Mozaik Islam

Kecewa Memiliki Anak Perempuan

Seorang da’i menasehati setiap orang yg tdk suka keturunan anak perempuan dgn ungkapan, “Segala sesuatu berada di tangan Allah Subhanahu wa ta’ala. Dialah yg menciptakan anak laki-laki & anak perempuan. Ketidakrelaan terhadap masalah ini dianggap mencerca ketentuan Allah Subhanahu wa ta’ala yg terkadang menyebabkan murtad si pelaku.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

اللهُ يَعْلَمُ ماَ تَحْمِلُ كُلُّ أُنْثَى وَماَ تَغِيْضُ الأَرْحاَمُ وَماَ تَزْدَادُ وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْداَرٍ

“Allah mengetahui apa yg dikandung oleh setiap perempuan, apa yg kurang sempurna & apa yg bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada ukuran di sisiNya.” (Al Qur’an Surat: 13: 8)

Dan Allah berfirman juga di ayat lain:

هُوَ الَّذِيْ يُصَوِّرُكُمْ فِي الأَرْحاَمِ كَيْفَ يَشاَءُ

“Dialah yg membentuk kamu di dalam rahim menurut yg Dia kehendaki.” (Al Qur’an Surat: 3: 6)

Mengapa manusia tdk senang dgn apa yg diberikan oleh Allah? Apakah ia memberi uang muka utk mendapatkan keturunan laki-laki yg kemudian Allah berikan anak perempuan?

Seharusnya, emosi keinginan menjadi reda & ia harus berfikir tentang akibat sikap emosional & prasangkanya tersebut. Anda, yg merasa kesal karena keinginannya tdk tercapai, tdk tahu di mana kebaikan itu berada; pd anak laki-lakikah atau pd anak perempuan? Bisa jdi anak laki-laki menyebabkanmu sengsara dgn kedurhakaan, tipu muslihat & dgn segala perangai buruknya yg merepotkan. Bahkan ia mengharap-harap Anda cepat mati agar segera menikmati harta yg Anda kumpulkan & menduduki posisi Anda.

Sebaliknya, bisa jdi anak perempuan membawa kebaikan & kesenangan bagi Anda. Pada umumnya, anak perempuan sedikit sekali berfikir buruk utk menjerumuskan keluarga karena ia merasa lemah & bahkan membutuhkan mereka. Bahkan sebaliknya, anak perempuan sering perhatian kpd keluarga, mengharapkan kebaikan mereka & menolak segala keburukan. Lebih-lebih ketika ia masih membutuhkan pemeliharaan keluarga sebelum menikah.

Ambillah pelajaran dari 2 anak perempuan seorang laki-laki saleh! Salah satunya dinikah oleh seorang rasul yg termasuk Ulul ‘Azmi yg bernama Musa as. yg kemudian anak perempuan & ayahnya mendapatkan kemuliaan & kebanggaan yg besar dgn mendapatkan seorang menantu yg dpt melayaninya (mengerjakan sesuatu pekerjaan) bertahun-tahun sbg mahar pernikahannya. Sementara ia adl orang yg perkasa & jujur.

Ambil juga perlajaran dari Fathimah putri Rasulullah  yg membawa keberkahan adanya keturunan bagi keluarga Rasulullah  yg agung.

Ibu dari Maryam betapa mengharap-harap kalau-kalau jabang bayi yg dikandungnya adl anak laki-laki agar dpt mempersiapkannya menjadi pelayan bagi orang-orang yg sedang ibadah di mesjid. Namun demikian, yg dilahirkan adl seorang bayi perempuan. Akan tetapi akhirnya, ia menjadi seorang ibu bagi seorang Nabi & rasul yg mulia, yaitu Nabi Isa , sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dalam al Qur’an:

وَإِذْ قاَلَتِ الْمَلاَئِكَةُ ياَ مَرْيَمُ إِنَّ اللهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلىَ نِسَاءِ الْعاَلَمِيْنَ

“Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, & melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu).” (Al Qur’an Surat: 3: 42)

Berapa byk anak-anak perempuan yg cerdas & behasil. Sementara anak laki-laki byk yg gagal. Dan byk lagi contoh-contoh lain yg dicatat di dalam buku-buku & diabadikan dalam sejarah. Oleh karena itu, tdk sebaiknya kamu merasa kesal dgn pemberian Allah Subhanahu wa ta’ala karena Dia maha tahu yg lbh baik untukmu, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

 وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ 

“Tetapi boleh jdi kamu tdk menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu & boleh jdi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tdk baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tdk mengetahui.” (Al Qur’an Surat: 2: 216)

 فَإِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللهُ فِيْهِ خَيْراً كَثِيْراً 

“Jika kamu tdk menyukai mereka (maka besabarlah) karena boleh jdi kamu tdk menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan kebaikan yg byk padanya.” ( Al Qur’an Surat: 4: 19)

Kemudian, apa dosa seorang ibu yg prihatin sampai diperlakukan dgn perlakuan yg keras karena melahirkan bayi perempuan? Seandainya ia dpt menyenangkan Anda dgn melahirkan anak laki-laki, pasti ia lakukan utk Anda.

Cobalah Anda tempatkan diri Anda di posisi dia! Apakah Anda dpt melakukan sesuatu yg Anda inginkan, yaitu mendapatkan anak laki-laki? Anda harus berhati-hati -sebagaimana kata para ulama- boleh jdi karena kebencian Anda terhadap anak perempuan Allah Subhanahu wa ta’ala menghukum Anda dgn memberi lbh byk anak perempuan. Apakah Anda dpt melawan Allah Subhanahu wa ta’ala dgn sikap pengingkaran, sementara segala sesuatu berada di tanganNya?

Yakini saja bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala telah memeberi anak perempuan itu kpd Anda sbg cara Dia utk memberi kemuliaan terhadap perempuan yg lemah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Serahkanlah kepadaku orang-orang yg lemah. Sesungguhnya, kamu sekalian diberi rizki & pertolongan (oleh Allah) sebab ada orang-orang yg lemah di antara kalin.”

Dan ketahuilah bahwa bukan hanya Anda yg diberi karunia anak perempuan. Orang-orang yg lbh mulia dari Anda pun mendapat anak perempuan, seperti Nabi Luth & Nabi Syu’aib as. Bahkan anak laki-laki Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tdk ada yg hidup sampai besar. Sebaliknya Allah Subhanahu wa ta’ala memberi keberkahan pd anak perempuan beliau, yaitu Fathimah, & keturunannya. Oleh karenanya, terimalah dgn suka hati segala pemberian Allah Subhanahu wa ta’ala kepadamu. Bersyukurlah kpd Allah Subhanahu wa ta’ala atas nikmatNya. Anda jangan menjadi orang yg dungu & berputus asa! Sangat mungkin Allah Subhanahu wa ta’ala akan memberikan kpd Anda apa-apa yg diinginkan meskipun setelah beberapa masa.

Ditulis oleh Muhammad bin Ali al Arfaj

Sabar Atas Takdir dan Ketetapan-Ketetapan Allah dan Tidak Merasa Benci

Selama 13 tahun di Mekah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru umat manusia kpd tauhid & mengesakan Allah. Ketika sinar iman masuk ke dalam lubuk hati, mereka tunduk, patuh & menyerah utk menerima perintah-perintah Allah serta mengangkat al Qur’an & Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi hakim yg memutuskan hukum dalam segala urusan, sebagaimana difirmankan Allah SWT.:

 وَماَ كاَنَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إذَا قَضَى اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَمْراً أنْ يَكُوْنَ لَهُمْ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللهُ وَرَسُوْلُهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُبِيْنا ً

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki ynag mukmin & perempuan yg mukmin, apabila Allah & Rasu-Nya telah menetapkan sesuatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah & RasulNya maka sungguh dia telah tersesat dgn kesesatan yg nyata.” (Al Qur’an Surat: 33: 36)

Di antara aqidah seseorang itu benar dgn jelas, ia akan bersikap sabar atas takdir & ketetapan-ketetapan Allah & tdk merasa benci (dengan yg tdk disukainya). Tergantung atas kuat atau lemahnya iman seseorang, terjadi perasaan ridha atau kesal terhadap takdir. Hal ini tampak jelas dalam hadits yg diriwayatkan oleh Shuhaib dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

“عَجَباً لأمْرِ الْمُؤْمِنِ، إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذاَكَ لأَحَدٍ إلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إنْ أصاَبَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكاَنَ خَيْراً لَهُ، وَإنْ أصاَبَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكاَنَ خَيْراً لَهُ”

“Aku kagum terhadap urusan orang mukmin karena seluruh urusan baginya baik. Hal ini tdk akan terjadi kecuali pd orang mukmin. Jika ia mendapat kebaikan, ia bersyukur. Hal itu baik baginya. Dan jika ia terkena bahaya, ia sabar. Hal itu baik baginya.” (Hadis Riwayat: Muslim)

Diriwayatkan dari Anas ra. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersada:

“إِنَّ عِظَمَ الجَزاَءِ مَعَ عِظَمَ الْبَلاَءِ، وَإنَّ اللهَ إِذاَ أحَبَّ قَوْماً ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِِِيَ فَلَهُ الرِّضاَ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ”

“Sesungguhnya besarnya balasan bergantung kpd besarnya cobaan. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai sesuatu kaum, Dia menguji mereka. Barangsiapa merasa rela, ia akan mendapatkan ridha Allah & barangsiapa yg merasa kesal maka akan mendapatkan murka Allah.” (Hadis Riwayat: Tirmidzi.)

Dilarang merasa tdk senang ketika mendapat anak wanita karena hal itu merupakan perbuatan jahiliyah. Allah SWT. berfirman:

 للهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشاَءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشاَءُ إِناَثاً وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُوْرَ أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَاناً وَإِناَثاً وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيْماً إِنَّهُ عَلِيْمٌ قَدِيْرٌ 

“Milik Allah-lah kerajaan langit & bumi; Dia menciptakan apa yg Dia kehendaki, memberikan anak-anak perempuan kpd siapa yg Dia kehendaki, & memberikan anak laki-laki kpd siapa yg yang Dia kehendaki, atau Dia menganugrahi jenis laki-laki & peremuan, & menjadikan mandul siapa yg Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.” (Al Qur’an Surat: 42: 49 – 50)

Imam Ibnul- Qoyyim menyatakan dalam kitab Tuhfatul Wadud: “Allah Subhanahu wa ta’ala membagi keadaan suami istri menjadi 4 bagian yg pembagian itu berlaku utk semua alam & Allah mengkhabarkan bahwa apabila ditakdirkan mendapat anak bagi keduanya (suami & istri) maka pasti diberikannya. Cukup bagi seorang hamba terancam mendapat murka Allah jika ia membenci pemberian dari Allah.”

Allah Subhanahu wa ta’ala memulai penyebutan dgn anak wanita dalam firmanNya (يهب لمن يشاء إناثا) utk menjaga perasaan hati mereka karena kedua orang tua (pada masa itu) merasa keberatan dgn mendapatkan anak perempuan.

Ada yg mengatakan, didahulukannya anak perempuan dalam penyebutan tersebut karena ini dalam konteks bahwa hanya Allah yg aktif utk melakukan apa yg Dia kehendaki; tdk yg dikehendaki kedua orang tua karena mereka umumnya hanya menghendaki anak laki-laki. Allah Subhanahu wa ta’ala memberitahukan kpd kita bahwa Dia menciptakan apa yg dikehendakiNya. Oleh karena itu, Allah memulai dgn menyebutkan jenis perempuan yg dikehendakiNya; apakah kedua orang tua setuju atau tidak.

Diriwayatkan dari Tsauban, ia berkata: Ketika aku berdiri di sisi Rasulullah  kemudian datang seorang alim dari Yahudi. Pendeta Yahudi tersebut bekata: Aku datang utk menanyakan tentang anak? Rasulullah  menjawab:

“Air sperma laki-laki berwarna putih. Sementara ovum (cairan) dari wanita berwarna kekuning-kuningan. Apabila keduanya bertemu kemudian sperma laki-laki mengalahkan atau mendominasi ovum wanita maka akan menjadi anak laki-laki. Sebaliknya, apabila ovum perempuan mengatasi sperma laki-laki maka akan menjadi anak perempuan dgn izin Allah.” (Hadis Riwayat: Muslim)

Dengan demikian, dpt diketahui bahwa segala urusan berjalan sesuai kadar & ukuran yg ditentukan (oleh Allah) & tdk dpt ditentang oleh siapa pun juga.

Allah Subhanahu wa ta’ala mengingkari kaum jahiliyah atas ketidak senangan mereka terhadap lahirnya anak perempuan. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيْمٌ، يَتَوَارَى مِنَ الْقََوْمِ مِنْ سُوْءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلىَ هُوْنٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلاَ سَاءَ ماَ يَحْكُمُوْنَ 

“Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dgn (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam) & dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang byk, disebabkan kabar buruk yg disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dgn (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingantlah alangkah buruknya (putusan) yg mereka tetapkan itu.” (Al Qur’an Surat: 16: 58 – 59)

Cukup dianggap buruk & tercela perasaan kesal dgn kelahiran anak perempuan karena si pelaku tdk menyukai apa-apa yg diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Padahal para nabi yg menjadi panutan umat saja menjadi bapak & orang tua dari anak-anak perempuan. Nabi kita Muhammad  adl ayah Fathimah, Zainab, Ruqoyyah & Ummu Kultsum.

Ditulis oleh Muhammad bin Ali al Arfaj

Jika Melihat Orang Yang Sedang Puasa Makan Dan Minum disiang Ramadhan Karena Lupa Hendaknya Diingatkan

Jika melihat orang yg sedang puasa makan & minum karena lupa, apakah mengingatkannya?

Jawaban

Siapa yg melihat orang yg puasa makan & minum di siang Ramadhan wajib mengingatkannya, sebagaimana sabda Rasulullah -shalallahu alaihi wasalam- ketika lupa dalam shalatnya:

فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِى

“Jika aku lupa maka ingatkanlah aku.”

Orang yg lupa diuzuri karena kelupaannya, tetapi orang yg tahu saudaranya melakukan pembatal puasa & tdk mengingatkannya telah berbuat lalai, karena orang itu adl saudaranya, wajib mencintainya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.

Kesimpulannya, jika melihat orang yg sedang puasa makan & minum di siang Ramadhan karena lupa hendaknya diingatkan. Bagi yg diingatkan hendaknya berhenti seketika itu juga, tdk boleh melanjutkan makan & minumnya. Bahkan jika di mulutnya masih ada air atau sesuatu dari makanan wajib mengeluarkannya. Tidak boleh menelannya setelah ingat atau diingatkan.

Pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan bahwa pembatal-pembatal puasa tidaklah membatalkan dalam 3 keadaan:

  • jika lupa
  • jika jahil
  • jika tanpa maksud

Jika lupa kemudian makan & minum, maka puasanya sah, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ نَسِىَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ

“Siapa yg lupa padahal dia sedang berpuasa kemudian makan & minum, hendaknya menyempurnakan puasanya, sesungguhnya Allah lah yg memberinya makan & minum.” 2

Jika makan & minum dgn sangkaan fajar belum terbit, atau menyangka bahwa matahari telah tenggelam, tapi ternyata kenyataannya tdk seperti dugaannya, maka puasanya sah, sebagaimana hadits Asma binti Abu Bakar -radiallahu’anha-, dia berkata:

“Kami berbuka pd masa Rasulullah -shalallahu alaihi wasalam- ketika hari berawan, kemudian terlihat matahari. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tdk memerintahkan utk mengqodha.”

Seandainya qodho itu wajib niscaya Nabi telah memerintahkannya. Seandainya memerintahkan tentu beritanya telah sampai kpd kita, karena perintahnya menjadi syari’at Allah, & syariat Allah harus terjaga hingga hari kiamat.

Demikian halnya jika tdk bermaksud membatalkan puasa, maka puasanya tidaklah batal. Seperti orang yg kumur-kumur kemudian air masuk ketenggorokkannya (tertelan), puasanya tdk batal karena dia tdk memaksudkannya.

Juga seperti orang puasa yg mimpi basah, puasanya tdk batal, karena orang yg tidur tdk memaksudkannya. Allah -azzawajalla- berfirman:

“…Tidak ada dosa atasmu terhadap apa yg kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yg disengaja oleh hatimu. & adl Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang…” (Al Qur’an Surat: Al-Ahzâb: 5)

Oleh: Muhammad Ibn Saleh al-Utsaimin

Apakah Ghibah (Bergunjing) Dan Namimah (Adu Domba) Di Siang Ramadhan Membatalkan Puasa?

Apakah ghibah (bergunjing) & namimah (adu domba) di siang Ramadhan membatalkan puasa?

Jawaban

Ghibah (bergunjing) & namimah (adu domba) tdk membatalkan puasa, akan tetapi mengurangi pahala puasa. Allah -ta’âla- berfirman:

“Hai orang-orang yg beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al Qur’an Surat: Al-Baqarah: 183)

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ في أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Siapa yg tdk meninggalkan perkataan zur (keji) & perbuatannya serta kebodohan, Allah tdk butuh pd makan & minum yg ditinggalkannya.” [Hadis Riwayat: al-Bukhari no. 401, Muslim no. 1302 & Ashabus Sunan].

Oleh: Muhammad Ibn Saleh al-Utsaimin

Hukum Bersedekah dengan Cara Transfer Via ATM

Pertanyaan

  1. Bisakah bersedekah dgn cara transfer menggunakan ATM kpd lembaga/ yayasan atau kita harus langsung ke yayasan/ lembaga yg bersangkutan?
  2. Apakah wajib ada serah terima dalam zakat & juga bersedekah?
  3. Bagaimana cara bersedekah yg lbh baik?, bersedekah melalui sesuatu amil atau langsung ke sasarannya?

Jawaban

  1. Boleh membayar zakat, infak, & sedekah, dgn cara transfer melalui ATM ke rekening amil, tdk harus datang langsung ke lembaga tersebut.
  2. Membayaran zakat perlu ada akad penyerahan (ijab qabul) dari pembayar kpd penerima atau lembaga yg mewakilinya.
  3. Menyerahkan zakat oleh wajib zakat kpd yg berhak sah-sah saja. Tetapi menyerahkannya kpd lembaga lbh baik, karena lbh terjamin pemerataan pembagian zakat. Ini karena boleh jdi mustahaq (yang berhak menerima) memeroleh dari berbagai sumber sedang ada selainnya yg tdk memeroleh sama sekali. Demikian, wallahu a’lam.

Huzaemah Tahido, Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an

Jika Malam Datang Dari Sini Dan Berakhir Di Sini Lalu Matahari Tenggelam, Maka Waktu Bagi Orang Yang Puasa Telah Usai

Di sebagian negara siangnya lbh panjang dari biasanya, terkadang bisa mencapai 20 jam. Apakah kaum muslimin di negeri itu dituntut utk memuasai seluruh siang?

Jawaban

Ya, mereka dituntut utk memuasai seluruh siang, sebagaimana firman Allah -ta’âla-:

“Maka sekarang campurilah mereka & ikutilah apa yg telah ditetapkan Allah untukmu, & Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam..” (Al Qur’an Surat: Al-Baqarah: 187)

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا ، وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا ، وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

“Jika malam datang dari sini & berakhir di sini lalu matahari tenggelam, maka waktu bagi orang yg puasa telah usai.”

Oleh: Muhammad Ibn Saleh al-Utsaimin

Bacaan Bilal dan Doa Shalat Tarawih dan Witir

Bacaan ketika hendak melakukan shalat tarawih

صلّواسنة التراويح ركعتين جماعة رحم كم الله،
اللهم صل على محمد (2ء)
اللهم صل على سيدنا ومولا نامحمد

Bacaan Bilal Tarawih: Rakaat 1- 4

الخليفة الاولى امير المؤ منين سيدنا ابو بكر الصديق.
اللهم صل على محمد (2ء)
اللهم صل على سيدنا ومولا نامحمد

Alkhooliifatul uulaa amiirul mu’miniina sayyiduna abuu bakri nissiddiikh
Allahumma sholli ‘alaa muhammad (2x)
Allhumma sholli ‘alaa sayyidinaa wamaulaanaa muhammad.

Bacaan Bilal Tarawih: Rakaat 5 – 8

الخليفة الثانية امير المؤ منين سيدناعمر ابن الخطاب.
اللهم صل على محمد (2
اللهم صل على سيدنا ومولا نامحمد

Alkhooliifatuts tsaani amiirul mu’miniina sayyidunaa umar ibnu khottaab.
Allahumma sholli ‘alaa muhammad (2x)
Allhumma sholli ‘alaa sayyidinaa wamaulaanaa muhammad.

Bacaan Bilal Tarawih: Rakaat 9 – 12

الخليفة الثالثة اميرالمؤمنين سيدنا عثمان ابن عفان.
اللهم صل على محمد (2
اللهم صل على سيدنا ومولا نامحمد

Alkhooliifatuts tsaalisata amiirul mu’miniina sayyidunaa usman ibnu affan.
Allahumma sholli ‘alaa muhammad (2x)
Allhumma sholli ‘alaa sayyidinaa wamaulaanaa muhammad.

Bacaan Bilal Tarawih: Rakaat 13 – 16

الخليفة الرابعة اميرالمؤمنين سيدناعلى ابن ابى طالب.
اللهم صل على محمد (2
اللهم صل على سيدنا ومولا نامحمد

Alkhooliifatur raabi’ata amiirul mu’miniina sayyidunaa ‘ali ibnu abi thoolib.
Allahumma sholli ‘alaa muhammad (2x)
Allhumma sholli ‘alaa sayyidinaa wamaulaanaa muhammad.

Bacaan Doa Shalat Tarawih (Rakaat terakhir / 20)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ, اَللَّهُمَ اجْعَلْنَا بِاْلاِيْمَانِ كَمِلِيْنَ, وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْن. وَللِصَّلاَةِحَافِظِيْنَ, وَللِزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ, وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ, وَلِعَفْوِكَ رَاجِيِّنَ, وَبِاْلهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ, وَعَنِ اللَّغْوِمُعْرِضِيْنَ, وَفىِ الدُّنْيَازَاهِدِيْنَ, وَفىِ اْلاخِرَةِرَاغِبِيْنَ, وَبِالْقَضَاءِرَضِيْنَ, وَبِالنَّعْمَاءِشَاكِرِيْنَ, وَعَلىَ اْلبَلاَءِصَابِرِيْنَ, وَتَحْتَ لِوَءِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ, وَاِلىَ اْلحَوْضِ وَارِدِيْنَ, وَاِلىَ اْلجَنَّةِدَلخِلِيْنَ, وَمِنَ النَّارِنَاجِيْنَ, وَعَلَ سَرِيْرِاْلكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ, وَمِنْ حُوْرِاْلِعَيْنِ مُتَزَوِّجِيْنَ, وَمِنْ سُنْدُ سٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَّدِيْبَاحٍ مُتَلَبِّسِيْنَ, وَمِنْ طَعَامِ اَلجَنَّةِ آ كِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًى شَارِبِيْنَ, بِاَكْواَبٍ وِّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْن, مَحَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِْدِّ يْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّلِحِيْنَ, وَحَسُنَ اُولَئِكَ رَفِيْقًا, ذَلِكَ اْلَفَضْلُ مِنَ الله وَكَفىَ بِاللهِ عَلِيْم ً, اِنَّ الله وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيّ يَاَيُّهَاالَّذِ يْنَ اَمَّنُواصَلُّواعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمَا وَصَلَّى الله عَلَ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَّعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَاْلحَمْدُ لله رَبِّالْعَالَمِيْن.

Kemudian dilanjutkan dgn Shalat Witir 3 Rakaat.

Bacaan bilal shalat witir 2 rakaat

صلوا سنة الوتر ركعة جماعة أثابكم الله

Bacaan bilal shalat witir 1 rakaat

صلوا سنة الوتر ركعة مع القنوت أثابكم الله

Jawaban Jamaah

Bacaan Bilal

No

رَحِمَكُمُ اللهُ

صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ
جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

1

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

2

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

اَلْخَلِيْفَةُ اْلاُوْلَى سَيِّدُنَا اَبُوْ بَكَرْ
الصِّدِّيْقُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

3

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

4

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اَلْخَلِيْفَةُ الثَّانِيَةُ سَيِّدُنَا عُمَرُ ابْنُ الْخَطَّابْ

5

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

6

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اَلْخَلِيْفَةُ  الثَّالِثَةُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ
عَفَّانْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

7

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

8

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اَلْخَلِيْفَةُ الرَّابِعَةُ سَيِّدُنَا عَلِيْ بِنْ اَبِيْ
طَالِبْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

9

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اَمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

اَخِرُ التَّرَاوِيْحِ اَجَرَكُمُ اللهُ

10

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Bacaan Bilal Shalat Witir

رَحِمَكُمُ اللهُ

صَلُّوْا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ
اللهُ

1

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

رَحِمَكُمُ اللهُ

صَلُّوْا سُنَّةَ رَكْعَةَ الْوِتْرِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

2

Taat Beribadah Hanya Pada Bulan Ramadhan

Kita saksikan sebagian kaum muslimin meremehkan shalat sepanjang bulan. Tetapi jika masuk bulan Ramadhan mereka bersegera melakukan shalat & puasa serta membaca al-Quran. Bagaimanakah puasa orang-orang yg seperti ini & apa nasihat Syaikh utk mereka?

Jawaban

Puasa mereka sah. Karena ditunaikan & tdk disertai perkara-perkara yg membatalkan, maka puasanya sah. Tetapi nasihat saya kpd mereka hendaklah bertakwa kpd Allah -ta’âla- pd diri mereka, beribadah kpd Allah -subhanahu wata’âla- dgn apa-apa yg diwajibkan pd setiap waktu & tempat. Manusia tdk tahu kapan ajalnya datang,

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yg diyakini (ajal).” (Al Qur’an Surat: Al-Hajr: 99)

Maksudnya sampai kepadamu kematian & itu sesuatu yg meyakinkan.

Oleh: Muhammad Ibn Saleh al-Utsaimin

Kewajiban dan Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri

Al Quran & hadis

  1. Dan Allah berfirman lagi:
    ‘Dan para wanita mempunyai hak yg seimbang dgn kewajiban menurut cara yg baik akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan atas isterinya.” (Al Baqarah: 228)
  2. Allah Taala berfirman, yg bermaksud: “Dan gaulilah mereka (isteri-isterimu) dgn cara sebaik-baiknya.” (An Nisa 19)
  3. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Kewajiban seorang suami terhadap isterinya ialah suami harus memberi makan kepadanya jika ia makan & memberi pakaian kepadanya jika ia berpakaian & tdk boleh memukul mukanya & tdk boleh memperolokkan dia & juga tdk boleh meninggalkannya kecuali dalam tempat tidur (ketika isteri membangkang).” (Riwayat Abu Daud)
  4. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Orang-orang yg terbaik & kamu sekalian ialah mereka yg lbh baik & kamu dalam mempergauli keluarganya & saya adl orang yg terbaik dari kamu sekalian dalam mempergauli keluargaku.” (Riwayat lbnu Asakir)
  5. Diceritakan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa baginda bersabda yg bermaksud: “Barang siapa yg sabar atas budi pekerti isterinya yg buruk, maka Allah memberinya pahala sama dgn pahala yg diberikan kpd Nabi Ayub a.s karena sabar atas cobaan-Nya.” ( Cobaan ke alas Nabi Ayub ada 4 hal: Habis harta bendanya., Meninggal dunia semua anaknya.,Hancur badannya., Dijauhi oleh manusia kecuali isterinya benama Rahmah ) ” Dan seorang isteri yg sabar atas budi pekerti suaminya yg buruk akan diberi oleh Allah pahala sama dgn pahala Asiah isteri Firaun“.
  6. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Siapa saja seorang laki-laki yg menikahi perempuan dgn mas kawin sedikit atau byk sedangkan dalam hatinya ia berniat utk tdk memberikan hak perempuan tersebut (mas kawinnya) kepadanya. maka ia telah menipunya, kemudian jika ia meninggal dunia, sedang ia belum memberi hak perempuan tadi kepadanya maka ia akan menjumpai Allah pd hari Kiamat nanti dalam keadaan berzina.”
  7. Diceritakan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa baginda bersabda pd waktu haji widak (perpisahan) setelah baginda memuji Allah & menyanjung-Nya serta menasehati para hadirin yg maksudnya:
    ‘Ingatlah (hai kaumku), terimalah pesanku utk berbuat baik kpd para isteri, isteri-isteri itu hanyalah dpt diumpamakan kawanmu yg berada di sampingmu, kamu tdk dpt memiliki apa-apa dari mereka selain berbuat baik, kecuali kalau isteri-isteri itu melakukan perbuatan yg keji yg jelas (membangkang atau tdk taat) maka tinggalkanlah mereka sandirian di tempat tidur & pukullah mereka dgn pukulan yg tdk melukai. Kalau isteri isteri itu taat kepadamu maka janganlah kamu mencari jalan utk menyusahkan mereka.
    Ingatlah! Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri-isterimu & sesungguhnya isteri-isterimu itu mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap dirimu. Kemudian kewajiban isteri isteri terhadap dirimu ialah mereka tdk boleh mengijinkan masuk ke rumahmu orang yg kamu benci. Ingatlah! Kewajiban terhadap mereka ialah bahwa kamu melayani mereka dgn baik dalam soal pakaian & makanan mereka.

    (Riwayat Tarmizi & Ibnu Majah)
  8. Al Habib Abdullah Al Haddad berkata: “seorang laki-laki yg sempurna adl dia yg mempermudah dalam kewajiban-kewajiban kepadanya & tdk mempermudah dalam kewajiban-kewajibannya kpd Allah. Dan seorang laki-laki yg kurang ialah dia yg bersifat sebaliknya.” Maksud & penjelasan ini ialah seorang suami yg bersikap sudi memaafkan jika isterinya tdk menghias dirinya & tdk melayaninya dgn sempurna & lain-lain tetapi ia bersikap tegas jika isterinya tdk melakukan sholat atau puasa & lain-lain, itulah suami yg sempurna. Dan seorang suami yg bersikap keras jika isterinya tdk menghias dirinya atau tdk melayaninya dgn sempurna & lain-lain tetapi bersikap acuh tdk acuh (dingin) jika isteri meninggalkan kewajiban-kewajiban kpd Allah seperti sholat, puasa & lain-lain, dia seorang suami yg kurang.
  9. Dianjurkan bagi seorang suami memperhatikan isterinya (dan mengingatkannya dgn nada yg lembut/halus) & menafkahinya sesuai kemampuannya & berlaku tabah (jika disakiti oleh isterinya) & bersikap halus kepadanya & mengarahkannya ke jalan yg baik & mengajamya hukum-hukum agama yg perlu diketahui olehnya seperti bersuci, haid & ibadah-ibadah yg wajib atau yg sunat.
  10. Allah Taala berfirman yg bermaksud: ‘Hai orang-orang yg beriman! Jagalah dirimu & ahli keluargamu dari api Neraka.” (At Tahrim: 6) Ibnu Abbas berkata: “Berilah pengetahuan agama kpd mereka & berilah pelajaran budi pekerti yg bagus kpd mereka.” Dan Ibnu Umar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa baginda bersabda: ‘Tiap-tiap kamu adl pemimpin & bertanggung jawab atas yg dipimpinnya. Seorang imam yg memimpin manusia adl pemimpin & ia bertanggung jawab at,is rakyatnya. Seorang suami adl pemimpin dalam mengurusi ahli keluarganya. Ia bertanggung jawab atas yg dipimpinnya. Seorang isteri adl pemimpin dalam rumah tangganya & bertanggung jawab alas keluarganya. Seorang hamba adl pemimpin dalam mengurus harta tuannya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Seorang laki-laki itu adl pemimpin dalam mengurusi harta ayahnya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Jadi setiap kamu sekalian adl pemimpin & setiap kamu harus bertanggung jawab alas yg dipimpinnya.” (Muttallaq ‘alai )
  11. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Takutlah kpd Allah dalam memimpin isteri-istrimu, karena sesungguhnya mereka adl amanah yg berada disampingmu, barangsiapa tdk memerintahkan sholat kpd isterinya & tdk mengajarkan agama kepadanya, maka ia telah berkhianat kpd Allah & Rasul-Nya.“
  12. Allah Taala berfirman yg bermaksud: “Perintahkanlah keluargamu agar melakukan sholat.” (Thaha:132)
  13. Diceritakan & Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa baginda bersabda yg bernaksud: “Tidak ada seseorang yg menjumpai Allah Subhanahu wa ta’ala dgn membawa dosa yg lbh besar daripada seorang suami yg tdk sanggup mendidik keluarganya.”
  14. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud
    “Sesungguhnya yg termasuk golongan mukmin yg paling sempuma imannya ialah mereka yg baik budi pekertinya & mereka yg lbh halus dalam mempergauli keluarganya (isteri anak-anak & kaum kerabatnya). “

Baca juga Kewajiban istri kpd suami

Kewajiban Istri Terhadap Suami

  1. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda maksudnya: “Sesungguhnya Allah tdk melihat kpd seorang isteri yg tdk bersyukur kpd suaminya.” Keterangan: Hal ini biasa terjadi pd suami yg miskin & isteri yg kaya. Lalu isteri itu menafkahkan hartanya kpd suaminya, kemudian mengungkitnya.
  2. Siapa saja di kalangan isteri yg bermuka masam di hadapan suaminya, maka ia dalam kemurkaan Allah sampai ia dpt membuat suasana yg menggembirakan suaminya & memohon kerelaannya.
  3. Aisyah r.ha berkata:
    “Wahai kaum wanita Seandainya kamu mengerti kewajiban terhadap suamimu, tentu seorang isteri akan menyapu debu dari kedua telapak kaki suaminya dgn sebagian mukanya.”
  4. Allah Taala berfirman yg bermaksud: “Kaum laki-laki itu pemimpin wanita. Karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) alas sebagian yg lain (wanita) & karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan harta mereka. Maka wanita yg solehah ialah mereka yg taat kpd Allah & memelihara diri ketika suaminya tdk ada menurut apa yg Allah kehendaki. ” “Wanita-wanita yg kamu kuatirkan akan durhaka padamu, maka nasehatilah mereka (didiklah) mereka. Dan pisahkanlah dari tempat tidur mereka (jangan disetubuhi) & pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu bersikap curang. Sesungguhnya Allah itu Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (An Nisa: 34)
  5. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Siapa saja isteri yg meninggal dunia, sedangkan suaminya redha terhadap kepergiannya, maka ia akan masuk Surga.” (Riwayat Tarmizi)
  6. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat 5 waktu & berpuasa bulan Ramadhan & memelihara kehormatannya & mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yg kamu kehendaki.” (Riwayat Ahmad & Thabrani)
  7. Seorang perempuan datang ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah SAW, saya mewakili kaum wanita utk menghadap tuan (untuk menanyakan tentang sesuatu). Berperang itu diwajibkan oleh Allah hanya utk kaum laki-laki, jika mereka terkena luka, mereka mendapat pahala & kalau terbunuh, maka mereka adl tetap hidup di sisi Allah. lagi dicukupkan rezekinya (dengan buah-buahan Surga). Dan kami kaum perempuan selalu melakukan kewajiban terhadap mereka (yaitu melayani mereka & membantu keperluan mereka) lalu apakah kami boleh ikut memperoleh pahala berperang itu?” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Sampaikanlah kpd perempuan-perempuan yg kamu jumpai bahwa taat kpd suami dgn penuh kesadaran maka pahalanya seimbang dgn pahala perang membela agama Allah. Tetapi sedikit sekali dari kamu sekalian yg menjalankannya.”
  8. Seorang isteri hendaklah menyadari bahwa seorang suami bagi isteri adl bagaikan ayah bagi seorang anak karena taatnya seorang anak kpd ayahnya & memohon keredhaannya adl wajib Seorang suami pula tdk wajib mentaati isteri
  9. Menjadi pendorong serta penasehat dalam hal-hal kebaikan.
  10. Memahami hal-hal yg digemari & yg dibenci oleh suami.
  11. Setiap perbuatannya hendaklah menyenangkan hati suami.
  12. Seharusnya seorang isteri mengetahui kedudukan dirinya seolah olah seorang ‘hamba’ perempuan yg dimiliki oleh suaminya atau sbg ‘tawanan’ yg lemah. Oleh karena itu dia tdk boleh membelanjakan sedikit pun dari hartanya (sendiri) kecuali dgn seijin suaminya karena ia diumpamakan sbg orang yg dalam kawalan (perhatian).
  13. Memasak makanan menurut kesukaan atau selera suami.
  14. Menambal baju atau pakaiannya yg buruk.
  15. Siapkan barang-barang keperluan di dalam sakunya seperti sisir, celak, sikat gigi. cermin & minyak wangi (ikut Sunnah).
  16. Ikut kemauan suami pd waktu bersenda gurau, memijat, mengipas & sebagainya.
  17. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Pertama urusan yg ditanyakan kpd isteri pd hari Kiamat nanti ialah mengenai sholatnya & mengenai urusan suaminya (apakah ia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya atau tidak). “
  18. Wajib bagi seorang isteri: Merendahkan pandangannya terhadap suaminya. Tidak berkhianat terhadap suaminya ketika suaminya tdk ada termasuk juga hartanya. Menunaikan hajat suami (jika diajak oleh suaminya) biarpun di waktu sibuk atau susah (ditamsilkan berada di punggung unta oleh Rasulullah). Meminta ijin suami utk keluar dari rumahnya. Kalau keluar rumah tanpa ijin suaminya maka dia dilaknati oleh malaikat_ sampai ia bertaubat & kembali.
  19. Diceritakan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa baginda bersabda, maksudnya: “Sungguh-sungguh meminta ampun utk seorang isteri yg berbakti kpd suaminya yaitu burung di udara, ikan-ikan di air & malaikat di langit selama ia selalu dalam kerelaan suaminya. Dan siapa saja dikalangan isteri yg t dak berbakti kpd suaminya, maka ia mendapat laknat dari Allah & malaikat serta semua manusia. “
  20. Sayidina Ali k.w.j. berkata: “Seburuk-buruk sifat bagi kaum laki laki itu adl sebaik-baik sifat bagi kaum perempuan yaitu kikir & bersikap keras & takut. Karena sesungguhnya perempuan itu jika kikir, maka ia memelihara harta suaminya & jika bersikap keras, maka ia menjaga diri dari berbicara kpd setiap orang dgn perkataan yg halus (mesra) yg menimbulkan sangkaan yg buruk, & jika penakut. maka ia takut dari segala sesuatu, oleh karena itu ia tdk berani keluar dari rumahnya & ia menjauhi tempat-tempat yg menimbulkan kecurigaan yg buruk karena takut kpd suaminya“.
  21. . Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Tiga orang yg tdk diterima sholatnya (tidak diberi pahala sholatnya) oleh Allah & tdk diangkat kebaikan mereka ke langit ialah: hamba yg lari dari tuannya hinggalah dia kembali, seorang isteri yg dimurkai oleh suaminya hinggalah dia memaafkannya, orang yg mabuk hingga dia sadar kembali.”
  22. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Jika seorang isteri berkata kpd suaminya: Tidak pernah aku melihat kebaikanmu sama sekali, maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya.” Keterangan: Maksud Hadis ini ialah jika seorang isteri memperkecilkan usaha baik suaminya seperti dalam memberi nafkah & memberi pakaian maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya.
  23. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, maksudnya: “Siapa saja isteri yg meminta cerai dari suaminya tanpa sebab-sebab yg sangat diperlukan, maka haramlah bau Surga ke atasnya.” Keterangan: Hal ini biasanya terjadi pd seorang isteri yg tdk berminat kpd suaminya lagi kecuali kalau dia meminta cerai kepadanya karena kuatir tdk dpt menjalankan kewajiban terhadap suaminya utk menghindarkan diri dari kekecewaan suaminya.
  24. Senantiasa menambahkan ilmu agamanya serta amalan.amalannya dgn berbagai macam cara seperti membaca, mendengar kaset-kaset ceramah agama serta mengikuti majlis- majlis agama.
  25. Demi cinta terhadap suaminya seorang isteri akan melakukan khidmat & bakti kpd suaminya cara hal yg sebesar. besarnya sampai hal yg sekecil-kecilnya seperti menggunting kuku, memotong kumis, & meminyakkan rambut suami. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kpd Siti Fatimah: “Ya Fatimah, apabila seorang wanita meminyakkan rambut suaminya & janggutnya, memotong kumis & menggunting kukunya maka Allah akan memberinya minum dari air Surga yg mengalir di sungai sungainya & diringankan Allah baginya sakaratul maul & akan didapatinya kubumya menjadi sebuah taman yg indah & taman taman Surga. “
  26. Al Hakim bercerita bahwa seorang perempuan berkata kpd Nabi SAW: “Sesungguhnya putera bapa saudaraku melamarku. Oleh karena itu berilah peringatan kepadaku apa kewajiban seorang isteri terhadap suaminya. Kalau kewajiban itu sesuatu yg mampu aku jalankan, maka aku bersedia dinikahkan.” Maka Baginda bersabda: “Kalau mengalir darah & nanah dari kedua lubang hidung suaminya lalu (isteri) menjilatnya, maka itu pun belum dianggap menjalankan kewajibannya terhadap suaminya. Seandainya diperbolehkan utk manusia bersujud kpd manusia lain, tentu aku perintahkan:seorang isteri bersujud kpd suaminya.”
    Berkatalah perempuan itu, “Demi Tuhan yg mengutus Tuan, aku tdk akan menikah selama dunia ini masih ada.”
  27. Imam Thabrani menceritakan bahwa seorang isteri tdk dianggap menjalankan kewajibannya terhadap Allah hingga ia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya, & seandainya suami memintanya (untuk digauli) sedang ia (isteri) di atas belakang unta maka tdk boleh dia menolaknya.
  28. Sayidina Ali k.w.j. berkata: “Aku masuk ke rumah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berserta Fatimah lalu aku dapati Baginda sedang menangis tersedu-sedu, kemudian aku berkata: “Tebusan Tuan adl ayahku & ibuku wahai Rasulullah, apakah yg membuat Tuan menangis?” Baginda bersabda, “Wahai Ali! Pada malam aku diangkat ke langit aku melihat kaum perempuan dari umatku disiksa di Neraka dgn bermacam-macam siksaan, lalu aku menangis karena begitu berat siksaan mereka yg aku lihat. Aku melihat perempuan yg digantung dgn rambutnya serta mendidih otaknya. Dan aku melihat perempuan yg digantung dgn lidahnya sedangkan air panas dituangkan pd tenggorokannya.
    Dan aku melihat perempuan yg benar-benar diikat kedua-dua kakinya sampai kedua-dua susunya & diikat kedua-dua tangannya sampai ubun-ubunnya & Allah mengarahkan ular ular & kalajengking menyengatinya. Dan aku melihat seorang perempuan yg berkepala babi & bertubuh keledai & ia ditimpakan sejuta siksaan. Dan aku melihat seorang perempuan berbentuk anjing & api masuk dari mulutnya & keluar dari duburnya (jalan belakang) sementara malaikat memukul kepalanya dgn tongkat besar dari api Neraka
    .” Lalu Sayidatina Fatimah Az Zahra r.ha berdiri & berkata, “Wahai kekasihku & cahaya mataku! Perbuatan apa yg dilakukan oleh mereka hingga ditimpa seksaan ini?” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai anakku! Adapun perempuan yg digantung rambutnya itu adl karena dia tdk menutupi rambutnya dari pandangan kaum laki-laki ajnabi.
    Adapun perempuan yg digantung dgn lidahnya karena dia telah menyakiti suaminya.
    Adapun perempuan yg digantung kedua-dua susunya karena dia telah mempersilahkan (orang lain) utk menduduki tempat tidur suaminya.
    Adapun perempuan yg diikat kedua-dua kakinya sampai keduadua susunya & diikat kedua-dua tangannya sampai ke ubun ubunnya & Allah mengarahkan ular-ular utk menggigitnya & kala jengking utk menyengatinya karena dia tdk mandi junub setelah haid & dia mempermainkan (meninggalkan) sholat. Adapun perempuan yg berkepala babi & berbadan keledai karena dia adl ahli adu domba & pembohong. Adapun perempuan yg berbentuk anjing & api masuk ke mulutnya & keluar dari duburnya karena ia ahli umpat lagi penghasut.
    Wahai anakku! Celaka bagi perempuan yg tdk berbakti kpd suaminya.
    “
  29. Senantiasa menyediakan air di sisi suami. Selama ia berbuat yg demikian selama itulah ia didoakan keampunan oleh para malaikat.
  30. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Empat perempuan yg berada di Neraka ialah: Perempuan yg kotor mulutnya terhadap suaminya. Jika suaminya tdk ada di rumah ia tdk menjaga dirinya & jika suaminya bersamanya ia memakinva (memarahinya). Perempuan yg memaksa suaminya utk memberi apa yg suami tdk mampu. Perempuan yg tdk menjaga auratnya dari kaum laki-laki & memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik kaum laki laki). Perempuan yg tdk mempunyai tujuan hidup kecuali makan minum & tidur, & ia tdk mau berbakti kpd Allah & tdk mau berbakti kpd Rasul-Nya & tdk mau berbakti kpd suaminya.” Keterangan: Seorang perempuan yg bersifat dgn sifat-sifat ini akan dilaknati kecuali jika dia bertaubat.

Baca juga Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri