lalu tiba-tiba Adam melihat Hawa telah berada di sampingnya. Kemudian menciptakan anak keturunan Adam dari air mani laki-laki & perempuan. Allah menciptakan segala sesuatu dari mulanya tdk ada. Dan setelah itu Dia menciptakannya sesuai dgn sunnah & aturan yg telah Dia tetapkan bagi semua makhluk-Nya, & tdk seorangpun mampu merubahnya. Jika Allah menghendaki merubah aturan ini maka Dia ubah sesuai kehendak-Nya sebagaimana Dia mewujudkan Isa ‘alaihissalam dari seorang ibu tanpa bapak. Sebagaimana Dia menjadikan Isa mampu berbicara di buaian sebagaimana pula Dia merubah tongkat Musa ‘alaihis salam menjadi seekor ular yg bergerak-gerak. Tatkala Musa memukulkan tongkat tersebut ke laut maka lautpun terbelah & menjadi sebuah jalan yg bisa dilewati Musa beserta kaumnya.

    Sebagaimana Allah mampu membelah bulan sbgmukjizat penutup para Rasul, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjadikan pohon bisa mengucapkan salam kpd beliau ketika melewatinya. Dia menjadikan hewan bersaksi atas kerasulan beliau di hadapan beliau dgn suara yg bisa didengar manusia. Hewan itu berkata: Aku bersaksi engkau utusan Allah. Beliau pernah diperjalankan di atas Buraq dari masjid Haram ke masjid Al Aqsa. Kemudian beliau dimi’rajkan ke langit ditemani malaikat Jibril hingga sampai ke langit. Lalu Allah ta’ala berbicara kpd beliau & mewajibkan shalat atas beliau. Kemudian kembali ke masjid Al Haram di bumi. Beliau melihat di perjalanan para penghuni langit. Semua itu terjadi hanya dalam tempo semalam sebelum terbit fajar. Kisah Isra’ Mi’raj ini masyhur baik di Al Qur’an, hadits maupun buku-buku sejarah.

    Diantara sifat Allah ta’ala: Mendengar, melihat, ilmu, qudrah (kuasa), iradah (kehendak). Dia mendengar & melihat segala sesuatu. Tidak ada hijab apapun yg menghalang-halangi pendengaran & penglihatan-Nya.

    Allah mengetahui apa yg ada di dalam rahim & apa yg tersembunyi dalam dada, apa yg telah terjadi & yg akan terjadi. Dialah yg Maha Kuasa lagi Maha berkehendak yg jika menghendaki sesuatu tinggal berkata: “Kun” (Jadilah) maka terjadi.

    Diantara sifat Allah Ta’ala yg Dia sifatkan utk diri-Nya: Berbicara sesuai apa yg dikehendaki-Nya & kapan saja Dia berkehendak. Allah telah berbicara kpd Musa ‘alaihis salam berbicara kpd Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam & Al Qur’an merupakan kalam Allah baik huruf maupun maknanya yg Dia turunkan kpd Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi ia merupakan satu sifat diantara sifat-sifat-Nya. Bukan makhluk sebagaimana yg dikatakan kelompok Mu’tazilah yg sesat.

    Diantara sifat Allah Ta’ala yg Dia sifatkan bagi diri-Nya & disifatkan pula oleh Rasul-Nya: wajah, 2 tangan, istiwa’ (bersemayam), turun2, ridha & marah. Allah ridha terhadap hamba-hamba-Nya yg mukmin & murka terhadap orang-orang kafir serta orang-orang yg mengerjakan hal-hal yg mengakibatkan murka-Nya. Ridha & murka-Nya sebagaimana sifat-sifat yg lain, tdk serupa dgn sifat makhluk, tdk boleh dita’wilkan & dijelaskan kaifiyyatnya.

    Dinyatakan dalam Al Qur’an & As Sunnah bahwa orang-orang mukmin kelak melihat Allah ta’ala dgn mata kepala di padang mahsyar & di surga. Sifat-sifat Allah ta’ala disebutkan secara rinci dalam Al Qur’an & hadits-hadits Rasul  maka hendaknya anda merujuk kepadanya.

Abdurrahman bin Hammad Al Umar, Penerjemah: Muhammad Saifudin, DR.Muh.Mu’inudinillah Basri, MA

Keutamaan Zakat Infaq dan Shadaqah

Zakat merupakan salah satu pilar dari pilar islam yang lima, Allah SWT. telah mewajibkan bagi setiap muslim utk mengeluarkannya sbgpenyuci harta mereka, yaitu bagi mereka yg telah memiliki harta sampai nishab (batas terendah wajibnya zakat) & telah lewat atas kepemilikan harta tersebut masa haul (satu tahun bagi harta simpanan & niaga, atau telah tiba saat memanen hasil pertanian).

Banyak sekali dalil-dalil baik dari al-quran maupun as-sunnah sahihah yg menjelaskan tentang keutamaan zakat, infaq & shadaqah. Sebagaimana firman Allah taala yg berbunyi:

Sesungguhnya orang-orang yg beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat & menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka & tdk (pula) mereka bersedih hati. (Q.S. Al Baqarah: 277 ).

Juga firman-Nya:

Dan sesuatu riba (tambahan) yg kamu berikan agar dia bertambah pd harta manusia, maka riba itu tdk menambah pd sisi Allah. Dan apa yg kamu berikan berupa zakat yg kamu maksudkan utk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yg melipat gandakan (pahalanya). (Q.S. Ar Ruum: 39 ).

Orang-orang yg menafkahkan hartanya di malam & di siang hari secara tersembunyi & terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka & tdk (pula) mereka bersedih hati. (Q.S. Al Baqarah: 274 ).

Dalam ayat lain Allah taala berfirman:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dgn zakat itu kamu membersihkan & mensucikan mereka & mendoalah utk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. At Taubah: 103 ).

Adapun hadist-hadits Nabi yg menjelaskan akan keutamaannya antara lain:

عن أبي هريرة  أن أعرابياً أتى النبي  فقال: يا رَسُول اللَّهِ! دلني على عمل إذا عملته دخلت الجنة. قال: (تعبد اللَّه لا تشرك به شيئاً، وتقيم الصلاة، وتؤتي الزكاة المفروضة، وتصوم رمضان) قال: والذي نفسي بيده لا أزيد على هذا. فلما ولى قال النبي : (من سره أن ينظر إلى رجل من أهل الجنة؛ فلينظر إلى هذا) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu bahwa seorang Arab Badui mendatangi Nabi shallallahu `alaihi wasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah! beritahu aku sesuatu amalan, bila aku mengerjakannya, aku masuk surga?“, Beliau bersabda: “Beribadahlah kpd Allah & jangan berbuat syirik kepada-Nya, dirikan shalat, bayarkan zakat yg diwajibkan, & berpuasa di bulan Ramadhan,” ia berkata, “Aku tdk akan menambah amalan selain di atas“, tatkala orang tersebut beranjak keluar, Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda: “Siapa yg ingin melihat seorang lelaki dari penghuni surga maka lihatlah orang ini“. Muttafaq ‘alaih.

Allah SWT, adl Dzat yg Maha Suci & tdk akan menerima kecuali hal-hal yg suci & baik, demikian juga shadaqah kecuali dari harta yg suci & halal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عن أبي هريرة  قال: قال رَسُول اللَّهِ : ( من تصدق بعدل تمرة من كسب طيب- ولا يقبل اللَّه إلا الطيب-؛ فإن اللَّه يقبلها بيمينه، ثم يربيها لصاحبها كما يربي أحدكم فُلُوَّهُ ، حتى تكون مثل الجبل) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: “Siapa yg bersedekah dgn sebiji korma yg berasal dari usahanya yg halal lagi baik (Allah tdk menerima kecuali dari yg halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dgn tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga & memeliharnya utk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yg menjaga & memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.” Muttafaq ‘alaih.

Zakat, infaq & shadaqah memiliki fadhilah & faedah yg sangat byk, bahkan sebagian ulama telah menyebutkan lbh dari duapuluh faedah, diantaranya:

  1. Ia bisa meredam kemurkaan Allah, Rasulullah SAW, bersabda: ” Sesunggunhnya shadaqah secara sembunyi-sembunyi bisa memadamkan kemurkaan Rabb (Allah)” (Shahih At-targhib)
  2. Menghapuskan kesalahan seorang hamba, beliau bersabda: “Dan Shadaqah bisa menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api” (Shahih At-targhib)
  3. Orang yg besedekah dgn ikhlas akan mendapatkan perlindungan & naungan Arsy di hari kiamat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tujuh kelompok yg akan mendapatkan naungan dari Allah pd hari yg tdk ada naungan kecuali naungan-Nya diantaranya yaitu: “Seseorang yg menyedekahkan hartanya dgn sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tdk mengetahui apa yg diinfakkan oleh tangan kanannya.” (Muttafaq ‘alaih)
  4. Sebagai obat bagi berbagai macam penyakit baik penyakit jasmani maupun rohani. Rasulullah saw, bersabda: “Obatilah orang-orang yg sakit diantaramu dgn shadaqah.” (Shahih At-targhib) beliau juga bersabda kpd orang yg mengeluhkan tentang kekerasan hatinya: “Jika engkau ingin melunakkan hatimu maka berilah makan pd orang miskin & usaplah kepala anak yatim.” (Hadis Riwayat: Ahmad)
  5. Sebagai penolak berbagai macam bencana & musibah.
  6. Orang yg berinfaq akan didoakan oleh malaikat setiap hari sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Tidaklah dating sesuatu hari kecuali akan turun 2 malaikat yg salah satunya mengatakan, “Ya, Allah berilah orang-orang yg berinfaq itu balasan, & yg lain mengatakan, “Ya, Allah berilah pd orang yg bakhil kebinasaan (hartanya).” (Muttafaq ‘alaihi)
  7. Orang yg membayar zakat akan Allah berkahi hartanya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah shadaqah itu mengurangi harta.” (Hadis Riwayat: Muslim)
  8. Allah akan melipatgandakan pahala orang yg bersedekah, (Al Qur’an Surat: Al-Baqarah: 245)
  9. Shadaqah merupakan indikasi kebenaran iman seseorang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shadaqah merupakan bukti (keimanan).” (Hadis Riwayat: Muslim)
  10. Shadaqah merupakan pembersih harta & mensucikannya dari kotoran, sebagaimana wasiat beliau kpd para pedagang, “Wahai para pedagang sesungguhnya jual beli ini dicampuri dgn perbuatan sia-sia & sumpah oleh karena bersihkanlah ia dgn shadaqah.” (Hadis Riwayat: Ahmad, Nasai & Ibnu Majah juga disebutkan dalam Shahih Al-Jami’).

Inilah beberapa manfaat & faidah dari zakat, infaq, & shadaqah yg disebutkan dalam Al-Qur’an & Sunnah, kita memohon semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menjadikan kita termasuk orang-orang yg senang berinfaq & bershadaqah serta menunaikan zakat dgn ikhlas karena mengharap wajah & keridhaan-Nya, amin ya rabbal ‘alamin.

Muhammad bin Abdullah At Tuwaijry

Pidato Pildacil – Berbakti kepada Kedua Orangtua

Saudara-saudaraku yg dirahmati Allah, sbgseorang Muslim kita wajib berbakti kpd ibu-bapak sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 36: Yang artinya:

Sembahlah Allah & janganlah kamu mempersekutukan-Nya dgn sesuatupun. & berbuat baiklah kpd 2 orangtua.

Saudara-saudaraku yg dirahmati Allah,Ayat tadi memerintahkan kpd kita agar senantiasa menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, & berbuat baik kpd kedua orangtua kita. Cobalahkita hitung jasa kedua orangtua kita, tentu tdk akan mampu menghitungnya,karena jasa mereka sangat besar tiada terkira.Saat hamil, ibu selalu dalam kepayahan karena mengandung kita,sementara bapak bekerja siang & malam utk kelahiran kita. Begitu pula saatlahir, mereka pun mencurahkan segala perhatian & kasih sayang kpd kita.Bahkan sampai sekarang kasih sayangnya tiada terkira.

Subhanallah,
betapamulia jasa kedua orangtua kita!Suatu hari, ada seorang sahabat bertanya kpd Nabi SAW, “Siapakah yg patut memperoleh penghormatan terbaik dariku, wahai Nabi?“”Ibumu,” jawab Nabi singkat.”Lalu siapa lagi?” sahabat kembali bertanya.”Ibumu,” Nabi tetap memberi jawaban yg sama.”Lalu siapa?” sahabat itu terus bertanya.”Ibumu,” lagi-lagi Nabi memberi jawaban yg sama hingga 3 kali.”Lalu siapa, wahai Nabi?” “Ayahmu.“

Karena itulah, barangsiapa yg durhaka kpd kedua orangtua, niscayaAllah akan menurunkan siksa & neraka balasannya. Panasnya, duuuuh….Minta ampun! Pokoknya puanas banget, ratusan kali lipat panasnya dari api dibumi ini. Nah, sbggenerasi shalih & shalihah, marilah kita berbakti kepadakedua orangtua & senantiasa berdoa utk mereka:

Ya Tuhanku, ampunilah aku & kedua orangtuaku, & sayangilahmereka sebagaimana mereka telah menyayangiku di kala aku masih kecil.

Saudara-saudaraku yg dirahmati Allah, demikian yg dpt sayasampaikan. Mohon maaf atas segala kekurangan & kesalahan.
Billahit-taufiqwal hidayah.