Kategori: Seputar Haji

Tiga Jenis Manasik Haji

Mengutip Ibnu Qudamah di dalam kitabnya al-Mughni (V/82), “Para ulama bersepakat tentang diperbolehkannya berihram dgn memilih salah satu dari ketiga jenis manasik haji yg dikehendakinya, sedangkan perselesihan pendapat hanya dalam konteks mana yg lbh utama (al-afdhal).” Dan jenis menasik yg paling utama (afdhal) bagi orang yg belum membawa hewan kurban (dam, pent.) adl at-tamattu’, yaitu […]

Baca Selengkapnya » tentang Tiga Jenis Manasik Haji

Adab-Adab Haji

Pelaksanaan haji memiliki tatakrama (adab) secara umum yg terkait dgn dirinya pribadi & yg terkait dgn orang lain. Dan diantara yg terpenting, sbg berikut: Bersikap dgn menjalankan adab-adab safar (perjalanan), mulai dari membaca doa naik kendaraan, mendoakan keluarga & kerabat yg ditinggal, saat turun dari kendaraan, bertakbir ketika berjalan menanjak & bertasbih saat menuruni lembah, […]

Baca Selengkapnya » tentang Adab-Adab Haji

Shalat Tahiyatul Masjidil Haram

Shalat tahiyatul masjidl haram adl shalat dgn 2 raka’at seperti shalat tahiyatul masjid di masjid-masjid lainnya berdasarkan keumuman dalil-dalilnya. Ini berlaku bagi orang yg memasuki masjidil haram utk menunggu waktu shalat, atau menunggu orang lain yg menemaninya, & lain sebagainya. Adapun bagi orang yg memasukinya dgn tujuan bertawaf, baik utk niat haji atau pun umrah, […]

Baca Selengkapnya » tentang Shalat Tahiyatul Masjidil Haram

Kewajiban Melontar Dengan 7 (Tujuh) Kerikil

Mayoritas ulama berpendapat bahwa melontar dilakukan dgn 7 (tujuh) butir kerikil sbg salah satu syarat sahnya melontar. Maka seandainya kurang satu saja, tdk dianggap sah lontarannya. Wajib baginya utk kembali menyempurnakan kekurangannya. Karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melontar jamrah dgn 7 (tujuh) butir kerikil -sebagaimana yg dikutip oleh Jabir & sahabat lainnya-. Dan beliau […]

Baca Selengkapnya » tentang Kewajiban Melontar Dengan 7 (Tujuh) Kerikil

Haji istri dan anak-anak

Sudah selayaknya bagi para orang tua & wali yg berkemampuan utk menghajikan orang-orang yang berada dibawah tanggungannya dari kalangan putra & putri mereka. Berdasarkan keumuman sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ” كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ” أخرجه البخاري (7138) ومسلم (1829) “Setiap kalian pemimpin, & setiap kalian bertanggungjawab atas orang yg dipimpinnya.” […]

Baca Selengkapnya » tentang Haji istri dan anak-anak

Memanfaatkan Waktu

Seorang muslim harus benar-benar bisa memanfaatkan waktu-waktunya & menghabiskannya utk berbuat keta’atan kpd Allah Ta’ala, baik dalam bentuk shalat, tilawah al-Qur`an, berzikir, membaca buku-buku yg bermanfaat, menuntut ilmu, & disempurnakan dgn mencari sahabat yg shalih. arena sesungguhnya seorang yg berhaji tidaklah meninggalkan negeri & keluarganya melainkan utk mengejar ganjaran & pahala, & ia berharap dpt […]

Baca Selengkapnya » tentang Memanfaatkan Waktu

Haji Mabrur

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ” الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ ” أخرجه البخاري (1683) ومسلم (1349) “Umrah ke umrah (berikutnya) sbg pelebur (dosa) yg terjadi di antara keduanya, & bagi haji yg mabrur tdk ada balasan kecuali surga.” […]

Baca Selengkapnya » tentang Haji Mabrur

Mengikuti Nabi dalam Melaksanakan Manasik

Wajib bagi seorang muslim utk mengikuti Nabi dalam melaksanakan manasik, berbuat sebagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berbuat, karena beliau bersabda: ” لِتَأْخُذُوا مَنَاسِكَكُمْ ، فَإِنِّي لاَ أَدْرِي لَعَلِّي لاَ أَحُجُّ بَعْدَ حَجَّتِي هَذِهِ ” رواه مسلم “Ambillah manasik (tata cara haji) kalian (dariku), maka sesungguhnya aku tdk tahu sekiranya aku tdk berhaji lagi setelah […]

Baca Selengkapnya » tentang Mengikuti Nabi dalam Melaksanakan Manasik

Sifat Haji

Mengenal Sifat Haji Wajib atas setiap orang yg bertekad melaksanakan ibadah haji utk mengetahui hukum & sifat pelaksanaannya. Mengetahui cara berihram, kaifiat tawaf, tehnis bersa’i, & demikian pula dgn utk amalan manasik yg lainnya. Karena syarat lain penyebab diterimanya amal adl (setelah niat ikhlash karena Allah Ta’ala semata sebagaimana yg telah dikemukakan) bersesuaian dgn apa […]

Baca Selengkapnya » tentang Sifat Haji