Mozaik Islam

Ciri-ciri Aliran Sesat – Menyesatkan dan Cara Menanggulanginya

Ciri-ciri aliran sesat

  1. Dalam mendakwahi calonnya, mata sang calon ditutup rapat, & baru akan dibuka ketika mereka sampai ke tempat tujuan.
  2. Para calon yg akan mereka dakwahi rata-rata memiliki ilmu keagamaan yg relatif rendah, bahkan dpt dibilang tdk memiliki ilmu agama. Sehingga, para calon dgn mudah dijejali omongan-omongan yg menurut mereka adl omongan tentang Dinul Islam. Padahal, kebanyakan akal merekalah yg berbicara, & bukan Dinul Islam yg mereka ungkapkan.
  3. Calon utama mereka adl orang-orang yg memiliki harta yg berlebihan, atau yg orang tuanya berharta lebih, anak-anak orang kaya yg jauh dari keagamaan, sehingga yg terjadi adl penyedotan uang para calon dgn dalih demi dakwah Islam. Tetapi semua itu, hanya sbg alat (sarana) utk menyedot uang.
  4. Pola dakwah yg relatif singkat, hanya kurang lbh 3 kali pertemuan, setelah itu, sang calon dimasukkan ke dalam keanggotaan mereka. Sehingga, yg terkesan adl pemaksaan ideologi, bukan lagi keikhlasan. Dan, rata-rata, para calon memiliki kadar keagamaan yg sangat rendah. Selama hari terakhir pendakwahan, sang calon dipaksa dgn dijejali ayat-ayat yg mereka terjemahkan seenaknya, hingga sang calon mengatakan siap dibai’at.
  5. Ketika sang calon akan dibai’at, dia harus menyerahkan uang yg mereka namakan dgn uang penyucian jiwa. Jika sang calon tdk mampu saat itu, maka infaq itu menjadi hutang sang calon yg wajib dibayar.
  6. Tidak mewajibkan menutup aurat bagi anggota wanitanya dgn alasan kahfi.
  7. Tidak mewajibkan shalat 5 waktu bagi para anggotanya dgn alasan belum futuh (masih fatrah Makkah). Padahal, mereka mengaku telah berada dalam Madinah. Seandainya mereka tahu bahwa selama di Madinah-lah justru Rasulullah benar-benar menerapkan syari’at Islam.
  8. Sholat 5 waktu mereka ibaratkan dgn doa & dakwah. Sehingga, jika mereka sedang berdakwah, maka saat itulah mereka anggap sedang mendirikan shalat.
  9. Shalat Jum’at diibaratkan dgn rapat/syuro. Sehingga, pd saat mereka rapat, maka saat itu pula mereka anggap sedang mendirikan shalat Jum’at.
  10. Untuk pemula, mereka diperbolehkan shalat yg dilaksanakan dalam satu waktu utk 5 waktu shalat.
  11. Infaq yg dipaksakan per periode (per-bulan), sehingga menjadi hutang yg wajib dibayar bagi yg tdk mampu berinfaq.
  12. Adanya qiradh (uang yg dikeluarkan utk dijadikan modal usaha) yg diwajibkan walaupun anggota tdk memiliki uang, bila perlu berhutang kpd kelompoknya. Pembagian bagi hasil dari qiradh yg mereka janjikan tdk kunjung datang. Jika diminta tentang pembagian hasil bagi itu, mereka menjawabnya dgn ayat Al Qur’an sedemikian rupa sehingga upaya meminta bagi hasil itu menjadi hilang.
  13. Zakat yg tdk sesuai dgn syari’at Islam. Takaran yg terlalu melebihi dari yg semestinya. Mereka menyejajarkan sang calon dgn sahabat Abu Bakar dgn menafikan syari’at yg sesungguhnya.
  14. Tidak adanya mustahik di kalangan mereka, sehingga bagi mereka yg tdk mampu makan sekalipun, wajib membayar zakat/infaq yg besarnya sebanding dgn dana utk makan sebulan. Bahkan, mereka masih saja memaksa pengikutnya utk mengeluarkan ‘infaq’. Padahal, pengikutnya itu dalam keadaan kelaparan.
  15. Belum berlakunya syari’at Islam di kalangan mereka, sehingga perbuatan apapun tdk mendapatkan hukuman.
  16. Mengkafirkan orang yg berada di luar kelompoknya, bahkan menganggap halal berzina dgn orang di luar kelompoknya.
  17. Manghalalkan mencuri/mengambil barang milik orang tua sendiri/orang lain di luar kelompoknya.
  18. Menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan, seperti menipu/berbohong, meskipun kpd orang tua sendiri.

Majelis Ulama Indonesia yg mengeluarkan ma’lumat tentang 10 ciri aliran sesat, yaitu:

  1. Mengingkari rukun iman (Iman kpd Allah, Malaikat, Kitab Suci, Rasul, Hari Akhir, Qadha & Qadar) & mengingkari rukun Islam (Mengucapkan 2 kalimat syahadah, sholat wajib 5 waktu, puasa, zakat, & Haji)
  2. Meyakini & atau mengikuti akidah yg tdk sesuai dalil syar`I (Al-Quran & As-Sunah);
  3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al Qur’an
  4. Mengingkari otentisitas & atau kebenaran isi Al Qur’an
  5. Melakukan penafsiran Al Quran yg tdk berdasarkan kaidah-kaidah tafsir
  6. Mengingkari kedudukan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sbg sumber ajaran Islam
  7. Menghina, melecehkan & atau merendahkan para nabi & rasul
  8. Mengingkari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sbg Nabi & Rasul terakhir
  9. Merubah, menambah & atau mengurangi pokok-pokok ibadah yg telah ditetapkan oleh syari’ah, seperti haji tdk ke Baitullah, shalat fardlu tdk 5 waktu
  10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i, seperti mengkafirkan seorang muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Yang paling mudah terjerumus dalam kelompok sesat adl mereka yg memiliki semangat tinggi utk mempelajari agama tetapi memiliki pondasi keilmuan yg lemah sehingga mudah ditipu oleh kelompok sesat. Kemudian mereka yg memiliki fanatisme buta terhadap kelompok tertentu, dalam arti fanatisme mereka tdk dilandasi metode ilmiah atau dalil ilmiah dari Al Quran & As Sunnah. Sebab, pd dasarnya kita memang harus fanatik terhadap kebenaran sejati, yaitu ajaran islam yg masih murni & konsekuen, yg belum tercampur dgn berbagai dogma sesat seperti Takhayul – Bid’ah – Churofat ataupun sekulerisme – pluralisme – liberalisme.

Ciri-ciri aliran sesat yg lain:

  1. mengutamakan akal diatas hadits-hadits shahih
  2. berusaha mementahkan hukum-hukum islam dgn akalnya, membantah hadits-haidts shahih dgn akalnya
  3. memalingkan tafsir ayat-ayat Al quran agar sesuai dgn hawa nafsunya, alias menafsirkan ayat-ayat Al Quran seenaknya sendiri
  4. ajarannya bersifat rahasia, tdk terbuka utk umum, pengajarannya bersifat tertutup, hanya utk kalangannya sendiri, dll
  5. tidak berani terang-terangan menyampaikan ajaran kelompoknya kpd publik (pokoknya kalau sudah main rahasia-rahasiaan kemungkinan besar pasti sesat)
  6. mewajibkan pengikutnya menyerahkan harta, meskipun berkedok utk infak/shadaqah, apalagi jika angkanya besar, misalnya 20% dari gaji, terutama jika penggunaan dana tersebut tdk transparan
  7. menganggap kafir mayoritas umat islam yg bukan kelompoknya (takfiri)
  8. menganggap pemeluk agama lain juga akan masuk surga (pluralisme)
  9. menganggap negara indonesia tdk berlu memakai hukum islam (sekulerisme)
  10. melakukan ritual-ritual yg tdk diajarkan nabi, yg tdk ada dalilnya dari hadits-hadits shahih
  11. mendukung terorisme

Di antara ciri-ciri aliran sesat adl pimpinannya mengaku sbg Nabi atau Rasul (biasanya mengaku sbg Nabi Isa) agar pengikutnya lbh setia & membawa ajaran baru yg bertentangan dgn Al Qur’an & Hadits. Misalnya ada yg menyatakan tdk perlu sholat & puasa atau sholat cukup hanya 1 kali saja. Ada pula yg berhaji tdk ke Mekkah, tapi di tempat lain.

Jika kita mempelajari Al Qur’an & Hadits niscaya kita akan tahu mereka sesat. Sebagai contoh dalam satu hadits disebut mengenai rukun Iman & rukun Islam. Pada rukun Iman disebut iman kpd Allah, MalaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, hari akhir & beriman kpd takdir Allah yg baik & yg buruk. Iman pd Rasul berarti meyakini Nabi Muhammad sbg Nabi terakhir sebagaimana disebut dalam surat Al Ahzab:40.

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi dia adl Rasulullah & penutup nabi-nabi. Dan adl Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al Ahzab:40]

Jadi kalau ada yg mengaku Nabi sesudah Nabi Muhammad & membawa ajaran baru jelas dia pembohong karena ajaran Islam pd zaman Nabi Muhammad sudah disempurnakan Allah:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan utk kamu agamamu, & telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, & telah Ku-ridhai Islam itu jdi agama bagimu” [Al Maa-idah:3]

Karena itu jika ada yg bilang bahwa tdk perlu sholat & puasa karena perintahnya belum turun, itu adl sesat karena bertentangan dgn Al Qur’an & Hadits.

“Bacalah apa yg telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) & dirikanlah shalat. Sesungguhnya” [Al ‘Ankabuut:45]

Bahkan Nabi Isa yg nanti turun ke dunia (baca hadits Bukhari & Muslim) tdk membawa ajaran baru. Ketika sholat dia menjadi makmum Imam Mahdi yg merupakan keturunan Nabi Muhammad. Dari hadits disebut bahwa Imam Mahdi & Nabi Isa bahu-membahu perang melawan Dajjal hingga Dajjal tewas. Nabi Isa mematahkan salib & semua ummat beriman ke dalam Islam. Ada pun Dajjal disebut berjalan keliling dunia menyebarkan kesesatan & dpt menghidupkan orang yg mati. Kira-kira apa kondisi kita saat ini seperti itu? Jika tidak, berarti Nabi Isa belum kembali.

Cara Menghindari Aliran Sesat

Agar tdk sesat, kita harus mempelajari Al Qur’an & Hadits & tdk membeo/taqlid kpd guru.

“Aku telah meninggalkan pd kamu 2 hal. Kitab Allah & sunnahku, kamu tdk akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)

“Aku tinggalkan kepadamu 2 perkara. Selama kalian tetap berpegang pd keduanya sepeninggalku, maka kalian tdk akan tersesat, yaitu Kitabulloh & Sunnahku.” [Muwatta Imam Malik, hlm. 899 Hadits no.1395]

“Hai orang-orang yg beriman, taatilah Allah & taatilah Rasul (Nya), & ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kpd Allah (Al Quran) & Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kpd Allah & hari kemudian. Yang demikian itu lbh utama (bagimu) & lbh baik akibatnya.” [An Nisaa’:59]

Dengan membaca Al Qur’an, niscaya kita akan tahu bahwa perintah sholat, zakat, puasa, haji yg ada dalam rukun Islam itu merupakan kewajiban dari Allah SWT:

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat & ruku`lah beserta orang-orang yg ruku” [Al Baqoroh:43]

“Hai orang-orang yg beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” [Al Baqoroh:183]

Jika kita kaji Al Qur’an & hadits maka akan nyata bahwa sholat wajib itu ada 5 waktu (Subuh, dzuhur, ashar, maghrib, & isya). Jadi begitu ada yg menyatakan tdk perlu sholat 5 waktu & tdk perlu puasa, kita tahu orang itu sesat.

Banyak orang meski intelek atau mahasiswa, namun jarang mempelajari Al Qur’an & Hadits. Sehingga begitu bertemu dgn orang yg sesat yg menafsirkan Al Qur’an & Hadits sesuai dgn pikirannya sendiri, dia pun ikut tersesat.

Ciri khas dari aliran sesat adl memisahkan diri dari jama’ah Islam (mayoritas Islam). Mereka hanya mau berguru & mau berimaman hanya dgn kelompok mereka sendiri: Mereka memiliki masjid sendiri & tdk mau sholat di masjid di luar kelompok mereka.

“Sesungguhnya ummatku berpecah-belah menjadi 73 golongan. Satu golongan di dalam surga & 72 golongan di dalam neraka.” Ditanyakan kpd beliau: “Siapakah mereka (yang 1 golongan) itu ya Rosululloh?” Beliau menjawab: “Al Jama’ah“. [Hadis Riwayat: Ibnu Majah, no.3992; Ibnu Abi ‘Ashim, no.63; & Al Laikai, 1/101]

Jama’ah artinya kumpulan terbesar. Meski hanya satu, tapi itulah kumpulan yg terbesar. Sementara kelompok sesat meski terbagi dalam 72 kelompok, tapi mereka terbagi dalam kelompok keci-kecil. Oleh karena itu umumnya kelompok sesat dari 1,2 milyar ummat Islam jumlahnya rata-rata kurang dari 10 juta orang.

“Ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan, seluruhnya akan masuk an-Nar, hanya 1 yg masuk al-Jannah.” Kami (para sahabat) bertanya, “Yang mana yg selamat?” Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Yang mengikutiku & para Shahabatku.” [Hadis Riwayat: Tirmidzi & Ibnu Majah]

Nabi berkata bahwa ummat Islam tdk akan bersatu dalam kesesatan & Allah melindungi kelompok Muslim terbanyak:

” Ummatku tdk akan bersatu di dalam kesesatan.” [ Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi & Hakim- Sahih]

“Sesungguhnya Allah tdk menghimpun ummatku atas kesesatan & perlindungan Allah beserta orang byk .” [HR Tirmidzi]

Jika ada kelompok pengajian jumlahnya sedikit sekali, tapi mengkafirkan seluruh ummat Islam di luar kelompoknya, maka kelompok itu niscaya sesat.

Anda harus selalu bergaul dgn jama’ah Muslim. Bergurulah dgn berbagai guru agar mendapat byk ilmu & bisa merangkum kebenaran yg sejati. Jika hanya belajar pd satu guru & guru itu ternyata sesat, niscaya kita akan sesat juga jika tdk mau belajar dari guru lainnya.

Berikut satu hadits yg memuat pokok keimanan & keIslaman. Orang yg melanggar rukun Iman & rukun Islam, niscaya dia telah sesat:

Umar bin Khattab ra. berkata:Suatu ketika kami (para sahabat) duduk di dekat Rasulullah SAW. Tiba-tiba muncul kpd kami seorang laki-laki mengenakan pakaian yg sangat putih & rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan & tdk ada seorang pun di antara kami yg mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kpd kpd lutut Nabi & meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata, “Hai Muhammad, beritakan kepadaku tentang Islam”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Islam adl engkai bersaksi tdk ada tuhan selain Allah & sesungguhnya Muhammad adl Rasul Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan & engkau menunaikan haji ke Baitullah jika engkau telah mampu melakukannya“. Lelaki itu berkata. “Engkau benar“. Maka kami heran, ia yg bertanya ia pula yg membenarkannya.

Kemudian ia bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku tentang iman”. Nabi menjawab. “Iman adl engaku beriman kpd Allah, MalaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, hari akhir & beriman kpd takdir Allah yg baik & yg buruk“. Ia berkata. “Engkau benar”.

Dia bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Ihsan”. Nabi menjawab, “Hendaklah engkau beribadah kpd Allah seakan-akan engkau melihatNya, kalaupun engkau tdk melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu“.

Lelaki itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku kapan terjadinya kiamat“. Nabi menjawab, “Yang ditanya tidaklah lbh tahu daripada yg bertanya“. Dia pun bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya”. Nabi menjawab, “Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya, jika engkau melihat orang yg bertelanjang kaki tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing yg saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yg menjulang tinggi.”

Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam sehingga Nabi bertanya kepadaku, “Wahai Umar, tahukah engkau siapa yg bertanya tadi?” Aku menjawab, “Allah & RasulNya lbh mengetahui”. Beliau bersabda, “Ia adl Jibril yg mengajarkan kalian tentang agama kalian“. (Hadis Riwayat: Muslim)

Secara ringkas, ada beberapa tips yg dpt dilakukan agar seseorang terhindar dari pengaruh aliran sesat, antara lain:

  1. Mempelajari ilmu agama Islam. Selain karena hukumnya wajib, dgn mempelajari agama seseorang akan mampu mengetahui ajaran-ajaran yg tdk sesuai dgn Islam namun disamarkan seolah merupakan ajaran Islam. Hadirilah majelis-majelis ta’lim yg dibimbing oleh ustadz yg terpercaya. Belilah buku, majalah, VCD atau MP3 yg berisi kajian Islam ilmiah yg membahas Al Qur’an & hadits di dalamnya. Namun berhati-hatilah terhadap majelis-majelis ta’lim, buku, majalah atau VCD yg di dalamnya jarang atau bahkan tdk membahas Al Qur’an & Hadits, walaupun isinya kelihatan baik
  2. Kenali & pahami ciri-ciri aliran sesat
  3. Sering bergaul dgn ahlul ‘ilmi, yaitu orang-orang yg memiliki kapasitas ilmu agama yg baik, atau orang-orang yg semangat menuntut ilmu agama
  4. Jadilah insan yg ilmiah, yg senantiasa melakukan sesuatu atas dasar yg kokoh
  5. Taruhlah rasa curiga bila menemukan sekelompok orang yg berdakwah Islam namun dgn cara sembunyi-sembunyi & takut diketahui orang byk
  6. Jangan ragu utk berkonsultasi dgn ulama atau ustadz yg terpercaya ketika menemukan sebuah keganjilan dalam praktek beragama
  7. Berdoa memohon pertolongan Allah agar dihindarkan dari kesesatan & dimantapkan dalam kebenaran. Sebagaimana dicontohkan pula oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berdoa: Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik. Artinya: “Ya Allah, Dzat Yang Membolak-balikan Hati, tetapkanlah hatiku pd agama-Mu“. (Hadis Riwayat: Muslim)

dari berbagai sumber

Lafadz Doa Takbir Idul Fitri

Lafadz Takbir Idul Fitri

اَللهُ اَكْبَرُ 3x لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَِللهِ الحَمْدُ. اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً لاَاِلَهَ الله وَنَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكَافِرُوْنَ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَِللهِ الحَمْدِ

“Allah Maha Besar 3x tiada Tuhan selain Allah, & Allah Maha Besar. Allah Maha Besar & bagi Allah segala pujian (3x). Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dgn pujian yg byk. Maha suci bagi Allah sepanjang pagi & petang. Tiada tuhan selain Allah & tiadalah kami menyembah selain kepada-Nya dgn mengikhlaskan agama kepada-Nya meskipun dibenci oleh orang kafir. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Yang Maha Benar akan segala janji-Nya, yg menolong hamba-Nya, yg memuliakan pengikut-Nya, & yg mengusir semua musuh Nabi-Nya dgn sendiri-Nya. Tiada tuhan selain Allah & Allah Maha Besar. Allah Maha Besar & segala pujian hanya milik Allah.“

Doa Niat Shalat Tarawih dan Witir

Niat Shalat Tarawih

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ اِمَامًا/مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Aku berniat shalat tarawih 2 rakaat menjadi iman/ma/mun karena Allah ta’ala

Niat Shalat Witir Untuk Dua Raka’at

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ اِمَامًا/مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Niat saya shalat witir 2 raka’at menjadi imam/makmum sunat karena Allah Ta’ala

Niat Shalat Sunat Witir Satu Raka’at

اُصَلِّى سُنَّةٍ رَكْعَةَ الوِتْرِ اِمَامًا/مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Niat saya shalat witir satu rakaat menjadi imam/makmum sunat karena Allah Ta’al

Do’a Tarawih & Witir

Do’a Tarawih

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالاِيْمَانِ كَامِلَيْنِ وَلِلفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالهُدَى مُتَمَسِكِيْنَ. وَعَنِ اللَّغْوِمُعَرِضِيْنَ. وَفِى الدُّيْنَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى الآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبِالقَضَاءِ رَاضِينَ. وَلِنَعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ وَعَلَى البَلاَءِ الصَّابِرِيْنَ وَتَحْتَ لِوَآءِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ القِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَاِلَى حَوْضِ وَارِدِيْنَ وَاِلَى الجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلَى السَّرِيْرِ الكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍ عَيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ وَمِنْ سُنْدُوْسٍ وَاسْتَبْرَاقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ وَمِنْ طَعَامِ الجَنَّةِ ءَاكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّى شَارِبِيْنَ. بِاَكْوَابٍ وَّاَبَا رِيقَى وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنَ. مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصَّدِيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّلِحِيْنَ وَحَسُنَ اُوْلَئِكَ رَفِيْقًا. ذَلِكَ الفَضْلُ مِنَ اللهُ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى لَيْلَةِ هَذَا الشَهْرِ الشَّرِيْفَةِ المُبَارَكَةِ مِنَ السُعَدَاءِ المَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ الاَشْقِيَاءِ المَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلىَّ اللهُ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Do’a Shalat Witir

سُبُّوْحٌ قُدُّوسٌ رَبَّنَا وَرَبُّ المَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ. سُبْحَانَ اللهُ وَالحَمْدُ ِللهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ اَكْبَرْ. وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

Doa Niat I’tikaf di Mesjid dan Do’a Lailatul Qadr

Niat Diam (I’tikaf) di Mesjid

نَوَيْتُ اَنْ اِعْتِكَفَ فِى هَذَا المَسْجِدِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“saya berniat I’tikaf di mesjid, sunat karen Allah ta’ala

Do’a Lailatul Qadr

اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

“Ya Allah, sesungguhnya, engkau maha pengampun & maha mulia, suka mengampuni kesalahan, maka ampunilah kesalahanku”

Doa Niat Zakat Fitrah dan Do’a Menerima Zakat

Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri

نَوَيْتُ اَنْ اَخْرَجَ زَكَاةَ الفِطْرِ عَنْ نَفْسِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالىَ

“Aku Berniat menunaikan zakat fitrah utk diriku sendiri sesuatu kewajiban karena Allah Ta’ala

Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri & Keluarga

نَوَيْتُ اَنْ اَخْرَجَ زَكَاةُ الفِطْرِ عَنِّى وَعَنْ جَمِيْعِ مَنْ يَلءزَمُنِيْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Aku berniat menunaikan zakat fitrah utk diriku & utk semua orang yg nafkahnya menjadi tanggunganku menurut syariat agama sesuatu kewajiban karena Allah Ta’ala

Do’a Menerima Zakat

ءَاجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَ اللهُ لَكَ طَهُوْرًا

“Semoga Allah melimpahkan ganjaran pahala terhadap harta yg telah Engkau berikan & semoga Allah memberkahi harta yg masih tersisa padamu, serta semoga Allah menjadikan dirimu suci bersih“

Cara Shalat Idul Fitri

Niat Mandi Sunat Hari Raya Idul Fitri

نَوَيْتُ الغُسْلَ لِعِيْدِ الفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“aku niat mandi sunat hari raya Idul Fitri karena Allah Ta’ala.”

Niat Shalat Idul Fitri

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ اِمَامًا/مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Aku niat shalat sunat Idul Fitri 2 raka’at menjadi imam/makmum karena Allah Ta’ala.”

Cara Shalat Idul Fitri:

  1. Shalat Idul Fitri dilakukan 2 raka’at & sunah berjamaah
  2. Pada raka’at pertama takbirnya 7x sesudah membaca do’a iftitah & sebelum membaca surat alfatihah
  3. Pada raka’at kedua takbirnya 5x sebelum membaca surat al-Fatihah selain takbir berdiri
  4. dapun bacaan takbirnya, yaitu:

سُبْحَانَ اللهُ وَالحَمْدُ ِللهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ

“Maha suci Allah dgn segala puji selain Allah & Allah Maha Besar.”

Ucapan, Jawaban dan Do’a Idul Fitri

Ucapan Do’a Idul Fitri Saat Bertemu

تَقَبَلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ وَكُلُّ عَامٍِ بِخَيْرٍ مِنَ العَائِدَيْنِ وَالفَائِزِيْنَ

“Semoga Allah menerima ibadah saum kami & anda semua. Dan setiap tahun semoga ada dalam kebaikan. Dan semoga termasuk orang-orang yg kembali kpd kesucian & menjadi orang-orang yg beruntung.“

Jawaban ucapan do’a Idul Fitri

تَقَبَّلَ يَاكَرِيْمٌ

“Semoga Allah yg Mulia mengabulkannya.“

Berniat Baik (Ihtisab) dalam Mendidik Anak

Seorang muslim hendaknya menghadirkan niat yg baik dalam mendidik putra-putrinya. demikian pula ketika melaksanakan amal-amal yg lain, & mengharapkan pahala dari Allah.

Al Kafawi berkata: “Makna ihtisab adl mencari pahala dari Allah. Oleh karena itu, sabar atas bencana yg menimpa merupakan penenang jiwa orang yg mengharap pahala dari Allah sehingga tdk membenci musibah yg menimpanya, melainkan ia mencari pahala dari Allah ketika bersabar atas musibah tersebut.“

Ibnul Atsir berkata: “Makna ihtisab dalam melaksanakan amal saleh & ketika menghadapi hal-hal yg tdk disukai adl sikap bersegera mencari & mendapatkan nilai pahala dgn cara berpasrah diri & sabar, atau dgn menggunakan bermacam cara utk mendapatkan kebaikan & melakukannya sesuai cara yg diajarkan dgn harapan mendapatkan pahala.“

Oleh karena itu, kawan-kawan tertercinta, ihtisab terbagi 3 macam:

  1. Mencari pahala dari Allah dgn bersabar atas segala masalah yg tdk disukai, seperi kehilangan anak yg sudah tumbuh besar.
  2. Mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa ta’ala ketika melakukan amal saleh, seperti berpuasa di bulan Ramadhan dgn penuh keimanan & mengharap pahala dari Allah. Demikian pula seluruh amal-amal taat kpd Allah, sebagaiman hadits yg disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

    “مَنْ صاَمَ رَمَضاَنَ إِيْماَناً وَاحْتِساَباً غُفِرَ لَهُ ماَ تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”

    “Barangsiapa yg berpuasa di bulan Ramadhan dgn penuh keimanan & menharap pahala dari Allah maka dosa-dosanya yg telah lalu diampuni.” (Hadis Riwayat: Bukhari & Muslim)

  3. Ihtisab kpd Allah sbg penolong bagi hamba ketika dihadapkan dgn macam-macam cobaan, seperti terhalang dari tujuan, mendapatkan sesuatu yg menakutkan atau terjadinya yg membahayakan. Jadi, arti Ihtisab adl merasa cukup dgn Allah sbg penolong & rela dgn pembagianNya, sedikit ataupun byk.

Banyak faidah & manfaat dari sikap ihtisab, di antaranya:

  1. Ihtisab dalam melakukan ibadah akan menjadikannya murni & ikhlah hanya utk Allah yg tdk ada balasannya selain surga.
  2. Ihtisab dalam menghadapi hal-hal yg tdk diinginkan akan menolak rasa sedih & menyesal. Sebaliknya hal itu akan menarik rasa riang & senang serta mengubah yg diduga malapetaka oleh orang menjadi sesuatu nikmat.

Ditulis oleh Muhammad bin Ali al Arfaj

Cara Menyambut Kelahiran Anak Perempuan

Tatkala bisyarah (kabar gembira) menyenangkan seseorang maka disunahkan bagi seorang muslim segera menyatakan kegembiraannya terhadap saudaranya yg mendapat bisyarah tersebut. Tidak boleh dibedakan antara bisyarah dgn anak laki-laki atau dgn anak perempuan.

Shalih putra Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, “Bila ayahku mendapat keturunan anak perempuan, beliau berkata: Para nabi dahulu adl bapak-bapak dari anak-anak perempuan.“

Abu Bakar bin al Mundzir mengatakan dalam kitab al Ausath, kami meriwayatkan dari al Hasan al Bashri bahwa ada seorang laki-laki datang kepadanya & secara kebetulan di sisinya ada laki-laki lain yg telah mendapat kelahiran bayi laki-laki kemudian laki-laki yg baru datang tadi mengucapkan selamat kepadanya dgn ungkapan, (يُهَنِّئُكَ الْفاَرِسُ) artinya, “Anda disambut oleh penunggang kuda!“. Al Hasan menegurnya, “Dari mana kamu tahu, ia penunggang kuda atau himar?” Kemudian ia bertanya, “Jadi, kita harus mengatakan apa?” al Hasan Bashri menjawab, katakanlah:

” بُوْرِكَ فِي الْمَوْهُوْبِ، وَشَكَرْتَ الواَهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ “

Semoga anak yg diberikan itu diberkati. Semoga engkau bisa bersyukur kpd Allah sbg Pemberi. Semoga anak itu sampai dewasa. Dan semoga engkau mendapat baktinya.

Seorang sastrawan berkata kpd orang yg dikaruniai anak perempuan, “Semoga Allah memberkati Anda pd anak perempuanmu yg akan dpt diambil faidah. Semoga anak itu dijadikan hiasan & balasan baik utk Anda atas merawatnya. Oleh karena itu, Anda jangan membenci anak-anak perempuan karena mereka adl ibu, saudara perempuan, ataupun bibi. Di antara mereka ada yg shalihah, ahli ibadah, & yg pandai menjaga diri ketika sendirian dgn pemeliharaan Allah.“

Kami ingin menuangkan sebuah percakapan indah antara 2 sahabat Nabi yg agung, yaitu Mu’awiyah bin Abu Sufyan & Amer bin al Aash. Suatu ketika Amer bin Ash masuk kpd Mu’awiyah bin Abi Sufyan sementara di sisi beliau ada putrinya yg bernama, Aisyah. Amer bertanya, “Siapakah anak perempuan ini, wahai Amirul mukminin?” Mu’awiyah menjawab, “Ini adl buah hatiku.” Amer berkata, “Singkirkan dia dari Baginda!” Mu’awiyah balik bertanya, “Mengapa?” Amer menjawab, “Demi Allah, perempuan itu akan melahirkan musuh-musuh, akan mendekatkan yg jauh, & akan menimbulkan kedengkian.” Mu’awiyah berkata, “Kamu jangan bicara seperti itu, wahai Amer! Demi Allah, tdk ada yg seperti kaum perempuan. Mereka dpt merawat orang-orang sakit, membantu meringankan kesedihan & berbakti kpd yg masih hidup.” Amer berkata: “Aku tdk mengenal tuan kecuali tuan membuatku menyenangi mereka (kaum hawa). Ketika aku masuk kpd tuan, aku merasakan bahwa tdk ada yg aku lbh benci di atas permukaan bumi ini selain mereka. Dan sekarang aku keluar dari sisi tuan sungguh tdk ada yg aku lbh cintai daripada mereka.”

Di sini ada permasalahan penting, yaitu bahaya melalaikan anak perempuan, baik dalam mendidik, memberikan cinta & kasih sayang atau kasar dalam mendidik yg akan menimbulkan pengaruh buruk. Oleh karena itu, para orang tua, baik bapak ataupun ibu, wajib memberi perhatian penuh terhadap anak-anak perempuan mereka sbg pengamalan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg berbunyi:

“كُلُّكُمْ راَعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ”

“Setiap kamu adl pemimpin & setiap kamu akan diminta pertanggungjawaban atas apa yg dipimipinnya.” (Hadis Riwayat: Bukhari & Muslim)

Hal itu merupakan amanah yg dipikul oleh setiap muslim laki-laki & muslim perempuan, baik seorang ayah, ibu, saudara laki-laki ataupun saudara perempuan. Maka oleh karena itu, setiap orang mempunyai tanggung jawab sesuai kesanggupan & kemampuannya atas melakukan tanggungjawab & atas kedekatan kekerabatannya.

Termasuk dalam maslah ini adl memperhatikan hijab utk anak perempuan dgn membelikan busana muslimah yg akan memberikan keanggunan kepadanya. Dan mengenakan busana muslimah ini hendaknya menjadi adat & kebiasaanya di setiap kondisi & keadaan sehingga anak perempuan tersebut mantap dalam keimanannya yg dilidungi dgn rasa malu.

Anak perempuan tersebut perlu diajarkan al Qur’an & sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebeih-lebih di zaman sekarang yg penuh gelombang dekadensi moral yg diarahkan oleh musuh-musuh Islam kpd kaum muslimin di setiap negeri. Bisa jdi akan lbh bahaya lagi di negeri ini (Saudi Arabia) karena merupakan benteng terakhir dari pertahanan Islam kecuali Allah Subhanahu wa ta’ala menghendaki lain. Di negeri ini (Saudi) Alhamdulillah masih terdapat khisymah (kehormatan wanita dgn pakaiannya yg islami) & iffah (keterpeliharaan diri) & masih byk masyarakat besar maupun kecil yg menjaga anak-anak perempuannya & antusias mendidik mereka dgn buku-buku yg menfaat, kaset-kaset islami & mengajarkan kitab suci al Qur’an & sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Alhamdulillah masih kita dpt saksikan di negeri ini pd setiap saat halaqah-halaqah yg mengajarkan hapalan al Qur’an al Kariem; di setiap kota maupun kampung. Bahkan kita dapatkan -alhamdulillah- byk kaum wanita yg hapal al Qur’an disamping byk nya madrasah tahfizh al Qur’an utk kaum putri di waktu pagi yg disediakan & dilindungi oleh pimpinan urusan wanita. Ini merupakan karunia Allah Subhanahu wa ta’ala yg diberikan kpd negeri ini dimana para pemimpinannya diberi kesungguhan utk memperhatikan bidang-bidang yg baik ini.

Jika dpt disatukan semua usaha & perjuangan dari orang tua anak, para penanggung jawab di pemerintahan & para pendidik & pembina utk melaksanakan tugas suci ini maka dgn izin Allah Subhanahu wa ta’ala kita akan dpt memetik buahnya yg nyaman dalam pendidikan anak-anak perempuan & dpt mengantarkan mereka kpd kehidupan yg aman, nyaman & tentram serta menyelamatkan mereka dari pengaruh parabola & internet yg kebanyakannya membahayakan meskipun ada kebaikannya.

Oleh karena itu, setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, hendaknya paham & menyadari adanya bahaya yg mengintai di sekelilingnya sehingga ia akan membentengi keimanan anak-anak, keluarga & orang-orang yg berada di bawah tanggung jawabnya sbg pengamalan firman Allah Subhanahu wa ta’ala sbg berikut:

 ياَ أَيُّهاَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا قُوْا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ ناَراً وَقُوْدُهاَ النَّاسُ وَالْحِجاَرَةُ 

“Hai orang-orang yg beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yg bahan bakarnya adl manusia & batu.” (Al Qur’an Surat: 66: 6)

Kalau kita melaksanakan hal ini maka dgn izin Allah kita akan dpt membentengi anak-anak kita dgn benteng keamanan, keimanan & kekuatan ilmu & pengetahuan yg punya pengaruh besar utk kesalehan anak-anak kita. Generasi akhir umat ini (seperti kita) tdk akan menjadi baik kecuali dgn sarana perbaikan yg digunakan oleh generasi awalnya (salaf saleh), yaitu menaruh perhatian besar kpd kitab Allah, al Qur’anul-Kariem, dgn rutin membacanya, mentadabburi maknanya & mempelajari kandungannya. Demikian pula penuh perhatian dgn sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sbg implementasi sabdanya:

“تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ ماَ إنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِماَ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدِيْ أبَداً”

“Aku tinggalkan pd kalian 2 pusaka yg kalian tdk akan tersesat sepeninggalku utk selamanya jika kalian berpegang teguh dgn keduanya, yaitu: kitab Allah, al Qur’an & sunnahku.” (Hadis Riwayat: Al Hakim & dishahihkan oleh al Albani)

Apabila kita mengamalkan hal ini maka dgn izin Allah kita akan mampu menguasai situasi & kondisi masa kini & mengembalikan tipu daya musuh kpd tengkuk leher mereka. Lebih dari itu, Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar gembira kpd kita dgn sabdanya:

” لاَ تَزاَلُ طاَئِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ عَلىَ الْحَقِّ مَنْصُوْرَةً، لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلاَ مَنْ خاَلَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيْ أَمْرُ اللهِ “

“Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yg ditolong dalam menegakkan kebenaran. Mereka tdk akan goyah karena adanya orang yg menghinakan atau orang yg menentang hingga datang peputusan dari Allah.” (Hadis Riwayat: Bukhari & Muslim)

Oleh karena itu, Anda semua; baik orang tua ataupun saudara & saudari hendaknya takut kpd Allah Subhanahu wa ta’ala Kita harus punya perhatian penuh terhadap anak-anak perempuan; jangan sampai menyia-nyiakan mereka. Kita jangan memberikan kesempatan kpd setan masuk utk merusak mereka. Kita harus pandai menggunakan alat-alat modern ini, baik prangkat telphon ataupun internet, dalam hal-hal yg bermanfaat dgn menjaga & mengawasi mereka secara ketat, dgn kejujuran, keikhlasan & penuh perhatian. Kalau kita sudah dpt melaksanakan hal ini maka akan mampu mengkanter tipu daya musuh Islam.

Alat-alat hasil teknologi modern ini kita gunakan dalam hal-hal yg bermanfaat bagi kita; dalam urusan agama ataupun urusan dunia. Dengan alat tersebut kita dpt menghemat waktu & menghimpun ilmu pengetahuan, tetapi dgn syarat yg ketat. Hati-hatilah & berilah perhatian penuh dgn pengawasan yg ketat terhadap anak-anak perempuan. Bersihkan rumah kita dari alat-alat permainan yg mudaratnya lbh besar ketimbang manfaatnya. Apabila hal ini berhasil kita tegakkan maka dgn izin Allah kita akan menjadi para anggota pemelihara & penjagagawang bagi diri kita sendiri, bagi keluarga, masyarakat & negara kita yg semoga Allah menjaganya dgn tegaknya Islam & memberi kemudahan utk menjalankan segala yg maslahat bagi Islam & kaum muslimin.

Saudara-saudaraku, kalau kita betul-betul menjaga & memelihara anak-anak perempuan maka kita akan memetik buahnya di dunia dgn kebaikan & bakti mereka terhadap kita & dgn mendapat anak cucu yg shalih & shalihah. Adapun keuntungan di akhirat maka hal itu tdk diragukan lagi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“إذا ماَتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ: صَدَقَةٍ جاَرِيَةٍ، أوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أوْ وَلَدٍ صاَلِحٍ يَدْعُوْ لَهُ”

“Apabila seorang manusia mati maka segala amalannya akan terputus kecuali 3 perkara, yaitu: pertama, shadakoh jariah, kedua, ilmu yg bermanfaat, ketiga, anak shalih yg mendo’akan.” (Hadis Riwayat: Muslim)

Ini merupakan kabar gembira yg ada dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi para bapak & para ibu, bahkan para pendidik, para guru & para pembina akhlak. Syekh Abd. Rahman as-Sa’diy dalam mengomentari ungkapan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam “anak shalih yg mendo’akan” bekata: “Seluruh pengaruh amal yg sampai kpd seorang hamba ada 3 perkara: Pertama, hal-hal yg diamalkan oleh orang lain, tapi hasil didikan & pengarahan dari dia. Kedua, segala yg diambil manfaat oleh orang lain; manfaat apa saja, seperti mengikuti kebaikan yg pernah dilakukannya. Ketiga, hal-hal yg diamalkan oleh orang lain kemudian dihadiahkan atau dimohonkan kpd Allah agar pahalanya disampaikan kepadanya, termasuk sedekah yg diatasnamakan dia & do’a yg dikirimkan kepadanya. Semua ini bisa saja dilakukan oleh anak-anaknya sendiri, anak-anak didiknya, sanak saudara atau para sahabat; bahkan setiap kaum muslimin sesuai dgn kedekatannya dgn agama.”

Oleh karena itu, bahagia bagi Anda yg mengajarkan kebaikan kpd umat & bahagia juga bagi para guru & para pembimbing masyarakat, yaitu dgn akan meraih kebaikan & pahala yg mengalir sepanjang ilmu yg diajarkan itu terus diamalkan & berantai kpd yg mengajarkan seterusnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“إنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ لَيُصَلُّوْنَ عَلَى مُعَلِّمِ النّاَسِ الْخَيْرَ”

“Sesungguhnya Allah & para malaikatNya berselawat bagi orang yg mengajarkan kebaikan kpd umat manusia.” (Hadis Riwayat: Tirmidzi)

Demikian pula patut disampaikan selamat kpd para pengajar tahfizh al Qur’an; baik perlajar putera maupun pelajar puteri, yaitu dgn mendapatkan kebaikan yg disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ”

“Sebaik-baik kamu adl orang yg belajar al Qur’an & mengajarkannya.“

(Hadis Riwayat: Bukhari)

Oleh karena itu semua, apabila seluruh usaha dari semua pihak; orang tua, para penanggung jawab pendidikan, masyarakat & sistem pengajaran, dikerahkan menjadi satu maka insya Allah kita akan mampu menghadang tipu daya musuh-musuh Islam & dgn izin Allah kita akan dpt memperbaiki bangsa & negara dalam urusan dunia & agama.

Aku memohon kpd Allah Subhanahu wa ta’ala dgn nama & sifat-sifatNya yg tinggi, semoga Allah memperbaiki anak-anak perempuan & keturunan kita, memberi kejelian mengetahui titik-titik kelemahan diri, memberi petunjuk ke jalanNya, & memperbaiki para pemimpin & yg mengatur urusan kita. Semoga Allah memberi petunjuk kpd mereka utk melakukan segala yg membawa kebaikan bangsa & negara. Semoga Allah mengaruniai mereka & kita semua dgn mendapatkan kawan & pendukung yg baik. Semoga Allah memberi aku keikhlasan dalam berkata & berbuat beserta ketabahan utk itu. Sesungguhnya Allah adl Dzat yg mengurusi semua & maha mampu utk itu. Terakhir ucapan dalam do’a kami al hamdu lillahi rabbil-‘alamin. Semoga Allah mencurahkan rahmat & salam kpd Nabi Muhammad, keluarganya & para sahabatnya semua.

Aku memohon kpd Allah; semoga kita diberi manfaat dalam apa-apa yg kita ketahui & mengajarkan kita apa-apa yg bermanfaat bagi kita. Semoga Allah mencurahkan rahmat & salam kpd Nabi Muhammad, keluarganya & para sahabatnya semua.

Ditulis oleh Muhammad bin Ali al Arfaj

Mewaspadai Fitnah Wanita

Kecintaan suami terhadap isterinya & kecintaan isteri terhadap suaminya tdk boleh menjadikan keduanya mengharamkan apa yg telah Allah halalkan & menghalalkan apa yg telah Allah haramkan, atau melakukan dosa-dosa & maksiat karena ingin mendapat keridhaan masing-masing dari keduanya atas yg lain.

Allah Ta’ala pernah menegur Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Dia berfirman:

“Artinya: Wahai Nabi, mengapa engkau mengharamkan apa yg dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu; & Allah adl pelindungmu & Dia Maha Mengetahui, Mahabijak-sana.” [At-Tahrim: 1-2]

Di dalam ash-Shahiihain dari hadits ‘Aisyah radhiyal-laahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah minum madu di tempat Zainab binti Jahsyi & tinggal bersamanya. Aku & Hafshah bersepakat utk mengatakan kpd beliau apabila beliau menemui salah seorang dari kami, ‘Apakah engkau telah memakan maghafir? Sungguh aku mendapati darimu aroma maghafir.’ Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Tidak, tetapi tadi aku minum madu di rumah Zainab binti Jahsyi & aku tdk akan mengulanginya & aku bersumpah. Jangan engkau beberkan hal ini kpd seorang pun.’ Maka turunlah ayat ini [At-Tahrim: 1-2]”

Di sini Allah telah memperingatkan kaum laki-laki agar tdk terfitnah dgn wanita, begitu juga kaum wanita agar tdk terfitnah dgn laki-laki. Allah Ta’ala berfirman:

“Artinya: Wahai orang-orang yg beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu & anak-anakmu ada yg menjadi musuh bagimu,2 maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; & jika kamu maafkan & kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu & anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), & di sisi Allah pahala yg besar.” [At-Taghaabuun: 14-15]

“Artinya: Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yg diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yg bertumpuk dalam bentuk emas & perak, kuda pilihan, hewan ternak3 & sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, & di sisi Allah-lah tempat kembali yg baik.” [Ali ‘Imran: 14]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya: Tidak ada fitnah yg aku tinggalkan setelahku yg lbh berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita.“

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Artinya: Sesungguhnya dunia ini manis & indah. Dan sesungguhnya Allah menguasakan kpd kalian utk mengelola apa yg ada di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia & wanita, karena fitnah yg pertama kali terjadi pd bani Israil adl karena wanita.“

Hendaklah seorang muslim benar-benar waspada terhadap fitnah ini, karena di antara manusia ada yg terseret oleh kecintaannya yg berlebihan terhadap isterinya sehingga ia berbuat durhaka kpd orang tua, memutuskan silaturahmi & berbuat kerusakan di bumi, sehingga laknat Allah akan menimpanya.

Allah Ta’ala berfirman:

“Artinya: Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi & memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yg dilaknat oleh Allah; lalu dibuat tuli (pendengarannya) & dibutakan penglihatannya).” [Muhammad: 22-23]

Di antara manusia ada yg diseret oleh kecintaannya kpd isterinya utk mencari harta yg haram guna memenuhi kecintaannya & memuaskan syahwatnya. Di antara mereka pun ada yg saling membunuh dgn tetangganya dgn sebab ulah isterinya. Maka, hendaklah seseorang berhati-hati terhadap fitnah wanita.

[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Putaka A-Taqwa Bogor – Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa’dah 1427H/Desember 2006]

Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas